• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

RI-Korsel Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi dan Pertahanan Bilateral

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Jumat, 8 September 2023 - 21:12
in Ekonomi
korselco

Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol (keempat dari kiri) mengadakan pertemuan puncak yang diperluas dengan Presiden Indonesia Joko Widodo (kedua dari kanan) di istana kepresidenan di Jakarta, Indonesia, Jumat (8/9/2023). Foto: The Korea Herald

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Korea Selatan dan Indonesia sepakat untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dan pertahanan bilateral di berbagai bidang, yang mencakup upaya kolaboratif dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik dan jet tempur.

Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol dan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) bertemu untuk pertemuan puncak secara langsung di Istana Presiden di Jakarta pada hari terakhir kunjungan empat hari Presiden Yoon ke Indonesia.

BacaJuga:

Armada Laut Jadi Andalan, Pertamina Jaga Napas Energi Nusantara

Dua Raksasa Kripto Dunia Masuk Vietnam, CAEX Siap Jadi Bursa Teregulasi Baru

Gerak Cepat Pertamina: Program Pasar Murah Sasar Warga Rentan di Seluruh Indonesia

“Keduanya membahas inisiatif kerja sama yang berwawasan ke depan dan substansial yang dimaksudkan untuk membentuk masa depan selama 50 tahun ke depan,” kata Kantor Kepresidenan Korea Selatan dalam pernyataan tertulis, yang dikeluarkan setelah pertemuan puncak bilateral ketiga antara Yoon dan Jokowi tahun ini, seperti dilansir The Korea Herald, Jumat (8/9/2023).

Yoon dan Jokowi sepakat mengenai perlunya lebih memperkuat kerja sama ekonomi, yang menjadi landasan pengembangan hubungan bilateral.

Kedua pemimpin memuji peningkatan kolaborasi antara Korea Selatan dan Indonesia, khususnya di bidang kendaraan listrik, baterai, dan kota pintar (smart city), serta mengakui upaya bersama mereka dalam menciptakan prospek pertumbuhan di masa depan.

Selain itu, mereka berjanji untuk secara proaktif meningkatkan perdagangan dan investasi di berbagai sektor, dengan memanfaatkan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif atau Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), yang mulai berlaku awal tahun ini, antara kedua negara.

Lebih lanjut, kedua pemimpin menyampaikan apresiasi atas penandatanganan nota kesepahaman yang mencakup berbagai sektor, seperti ekosistem kendaraan listrik dan pangan halal. Misalnya, nota kerja sama di bidang pangan halal bertujuan untuk membangun landasan yang kuat bagi perluasan ekspor pangan Korea Selatan ke Indonesia, negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia.

Selain itu, kedua pemimpin sepakat mengenai kerja sama yang erat untuk memfasilitasi partisipasi sejumlah perusahaan Korea Selatan dalam proyek pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur pada tahun 2045 oleh Presiden Joko Widodo, dengan anggaran besar sekitar $32 miliar.

Proyek ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kerja sama bilateral dalam pembangunan infrastruktur termasuk pembangunan fasilitas pengolahan air netral karbon, sistem pasokan air, infrastruktur pembuangan limbah, dan terowongan.

Yoon dan Jokowi juga sepakat tentang pentingnya meningkatkan kerja sama industri pertahanan dan persenjataan untuk memperdalam kemitraan strategis khusus mereka.

Indonesia tidak hanya menjadi negara tujuan ekspor pertama pesawat tempur Korea Selatan seperti KT-1 dan T-50, namun juga menjadi penerima eksklusif ekspor kapal selam Korea Selatan. Selain itu, negara ini juga mempunyai keunggulan sebagai mitra ekspor pertahanan utama di kawasan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Tenggara.

Kedua pemimpin memberikan penekanan khusus pada perlunya kolaborasi erat agar berhasil menyelesaikan proyek pengembangan bersama jet tempur KF-21.

Proyek KF-21 memerlukan penelitian kolaboratif dan pengembangan jet tempur generasi 4,5 oleh Korea Selatan dan Indonesia. Terdapat kontroversi di masa lalu mengenai kontribusi yang belum dibayar dari pihak Indonesia terkait dengan proyek ini. Pengembangan jet tempur generasi 4,5 ini menelan biaya sebesar 8,8 triliun won, dengan kontribusi Indonesia sebesar 20 persen dari total biaya.

Kunjungan Yoon ke Indonesia terutama bertujuan untuk berpartisipasi dalam KTT tahunan ASEAN. Selama KTT dan berbagai pertemuan di sela-sela rapat, ia secara terbuka menyatakan penolakannya terhadap potensi perdagangan senjata antara Korea Utara dan Rusia.

Ia juga mendesak Tiongkok dan Rusia, yang memegang hak veto di Dewan Keamanan PBB, untuk secara aktif terlibat dalam upaya kolaboratif yang bertujuan mengatasi meningkatnya ancaman rudal dan nuklir yang berasal dari Korea Utara.

Selain tujuan diplomatik, kunjungan ini juga mempunyai arti penting sebagai acara peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Korea Selatan dan Indonesia.

Setelah KTT di Indonesia, Yoon berangkat ke New Delhi untuk berpartisipasi dalam KTT G-20. Di antara para pemimpin KTT G-20 adalah Amerika Serikat dan Jepang. Yoon diperkirakan akan melakukan diplomasi berorientasi nilai pada pertemuan puncak tersebut, yang bertujuan untuk memperkuat persatuan dengan negara-negara yang berpikiran sama.

Yoon juga dijadwalkan mengadakan pertemuan puncak bilateral dengan Perdana Menteri India Narendra Modi, dengan diskusi seputar strategi untuk meningkatkan hubungan ekonomi dan keamanan. (dam)

Tags: kerja sama ekonomiPertahanan BilateralRI-Korsel

Berita Terkait.

Armada Laut Jadi Andalan, Pertamina Jaga Napas Energi Nusantara
Ekonomi

Armada Laut Jadi Andalan, Pertamina Jaga Napas Energi Nusantara

Minggu, 12 April 2026 - 21:01
Dua Raksasa Kripto Dunia Masuk Vietnam, CAEX Siap Jadi Bursa Teregulasi Baru
Ekonomi

Dua Raksasa Kripto Dunia Masuk Vietnam, CAEX Siap Jadi Bursa Teregulasi Baru

Minggu, 12 April 2026 - 17:31
Pasar-Murah
Ekonomi

Gerak Cepat Pertamina: Program Pasar Murah Sasar Warga Rentan di Seluruh Indonesia

Minggu, 12 April 2026 - 15:08
uMiMax
Ekonomi

Program UMiMAX Pertamina Bantu Rakyat Bangkit dan Berdaya Ekonomi

Minggu, 12 April 2026 - 09:02
RKAB Seret, B50 Bebani Operasi dan PHK Mulai Terjadi di Tambang
Ekonomi

RKAB Seret, B50 Bebani Operasi dan PHK Mulai Terjadi di Tambang

Sabtu, 11 April 2026 - 13:31
PLN NP-VOGO ARSTROMA Kolaborasi, Indonesia Dibidik Jadi Basis Produksi Teknologi Karbon
Ekonomi

PLN NP-VOGO ARSTROMA Kolaborasi, Indonesia Dibidik Jadi Basis Produksi Teknologi Karbon

Sabtu, 11 April 2026 - 10:22

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2444 shares
    Share 978 Tweet 611
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    829 shares
    Share 332 Tweet 207
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    808 shares
    Share 323 Tweet 202
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    791 shares
    Share 316 Tweet 198
  • Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.