• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Rendahnya Skrining Pengaruhi Tingginya Kanker Serviks

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Minggu, 20 Agustus 2023 - 05:30
in Gaya Hidup
Ilustrasi. Foto: Dok. siloamhospitals

Ilustrasi. Foto: Dok. siloamhospitals

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Guru Besar Bidang Ilmu Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr. dr. Junita Indarti menyebutkan rendahnya angka skrining yang dilakukan masyarakat mempengaruhi tingginya angka kejadian kanker serviks.

“Tingginya angka kejadian kanker serviks di Indonesia dipengaruhi oleh cakupan skrining yang masih rendah,” katanya dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (19/8).

BacaJuga:

Hadapi Gugatan, Kabar Min Hee Jin Tinggalkan NewJeans Kejutkan Warganet

Drama SBS “Sold Out on You” Curi Perhatian Penonton Lewat Beragam Kisah Cintanya

Streamer dan Influencer Trisha Paytas, Jadi Perbincangan Usai Debut Lagu K-Pop Picu Kontroversi

Junita mengungkapkan data dari Profil Kesehatan Indonesia tahun 2021, kanker serviks menempati peringkat kedua setelah kanker payudara, yaitu sebanyak 36.633 kasus atau 17,2 persen dari seluruh kanker pada wanita.

Jumlah tersebut, kata dia, memiliki angka mortalitas yang tinggi sebanyak 21.003 kematian atau 19,1 persen dari seluruh kematian akibat kanker.

Hingga tahun 2021, sambungnya, hanya 6,83 persen perempuan usia 30–50 tahun yang menjalani pemeriksaan skrining dengan metode IVA, sedangkan pada tahun 2023, cakupan skrining kanker serviks di Indonesia hanya mencapai 7,02 persen dari target 70 persen.

“Apabila tidak ditangani dengan efektif, angka kanker serviks meningkat dan menyebabkan beban sosio-ekonomi yang besar serta penurunan kualitas hidup individu,” tegasnya.

Junita memaparkan upaya Indonesia dalam percepatan pencegahan kanker serviks berkaitan dengan lima pilar transformasi sistem kesehatan yang mencakup transformasi layanan primer, layanan rujukan, sistem pembiayaan kesehatan, sumber daya manusia (SDM) kesehatan, dan teknologi kesehatan.

Kelima pilar tersebut, kata dia, dapat mendukung dua strategi pencegahan kanker serviks, yaitu pencegahan primer dengan imunisasi vaksin Human Papillomavirus (HPV) dan pencegahan sekunder dengan deteksi dini kanker serviks.

Menurutnya, Metode skrining dan pendekatan pencegahan yang inovatif perlu dikembangkan agar lebih efektif, terjangkau, dan mudah diakses.

Oleh karena itu, dia mengusulkan agar pemerintah menggunakan metode skrining tes DNA HPV, yang sudah digunakan di beberapa negara maju karena lebih efektif dalam mendeteksi lesi prakanker dengan sensitivitas pemeriksaan DNA HPV yang sangat tinggi, yaitu 80–98 persen, dan dapat diambil melalui sampel urine.

“Pemeriksaan dengan sampel urine ini dapat mengakomodasi pasien yang belum terskrining karena berbagai faktor penghambat,” tutur Junita.

Mengingat kanker serviks memiliki dampak yang luas, menurut Junita, diperlukan regulasi yang lebih tegas, yang mengharuskan perempuan memeriksakan diri secara rutin.

“Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, rumah sakit, puskesmas, organisasi profesi, serta masyarakat menjadi sangat penting demi terwujudnya kesehatan dan kualitas hidup yang lebih baik bagi perempuan Indonesia,” kata Prof. Dr. dr. Junita Indarti. (bro)

Tags: kanker servikskesehatanSkrining

Berita Terkait.

min
Gaya Hidup

Hadapi Gugatan, Kabar Min Hee Jin Tinggalkan NewJeans Kejutkan Warganet

Jumat, 22 Mei 2026 - 04:04
sbs
Gaya Hidup

Drama SBS “Sold Out on You” Curi Perhatian Penonton Lewat Beragam Kisah Cintanya

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:20
trisha
Gaya Hidup

Streamer dan Influencer Trisha Paytas, Jadi Perbincangan Usai Debut Lagu K-Pop Picu Kontroversi

Jumat, 22 Mei 2026 - 00:30
Saat Seni Difabel Menembus Ruang Profesional dan Pasar
Gaya Hidup

Saat Seni Difabel Menembus Ruang Profesional dan Pasar

Kamis, 21 Mei 2026 - 23:23
bae
Gaya Hidup

Bakalan Seru, Bae In Hyuk Digadang Bintangi Drama Baru “Protect Me”

Kamis, 21 Mei 2026 - 22:14
Serahkan Sertipikat Hak Pakai untuk Lemhannas RI, Menteri Nusron: Perkuat Kepastian Hukum Aset Negara
Gaya Hidup

Penampakan Camouflage Car Leapmotor B10 Curi Perhatian di Jakarta, Hadirkan Giveaway Dinner Eksklusif untuk Publik

Kamis, 21 Mei 2026 - 22:04

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    2826 shares
    Share 1130 Tweet 707
  • Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jaksel dan Jaktim

    1221 shares
    Share 488 Tweet 305
  • Diduga Terlibat Kasus Narkoba, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Polda Kaltim

    805 shares
    Share 322 Tweet 201
  • Gempa Bumi Dangkal Magnitudo 4,4 Guncang Trenggalek di Jawa Timur

    731 shares
    Share 292 Tweet 183
  • IPA Convex 2026, Momentum Besar Industri Migas Menjawab Ancaman Krisis Energi

    829 shares
    Share 332 Tweet 207
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.