• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Ini Saran Psikolog tentang Cara Memilih Permainan untuk Anak

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Rabu, 19 Juli 2023 - 02:02
in Gaya Hidup
psikolog

Ilustrasi anak dan orang tua yang sedang bermain. (ANTARA/Pixabay.com/Albertfotofilms)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Psikolog Klinis dan Keluarga dari Universitas Gadjah Mada Pritta Tyas, M.Psi, Psikolog memberikan beberapa penjelasan untuk orang tua agar mereka dapat memilih dan menyimpan alat permainan sesuai dengan usia dan tahap tumbuh kembangnya, terutama untuk anak usia dini (3 – 8 tahun).

Pritta dalam sebuah diskusi di Jakarta pada Selasa, mengatakan ada beberapa bagian perkembangan anak, salah satunya adalah bagian perkembangan kemampuan bahasa sehingga orang tua disarankan memilih permainan yang mendorong anak untuk aktif berbicara.

BacaJuga:

Penggemar NCT Kirim Truk Protes ke SM Entertainment, Ancam Berhenti Dukung Grup karena Singgung Mantan Member

Young K DAY6 Resmi Umumkan Comeback Solo Lewat Album Penuh Kedua “YOUNGEST”

KARD Resmi Akhiri Aktivitas Grup, Album Terakhir dan Tur Dunia Jadi Momen Perpisahan

“Misalnya, bermain pura-pura menjadi dokter, masak-masakkan, main jual-beli, pokoknya sesuatu yang membuat mereka bercerita, mengarang sesuatu, dan belajar mengkomunikasikannya,” ujar Pritta.

Pritta menyebutkan bahwa bagian perkembangan anak yang tidak boleh terlewat adalah bagian sosial emosional anak yang dapat dibentuk salah satunya ketika orang tua menemani anak bermain dan menjalin keakraban terhadap mereka.

Orang tua dapat terlibat aktif dengan memilih permainan yang dapat merangsang sisi sosial dan emosional mereka. Misalnya, permainan dengan mobil-mobilan, rumah-rumahan, dan lainnya.

“Orang tua dapat bermain bersama anak untuk meningkatkan kedekatan dengan mereka, sehingga anak memiliki kepercayaan dan menganggap orang tua memiliki pandangan yang sama dengan mereka,” kata Pritta.

Selain itu, permainan pada anak juga perlu mengedepankan pertumbuhan motorik, baik motorik kasar maupun motorik halus pada mereka. Untuk anak usia dini, durasi permainan dengan gerakan yang dibutuhkan minimal tiga jam per hari.

Supaya motorik pada anak tetap terstimulasi dengan baik, orang tua dapat mengajak anak melakukan permainan yang membutuhkan gerakan.

“Misalnya, bermain puzzle agar motorik halus pada anak tetap terlatih, atau bermain sepeda di sekitar perumahan,” jelas Pritta.

Setelah memilih permainan yang sesuai dengan usia anak, langkah berikutnya yang harus orang tua perhatikan adalah menyimpan alat permainan. Menurut Pritta, anak usia dini memiliki keterbatasan dalam beberapa hal, seperti ukuran tinggi badan dan kekuatan fisik yang mereka miliki.

Oleh sebab itu, ada beberapa hal yang dapat diperhatikan orang tua agar anak dapat dengan mudah menyimpan alat permainan mereka setelah digunakan.

Pertama, letakkan alat permainan anak di rak terbuka, sehingga mengundang anak untuk aktif bermain dan hindari meletakkan alat permainan dalam kotak tertutup.

Lalu, perhatikan tinggi rak mainan anak dan pastikan anak dapat dengan mudah mengambil dan mengembalikan mainannya, sehingga dapat melatih kemandirian anak.

“Jadi anak tidak akan kesulitan saat mengambil alat permainan miliknya,” jelas Pritta seperti dikutip dari Antara, Selasa (18/7/2023) .

Selain itu, kategorikan permainan anak seperti piisahkan penempatan puzzle, alat prakarya, permainan sensori dan permainan lainnya. Tujuannya agar memudahkan anak untuk memilih alat permainannya dan merangsang suasana hati anak untuk bermain.

Orang tua dapat memberikan area bermain yang cukup luas bagi anak, seperti area di lantai. Pada beberapa jenis permainan, anak akan lebih leluasa bila memainkan permainan di lantai dibandingkan bermain dengan menggunakan meja dan kursi.

Sementara itu, hindari terlalu banyak penggunaan warna dalam dekorasi ruangan. Sebaiknya, gunakan warna yang nyaman pada mata anak dan tidak menimbulkan overstimulasi, seperti warna natural kayu, putih, atau warna lembut lainnya.

Orang tua juga dapat merotasikan atau mengganti alat permainan secara berkala.

“Hal tersebut dapat dilakukan jika anak terlihat bosan, merasa permainan tersebut terlalu mudah, atau sudah tidak tertarik memainkannya kembali,” pungkas Pritta. (mg1)

Tags: anakPermainan untuk AnakPsikolog

Berita Terkait.

NCT-Dream
Gaya Hidup

Penggemar NCT Kirim Truk Protes ke SM Entertainment, Ancam Berhenti Dukung Grup karena Singgung Mantan Member

Selasa, 7 Juli 2026 - 03:03
Young-K
Gaya Hidup

Young K DAY6 Resmi Umumkan Comeback Solo Lewat Album Penuh Kedua “YOUNGEST”

Selasa, 7 Juli 2026 - 01:31
KARD
Gaya Hidup

KARD Resmi Akhiri Aktivitas Grup, Album Terakhir dan Tur Dunia Jadi Momen Perpisahan

Senin, 6 Juli 2026 - 23:09
Ahn-Bo-Hyun
Gaya Hidup

Ahn Bo Hyun Menyamar Jadi Musisi Mariachi di Meksiko demi Tangkap Tersangka dalam Flex X Cop 2

Senin, 6 Juli 2026 - 22:08
korea
Gaya Hidup

Drama Jepang Baru Chae Jong Hyeop Konfirmasi Tanggal Tayang Perdana dan Rilis Teaser

Senin, 6 Juli 2026 - 13:13
aldi
Gaya Hidup

Bikin Publik Heboh! Sangwon ALD1 Terang-terangan Puji Rora BABYMONSTER: “Kamu Sudah Cantik Sekarang”

Senin, 6 Juli 2026 - 12:32

BERITA POPULER

  • brace

    Hasil Piala Dunia: Brace Haaland Antar Norwegia Singkirkan Brasil dan Cetak Sejarah

    917 shares
    Share 367 Tweet 229
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2270 shares
    Share 908 Tweet 568
  • Portugal vs Kroasia: Martinez Sebut Ronaldo dan Modric Berada di Atas Keraguan Publik

    853 shares
    Share 341 Tweet 213
  • Gempa Bumi Dangkal M 4,0 Guncang Palu, BMKG: Kedalaman Hiposenter 2 Km

    779 shares
    Share 312 Tweet 195
  • Cuaca di Jakarta Didominasi Cerah, Sebagian Wilayah Jaksel dan Jakbar Berpotensi Hujan

    778 shares
    Share 311 Tweet 195
Ronaldo
Olahraga

Jelang Hadapi Spanyol, Ronaldo Fokus Nikmati Piala Dunia Terakhirnya

Editor Dilianto
Senin, 6 Juli 2026 - 19:15

INDOPOSCO.ID - Megabintang Timnas Portugal Cristiano Ronaldo enggan memusingkan laga hidup-mati melawan Timnas Spanyol di babak 16 besar Piala Dunia...

SelengkapnyaDetails
Piala Dunia 2026: Ronaldo Pede Rekor Bagusnya Bisa Redam Spanyol

Piala Dunia 2026: Ronaldo Pede Rekor Bagusnya Bisa Redam Spanyol

Senin, 6 Juli 2026 - 18:25
Haaland Usai Norwegia Depak Brasil di Piala Dunia: Sejarah Ini Dikenang Selamanya

Haaland Usai Norwegia Depak Brasil di Piala Dunia: Sejarah Ini Dikenang Selamanya

Senin, 6 Juli 2026 - 16:46
Piala Dunia 2026: Runtuhkan Keangkeran Azteca, Tuchel Bangga dengan Tekad Skuad Inggris

Piala Dunia 2026: Runtuhkan Keangkeran Azteca, Tuchel Bangga dengan Tekad Skuad Inggris

Senin, 6 Juli 2026 - 15:01
Antar Prancis Singkirkan Paraguay, Mbappe Tegaskan Les Bleus Tak Hanya Jago Menyerang

Antar Prancis Singkirkan Paraguay, Mbappe Tegaskan Les Bleus Tak Hanya Jago Menyerang

Minggu, 5 Juli 2026 - 21:27
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.