• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Ini Dampak Anak Kecanduan Gawai dan Cara Mengatasinya

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Senin, 10 Juli 2023 - 06:27
in Gaya Hidup
Ilustrasi anak yang bermain gawai (ANTARA/UNAIR News)

Ilustrasi anak yang bermain gawai (ANTARA/UNAIR News)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pada era kemajuan teknologi seperti saat ini, anak-anak banyak menghabiskan waktunya memainkan gawai sehingga orang tua perlu memperhatikan tanda-tanda kecanduan gawai dan dampak yang dihasilkannya.

Menurut riset yang dilakukan oleh Common Sense Media, dikutip dari Hindustan Times pada Minggu (9/7), anak-anak berusia 8 hingga 12 tahun menghabiskan waktu 5,5 jam per hari untuk memainkan gawai.

BacaJuga:

Ubah Stigma Jadi Percaya Diri, Kampanye Edukasi Mata Juling JEC Raih Marketeers OMNI Brands of the Year 2026

Bridgestone Indonesia Raih Sertifikat AEO di Usia Emas 50 Tahun, Perkuat Posisi di Perdagangan Global

The8 dan Vernon Ungkap Alasan SEVENTEEN Umumkan Perpanjangan Kontrak Lebih Awal, demi Tenangkan CARAT

“Anak-anak tumbuh dan hidup dikelilingi oleh banyak perangkat digital, yang merupakan bagian integral dari kehidupan sehari-hari mereka, mulai dari ponsel pintar, tablet, laptop, hingga konsol gim. Risiko potensial berkaitan dengan waktu di depan layar yang berlebihan pada anak-anak,” kata psikolog dan aktivis kesehatan mental, Dr. Arvind Otta.

Arvind menambahkan, anak-anak yang berusia 6 tahun ke atas harus membatasi waktu memainkan gawai tidak lebih dari 2 jam per hari. Jika melebihi ketentuan tersebut akan berbahaya bagi proses perkembangan anak.

Cahaya biru yang dihasilkan oleh layar gawai dapat mempengaruhi produksi hormon melatonin yang mengatur pola tidur. Oleh karena itu jika sering terpapar cahaya layar berdampak pada terganggunya pola tidur, berkurangnya kualitas tidur, dan menyebabkan kelelahan saat siang hari.

Lebih lanjut Arvind menjelaskan, kekurangan tidur menyebabkan risiko iritasi, kesulitan berkonsentrasi, masalah ingatan, pengaturan suasana hati, dan lainnya.

Arvind menyebutkan tanda-tanda bahwa anak mengalami kecanduan bermain gawai antara lain mulai mengganggu aktivitas sehari-hari seperti mengerjakan PR, aktivitas di luar ruangan, dan aktivitas kreatif lainnya. Selain itu keadaan emosional dan perilaku anak-anak mengalami perubahan.

Jika terpapar oleh konten agresif atau tidak layak untuk umurnya, maka akan menyebabkan anak-anak berperilaku kasar atau mudah cemas serta dapat menurunkan kognitifnya yang berdampak pada performa akademik di sekolah.

Arvind memberikan beberapa kiat untuk mengatur waktu penggunaan gawai oleh anak agar mencegah timbulnya kecanduan.

Orang tua perlu membuat aturan jelas dan mengatur batas waktu yang diizinkan untuk anak dalam mengakses gawainya. Orang tua dapat membantu memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang konsekuensi penggunaan gawai secara berlebihan. Hal tersebut dapat membantu anak-anak memahami pentingnya membuat batasan dengan penggunaan platform digital.

Cara lain yang bisa diterapkan yaitu membuat zona bebas gawai di rumah contohnya di ruang belajar, ruang makan, atau kamar tidur. Membuat zona bebas gawai dapat mengalihkan anak-anak dari gawainya.

Ketika anak tengah memainkan gawai, sebaiknya orang tua perlu menemani karena dapat membantu mengembangkan ikatan hubungan antara orang tua dan anak.

Mengajak anak untuk melakukan aktivitas fisik dan permainan kreatif juga merupakan langkah efektif untuk mengurangi waktu penggunaan gawai karena selain dapat melatih fisik mereka, kegiatan tersebut juga berdampak positif pada kemampuan kognitif anak.

“Secara rutin mengawasi penggunaan media digital pada anak merupakan hal penting untuk menjaga kesejahteraannya. Orang tua dapat segera melakukan intervensi jika mereka menemukan masalah dan tetap mengetahui tentang aktivitas daring anak mereka demi melindunginya dari potensi bahaya,” ujar Arvind. (bro)

Tags: anakgawaiKecanduan Gawaitips

Berita Terkait.

Jajaran
Gaya Hidup

Ubah Stigma Jadi Percaya Diri, Kampanye Edukasi Mata Juling JEC Raih Marketeers OMNI Brands of the Year 2026

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:28
Penghargaan
Gaya Hidup

Bridgestone Indonesia Raih Sertifikat AEO di Usia Emas 50 Tahun, Perkuat Posisi di Perdagangan Global

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:35
member
Gaya Hidup

The8 dan Vernon Ungkap Alasan SEVENTEEN Umumkan Perpanjangan Kontrak Lebih Awal, demi Tenangkan CARAT

Kamis, 25 Juni 2026 - 03:33
ahn
Gaya Hidup

Ahn Young Mi Kembali Dituding Lakukan “Wisata Kelahiran”, Agensi Tegaskan Anak Kedua akan Lahir di Korea Selatan

Kamis, 25 Juni 2026 - 02:22
jang
Gaya Hidup

Jang Wonyoung IVE Bikin Penggemar Terpesona, Visual Cantiknya di Pantai Saat Sunset Jadi Sorotan

Kamis, 25 Juni 2026 - 01:11
jun
Gaya Hidup

Jungkook BTS Balas Komentar Sinis Soal Anime, Jawaban Singkatnya Bikin ARMY Bersorak

Kamis, 25 Juni 2026 - 00:40

BERITA POPULER

  • Ronaldo

    Hasil Piala Dunia: Ronaldo Pimpin Portugal Berpesta, Inggris Kehilangan Taji di Hadapan Ghana

    1603 shares
    Share 641 Tweet 401
  • Hasil Piala Dunia: Portugal Libas Uzbekistan 5-0, Martinez Sanjung Habis Cristiano Ronaldo

    1478 shares
    Share 591 Tweet 370
  • Los Blancos Makin Ganas! Rekrut 2 Bintang Tanpa Mahar, Kini Incar Bek Inter

    1134 shares
    Share 454 Tweet 284
  • Hasil Piala Dunia: Spanyol Bantai Arab Saudi, VAR Selamatkan Belgia dari Kekalahan

    923 shares
    Share 369 Tweet 231
  • Hasil Piala Dunia: Kuasai Bola 78 Persen tapi Mandul, Tuchel Akui Inggris Bermain Terlalu Hati-hati Kontra Ghana

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
Maseko
Olahraga

Hasil Piala Dunia: Korsel Tumbang dari Afrika Selatan, Hong Myung-bo: Ini Tanggung Jawab Saya!

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 25 Juni 2026 - 12:14

INDOPOSCO.ID - Pelatih Timnas Korea Selatan Hong Myungbo tidak puas setelah timnya kalah 0-1 atas Timnas Afrika Selatan pada laga...

SelengkapnyaDetails
Timnas-Afsel

Hasil Piala Dunia Grup A: Meksiko Tak Terbendung, Afsel Ukir Sejarah

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:43
Cunha

Hasil Piala Dunia : Bantai Skotlandia 3-0, Matheus Cunha: Kepercayaan Diri Brasil Telah Kembali

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:52
Pemain-Maroko

Hasil Piala Dunia Grup C: Maroko Temani Brasil ke 32 Besar, Skotlandia Menanti Keajaiban

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:41
Promise-David

Kanada Kalah dari Swiss, Jesse Marsch Tetap Puji Aksi Pemain Cadangan

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:21
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.