• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Memperbaiki Pola Hubungan Orang Tua Dengan Anak

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 28 Mei 2023 - 16:00
in Gaya Hidup
Ilustrasi - Membangun kedekatan emosional ibu dan anak. Foto: ANTARA

Ilustrasi - Membangun kedekatan emosional ibu dan anak. Foto: ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Penyair ternama kelahiran Lebanon Kahlil Gibran mengingatkan para orang tua mengenai hubungan dengan anak.

Gibran menegaskan bahwa anak-anak itu adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri. Meskipun mereka lahir dari kita, mereka bukan milik kita.

BacaJuga:

Oakwood Premier Cozmo Jakarta Hadirkan Pasar Keliling Signature Bazaar, Angkat Karya Pengrajin Lokal

Pererat Hubungan Bisnis dan Kolaborasi, Ambhara Hotel Jakarta Sukses Gelar Corporate Gathering Bertema “Tropical Pool Party”

Geely Gandeng Electronic City, Pajang Starray EM-i dan EX2 di Undian Spesial Berhadiah Mobil Listrik

Kepada anak-anak, kita dapat memberikan cinta, tapi bukan pikiran kita. Mereka telah dibekali pikirannya sendiri oleh Tuhan untuk menjalankan peran aslinya dalam kehidupan.

Gibran juga mengingatkan bahwa orang tua bisa merumahkan raga mereka, tapi bukan jiwanya. Jiwa anak sudah memiliki tempat tinggal di rumah esok yang tidak pernah bisa dikunjungi oleh para orang tua, meskipun hanya dalam mimpi seperti dikutip dari Antara, Minggu (28/5/2023).

Gibran juga mengingatkan bahwa orang tua bisa menjadi seperti anak-anak, tapi jangan mencoba menjadikan mereka seperti orang tua, karena hidup tidak berjalan mundur atau berada pada masa lalu.

Gibran kemudian menggambarkan bahwa orang tua adalah busur tempat anak panah diluncurkan. “Jadikanlah tarikan tangan sang pemanah itu sebagai kegembiraan.”

Kisah nyata berikut ini bisa menjadi gambaran bahwa apa yang diingatkan oleh Gibran masih menjadi persoalan dalam relasi antara orang tua dengan anak.

Seorang gadis yang baru lulus SMA berteman akrab dengan pemuda yang mengarah ke hubungan asmara. Orang tua si gadis tidak suka dengan si pemuda dan keluarganya.

Suatu hari si gadis diketahui baru kembali dari berkunjung ke rumah si pemuda. Sampai di rumah si gadis mendapatkan penghakiman dari orang tua dan keluarga dekatnya. Ia dimarahi dengan pelabelan status sebagai gadis yang bertingkah tidak betul. Seorang gadis berkunjung ke rumah laki-laki dinilai melanggar norma.

Bukan hanya penghakiman biasa, si gadis juga dimarahi dari “segala arah” dan bersamaan, seolah dia telah melakukan pelanggaran norma susila.

Si gadis tentu saja syok. Ia merasa tidak melakukan kesalahan fatal karena pergi ke rumah pemuda itu bersama banyak temannya. Lokasi pertemuan juga tidak di tempat sunyi, tapi di rumah dan orang tua si pemuda juga ada di rumah.

Perasaan gadis belia itu kalut, hancur, dan harga dirinya runtuh. Di tengah kekalutan pikiran itu, dia kemudian memilih minggat. Pikiran dan perasaannya berkesimpulan bahwa di rumah itu ia tidak menemukan kedamaian. Bahkan, ia merasa tidak pantas berada bersama dengan orang tuanya.

Mendapati kenyataan itu, orang tua si gadis bingung. Kekalutan yang awalnya dialami si gadis kini berpindah ke jiwa dan pikiran orang tuanya.

Cerita di atas merupakan salah satu gejala dari pola hubungan orang tua dengan anak yang kurang sehat.

Pola relasi satu arah dalam keluarga agaknya perlu menjadi perhatian bersama. Saat ini zaman sudah berubah dan hal itu berimplikasi pada pola pendidikan anak dalam keluarga. Sesuai petuah Gibran, anak bukanlah milik orang tua. Anak adalah milik zaman yang pola pengunduhan pengetahuan dan perjalanan jiwanya berbeda dengan orang tuanya.

Komunikasi satu arah, di mana orang tua hanya berbicara ketika ingin menanamkan nilai-nilai atau saat hanya perlu kepada anaknya, sudah ketinggalan zaman. Apalagi, jika komunikasi orang tua pada anaknya hanya dalam bentuk marah-marah.

Saat ini, orang tua harus belajar masuk ke dalam dunia anak, bukan sebaliknya, anak dipaksa untuk memahami keadaan orang tua. Komunikasi dua arah yang menempatkan kondisi jiwa anak merasa nyaman adalah pola pendidikan yang sesuai dengan zaman saat ini.

Dengan cara seperti itu, harga diri anak tidak runtuh, sekaligus menanamkan kesadaran pada anak untuk juga menghargai orang tua dengan tulus.

Pada keseharian, orang tua harus banyak berbicara dengan anak, meskipun topiknya hal-hal sepele, seperti bagaimana pengalaman anak di sekolah bersama teman dan gurunya. Atau bagaimana ketika anak membeli makanan di kantin sekolah. Anak harus dibiasakan mengungkapkan perasaannya kepada orang tua dengan rasa nyaman dan aman.

Dengan demikian, ketika anak menghadapi persoalan di luar rumah, termasuk dalam urusan asmara, ia akan merasa nyaman mengungkapkan curahan hati (curhat) kepada orang tuanya.

Kebiasaan anak curhat kepada orang tuanya merupakan pilihan yang aman daripada anak curhat kepada orang lain yang berkemungkinan akan menerima solusi yang tidak tepat.

Dengan pola komunikasi yang orang tua memberikan penghargaan nyata (terlihat) kepada si anak, anak juga banyak belajar untuk menghargai secara tulus kepada orang tuanya. Anak akan berpikir seribu kali untuk mengkhianati kepercayaan yang telah diberikan oleh orang tuanya.

Bagi sebagian orang, mungkin akan merasa kesulitan untuk memulai komunikasi dua arah dengan anak. Hal yang bisa dimulai adalah mendengarkan dengan tulus ketika anak bercerita sesuatu, dengan tanpa penyimpulan sepihak, apalagi dengan menghakimi.

Ketika anak bercerita sesuatu, sebetulnya ia tidak sedang memerlukan solusi. Anak hanya perlu didengarkan. Anak hanya perlu diperhatikan.

Keterampilan mendengarkan cerita orang lain, khususnya cerita dari anak, merupakan keterampilan jiwa yang khusus dan perlu dilatih.

Ketika anak bercerita tentang pengalaman hidup atau perasaan, tahanlah untuk menyimpulkan, apalagi kemudian menghakimi dan memotong cerita anak. Kembalilah kepada kesadaran bahwa anak hanya ingin didengar.

Dalam kaidah agama, Sahabat Rasulullah, Ali bin Abi Thalib, mengingatkan agar anak dididik sesuai dengan zamannnya, bukan sesuai dengan zaman si orang tua.

Ayah, ibu, mari kita dengarkan anak-anak bercerita tentang dunianya. Cerita itu, mungkin sepele bagi pikiran orang dewasa, tapi istimewa dan penting untuk didengar bagi jiwa si anak. (mg1)

Tags: anakHubunganOrang TuaOrang Tua dan Anak

Berita Terkait.

Oakwood Premier Cozmo Jakarta Hadirkan Pasar Keliling Signature Bazaar, Angkat Karya Pengrajin Lokal
Gaya Hidup

Oakwood Premier Cozmo Jakarta Hadirkan Pasar Keliling Signature Bazaar, Angkat Karya Pengrajin Lokal

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:03
ambhara
Gaya Hidup

Pererat Hubungan Bisnis dan Kolaborasi, Ambhara Hotel Jakarta Sukses Gelar Corporate Gathering Bertema “Tropical Pool Party”

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:05
Geely Gandeng Electronic City, Pajang Starray EM-i dan EX2 di Undian Spesial Berhadiah Mobil Listrik
Gaya Hidup

Geely Gandeng Electronic City, Pajang Starray EM-i dan EX2 di Undian Spesial Berhadiah Mobil Listrik

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:03
Mayapada Neuro Connect 2026 Hadirkan Lebih dari 2 Ribu Dokter, Bahas Inovasi Penanganan Penyakit Saraf
Gaya Hidup

Mayapada Neuro Connect 2026 Hadirkan Lebih dari 2 Ribu Dokter, Bahas Inovasi Penanganan Penyakit Saraf

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:34
MITTE Bintaro: Ketika Kuliner Nusantara Bertemu Ruang Hijau
Gaya Hidup

MITTE Bintaro: Ketika Kuliner Nusantara Bertemu Ruang Hijau

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:32
asian
Gaya Hidup

theAsianparent Awards 2026 Umumkan Produk Ibu dan Anak Pilihan Keluarga Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:25

OLAHRAGA

Raih 15 Emas di Asian Para Games 2026, Ketua DPR: Jadi Inspirasi Generasi Muda
Olahraga

Raih 15 Emas di Asian Para Games 2026, Ketua DPR: Jadi Inspirasi Generasi Muda

Editor Dilianto
Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:21

INDOPOSCO.ID – Ketua DPR RI Puan Maharani mengapresiasi perjuangan Kontingen Indonesia yang berhasil meraih 15 medali emas pada Asian Para...

SelengkapnyaDetails
OCA Tetapkan Jadwal Baru AIMAG, Indonesia Siap Berlaga di Riyadh

OCA Tetapkan Jadwal Baru AIMAG, Indonesia Siap Berlaga di Riyadh

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:35
timnas

Resmi Dirilis, Ini Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:10
amin

Raih 73 Medali di Asian Para Games 2026, Atlet Indonesia Didorong Dapat Apresiasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:06
kane

Harry Kane Sabet Ballon d’Or 2026, Ungguli Mbappe dan Lamine Yamal

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:36

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5074 shares
    Share 2030 Tweet 1269
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1249 shares
    Share 500 Tweet 312
  • Eks Konsesi TPL Seluas 638 Hektare di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani Lewat Perhutanan Sosial

    976 shares
    Share 390 Tweet 244
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    968 shares
    Share 387 Tweet 242
  • Gempa Bumi Dangkal Getarkan Aceh Tenggara, BMKG: Kedalaman Hiposenter 3 Km

    933 shares
    Share 373 Tweet 233
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.