• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Mengenal Bahaya Karsinogenik dari TAR

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Selasa, 21 Maret 2023 - 17:15
in Gaya Hidup
Ilustrasi. (Pexels)

Ilustrasi. (Pexels)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ahli toksikologi sekaligus dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (UNAIR), Shoim Hidayat, menjelaskan TAR berbeda jauh dengan nikotin, khususnya dari sisi bahaya yang ditimbulkan.

Menurut Shoim dalam siaran pers pada Selasa (21/3), TAR adalah zat kimia dan partikel padat (solid carbon) yang dihasilkan dari proses pembakaran pada rokok. Senyawa ini bersifat karsinogenik atau dapat menyebabkan kanker serta dapat memicu berbagai penyakit berbahaya yang diakibatkan oleh kebiasaan merokok.

BacaJuga:

Kembali ke HYBE, Hyein NewJeans Tunjukkan Pesona di Sampul Majalah

Jelang “Spooky In Love” Tamat, Rating “Flex X Cop 2” Capai Rekor Baru

Resmi Bergabung dengan Agensi BILLIONS, Yoo Ah In Bersiap Comeback Akting Usai Sempat Tersandung Kasus

“Ada ribuan senyawa kimia dalam asap rokok, beberapa di antaranya memang bersifat karsinogenik, seperti TAR. Jadi, bahan kimia dalam TAR inilah yang memicu penyakit berbahaya yang diakibatkan oleh kebiasaan merokok,” kata Shoim.

Mengacu kepada National Cancer Institute Amerika Serikat, TAR mengandung berbagai senyawa karsinogenik yang dapat memicu kanker paru-paru, emfisema, atau penyakit lainnya. Dari sekitar 7 ribu bahan kimia yang ada di dalam asap rokok, 2 ribu di antaranya terdapat pada TAR.

Tak hanya itu, Shoim melanjutkan, TAR juga dapat meningkatkan risiko penyakit kronis yang berkaitan dengan peredaran darah pada jantung maupun diabetes. Sebab, zat kimia dalam TAR yang diabsorbsi oleh paru-paru akan mengalir ke peredaran darah.

“Namun belum banyak penelitian yang membuktikan bahwa TAR bisa menyebabkan jantung dan diabetes. Penyebab suatu penyakit sering kali sangat kompleks,” ucapnya.

Di sisi lain, Shoim mengatakan nikotin tidak bersifat karsinogenik. Nikotin menimbulkan efek ketergantungan. Konsumsi nikotin bisa merangsang sistem otak sehingga menimbulkan perasaan nyaman, tenang, dan sejenisnya. Selain tembakau, nikotin juga dapat ditemukan pada beberapa tanaman lainnya, seperti kentang, terong, dan tomat, tetapi konsentrasinya masih kecil.

“Ketergantungan nikotin sama seperti ketagihan minum kopi. Perokok sebenarnya hanya mencari efek nikotinnya. Nikotin akan berbahaya jika dikonsumsi berlebihan, bisa bikin pusing,” tuturnya.

Secara terpisah, peneliti dari Departemen Kimia Institut Pertanian Bogor (IPB), Mohammad Khotib, menambahkan masyarakat kerap keliru menganggap nikotin sebagai penyebab masalah kesehatan ketimbang TAR. Faktanya, TAR adalah pemicu berbagai penyakit akibat konsumsi rokok.

“Nikotin cenderung bisa menimbulkan adiksi atau ketergantungan, namun kalau TAR bisa memicu kanker karena sifatnya yang karsinogenik,” tegasnya.

Dengan fakta tersebut, Khotib menyarankan perokok dewasa untuk berhenti merokok guna mengurangi paparan TAR. Jika sulit berhenti, maka dapat beralih ke produk tembakau alternatif seperti produk tembakau yang dipanaskan atau rokok elektrik. Sebab, produk tersebut menerapkan sistem pemanasan dengan suhu terkontrol sehingga hanya menghasilkan uap atau aerosol, bukan asap seperti pada rokok. Uap yang dihasilkan dari produk tembakau alternatif tidak mengandung partikel padat.

Berkat penerapan sistem pemanasan, produk tembakau alternatif mampu mengurangi risiko hingga 90 persen-95 persen lebih rendah daripada rokok.

“Sulit menghilangkan konsumsi rokok, tetapi prioritas terpentingnya adalah membuat inovasi yang mengurangi risiko dari rokok, seperti produk tembakau alternatif,” pungkasnya. (bro)

Tags: KarsinogenikkesehatannikotinrokokTAR

Berita Terkait.

12 Tahun Projo, Budi Arie Serukan Pemberantasan Korupsi di Lingkaran Kekuasaan
Gaya Hidup

Kembali ke HYBE, Hyein NewJeans Tunjukkan Pesona di Sampul Majalah

Senin, 24 Agustus 2026 - 00:47
Jelang “Spooky In Love” Tamat, Rating “Flex X Cop 2” Capai Rekor Baru
Gaya Hidup

Jelang “Spooky In Love” Tamat, Rating “Flex X Cop 2” Capai Rekor Baru

Minggu, 23 Agustus 2026 - 22:04
Karhutla Kalsel Makin Membara, 595 Hektare Hangus: Helikopter Turun Tangan
Gaya Hidup

Resmi Bergabung dengan Agensi BILLIONS, Yoo Ah In Bersiap Comeback Akting Usai Sempat Tersandung Kasus

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:07
Karhutla Kalsel Makin Membara, 595 Hektare Hangus: Helikopter Turun Tangan
Gaya Hidup

Siap Sapa Penggemar, Yves Eks LOONA Gelar Tur Solo Asia dan Australia November Mendatang

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:06
Karhutla Kalsel Makin Membara, 595 Hektare Hangus: Helikopter Turun Tangan
Gaya Hidup

Direktur Kreatif ILLIT Kalah Gugatan Hukum Melawan Min Hee Jin

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:05
net
Gaya Hidup

Momen Nostalgia Masa Lalu, G-Dragon Ungkap Kelakuan Idol Pria yang Pernah Sambangi Asrama Dara 2NE1

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:02

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.