• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Kesehatan Pria Jadi Alasan Pasangan Putuskan ‘Childfree’

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Jumat, 10 Maret 2023 - 18:36
in Gaya Hidup
Tangkapan layar Dokter Kandungan dari RSIA Tambak Jakarta Fita Maulina dalam Waktu Indonesia Berencana (WIB) BKKBN yang disiarkan di Jakarta, Jumat (10/3/2023). (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)

Tangkapan layar Dokter Kandungan dari RSIA Tambak Jakarta Fita Maulina dalam Waktu Indonesia Berencana (WIB) BKKBN yang disiarkan di Jakarta, Jumat (10/3/2023). (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dokter Kandungan dari RSIA Tambak Jakarta Fita Maulina menyatakan bahwa kesehatan pria bisa menjadi salah satu faktor pasangan terpaksa memutuskan melakukan childfree atau memilih untuk tidak mempunyai anak.

“Kalau orang awam mendengar childfree itu biasa langsung negative thinking. Padahal, banyak pasangan tidak menginginkannya, tapi ada keterbatasan lain yang tidak bisa diungkapkan,” kata Fita dalam Waktu Indonesia Berencana (WIB) BKKBN yang disiarkan di Jakarta, Jumat (10/3).

BacaJuga:

FFI 2026: Anak Muda Makin Sadar Finansial, tapi Dana Darurat Masih Jadi PR

Jangkau 31 Juta Anak, Nestlé Pertegas Komitmen Gizi Sehat

Aichi-Nagoya dalam “Survival Mode”, CdM Minta Tim Indonesia Tak Kehilangan Fokus

Fita menuturkan fenomena childfree sudah ada sejak lama dan memang sudah banyak dijalankan oleh masyarakat di luar negeri. Di Indonesia, beberapa figur publik mulai mengikuti hal serupa. Namun, dikarenakan masih cukup asing pada masyarakat, banyak pihak menilai bahwa keputusan tersebut diambil hanya berdasarkan kondisi perempuan saja.

Sebenarnya, keputusan memilih childfree merupakan keputusan dari kedua belah pihak karena sebuah faktor tertentu dan biasanya bersifat privasi. Salah satunya adalah terkait dengan kondisi kesehatan pria.

Dalam beberapa kasus, ada pasangan yang memutuskan childfree, karena pihak pria yang menginginkannya akibat memiliki riwayat penyakit keturunan seperti down syndrome, ada riwayat kejang atau ayan.

Biasanya hal itu disebabkan pria enggan penyakit mengenai sang anak dan mempengaruhi kepribadian maupun tumbuhkembangnya. Kemudian, ditemukan pula kasus dimana ada pria yang setelah dilakukan analisis sperma, tidak bisa mengeluarkan sperma meski bisa berhubungan seks atau kondisi perempuannya normal.

Kasus lain yang Fita beberkan terjadi pada pasangan yang berusia di atas 40 tahun dan baru menikah. Setelah melangsungkan pemeriksaan kesehatan bersama dokter kandungan, pasangan itu baru mengetahui jika kualitas sperma di usianya itu tidak sebaik ketika di usia muda.

Sehingga, beberapa pasangan memilih childfree, dibandingkan harus memaksakan untuk memiliki anak atau memberikan risiko lebih besar pada kesehatan ibu dan anak yang akan dikandung.

“Sebenarnya usia ideal untuk menikah dalam kedokteran itu 25 sampai 35 tahun, karena dianggap organ reproduksi seseorang sudah sempurna. Ini juga sejalan dengan imbauan Kemenkes dan BKKBN untuk usia menikah idealnya minimal 21 tahun bagi perempuan dan minimal 25 bagi laki-laki,” katanya.

Fita menambahkan ada juga faktor di luar genetik yang menyebabkan pasangan memilih childfree. Misalnya, karena sang pria pernah mengalami kecelakaan, yang mengenai organ vitalnya dan mempengaruhi produksi sperma.

Bisa pula karena adanya pembengkakan pada pembuluh vena yang ada dalam buah zakar pria (varikokel), yang menyebabkan kualitas spermanya sangat buruk atau bahkan tidak keluar.

Oleh karenanya, Fita meminta masyarakat untuk tidak langsung menghakimi seseorang jika mengambil keputusan childfree. Sebab, penyebabnya cukup sensitif untuk dibahas karena bisa membuka aib keluarga.

Hal lain yang ia minta pada pasangan adalah mulai membiasakan diri memeriksakan kesehatannya, ketika sudah merencanakan untuk memiliki anak dan berkonsultasi jika memilih childfree. Dengan bantuan para ahli, diharapkan pasangan bisa menemukan solusi yang tepat sesuai dengan tata laksana kedokteran.

“Jadi, penting untuk bisa tahu latar belakang (kesehatan) suami istri, sangat penting untuk jujur terhadap kondisi kesehatan masing-masing pasangan,” kata Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi itu. (bro)

Tags: ChildfreeDokter KandungankesehatanPria

Berita Terkait.

FFI 2026: Anak Muda Makin Sadar Finansial, tapi Dana Darurat Masih Jadi PR
Gaya Hidup

FFI 2026: Anak Muda Makin Sadar Finansial, tapi Dana Darurat Masih Jadi PR

Sabtu, 19 September 2026 - 11:06
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Banyak Perkara Besar Kita Ambil, tapi Akhirnya Digergaji
Gaya Hidup

Jangkau 31 Juta Anak, Nestlé Pertegas Komitmen Gizi Sehat

Jumat, 18 September 2026 - 19:01
25 Merek Beras Fortifikasi Ditindak, FKBI Desak Pemerintah Tak Berhenti di Pencabutan Izin
Gaya Hidup

Aichi-Nagoya dalam “Survival Mode”, CdM Minta Tim Indonesia Tak Kehilangan Fokus

Jumat, 18 September 2026 - 17:00
zoom
Gaya Hidup

‘Smart’ LE SSERAFIM Tembus 200 Juta Views, Jadi B-side Pertama yang Capai Rekor

Jumat, 18 September 2026 - 05:05
shin
Gaya Hidup

Shin Min Ah hingga Lee Se Young Terlibat Cinta dan Kekuasaan di The Remarried Empress

Jumat, 18 September 2026 - 02:20
lee
Gaya Hidup

Video Viral Tuduh Popularitas Mark Lee Menurun, Picu Perdebatan

Jumat, 18 September 2026 - 01:11

OLAHRAGA

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak
Olahraga

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Editor Folber Siallagan
Minggu, 20 September 2026 - 20:05

PRIHATIN, kecewa, jengkel campur aduk rasanya, ketika menyaksikan pertandingan di level pembinaan MSI YOUTH DEVELOPMENT 2026 (KU 10–18) yang mempertontonkan...

SelengkapnyaDetails
persib

Persijap vs Persib: Maung Bandung Bidik Revans, Laskar Kalinyamat Siap Tunjukkan Karakter

Minggu, 20 September 2026 - 12:38
pss

Dewa United vs PSS: Banten Warriors Kantongi Bekal Pramusim dan Filosofi Permainan

Minggu, 20 September 2026 - 11:21
borneo

Borneo FC vs Bali United: Pesut Etam Dituntut Bangkit

Minggu, 20 September 2026 - 10:30
sumaya

Mental Juara Bawa Indonesia ke Final Teqball, Sumaya: Kami Datang untuk Mencari Emas

Sabtu, 19 September 2026 - 16:06

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5537 shares
    Share 2215 Tweet 1384
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    1246 shares
    Share 498 Tweet 312
  • Ekonom Sebut Pencopotan Purbaya Hanya Berdampak Sesaat terhadap Rupiah

    1165 shares
    Share 466 Tweet 291
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    962 shares
    Share 385 Tweet 241
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.