• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Bijak Menikmati ‘Fusion Food’ agar Tetap Sehat

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Kamis, 23 Februari 2023 - 12:19
in Gaya Hidup
Fusion-Food
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dunia kuliner seakan tidak akan pernah habis untuk dibahas. Hal ini disebabkan oleh jumlah penduduk yang terus bertambah sehingga kebutuhan pangan juga semakin meningkat.

Seiring dengan perkembangan teknologi, masyarakat pun disuguhi berbagai macam jenis makanan yang terus berkembang sesuai zaman.

BacaJuga:

Penyakit Aorta Bisa Mematikan dalam Hitungan Jam, Siloam Tingkatkan Layanan Modern

MC Mong Minta Maaf ke Baekhyun usai Live Klarifikasi

I.O.I Rilis MV “Suddenly”, Tandai Reuni Emosional untuk Perayaan 10 Tahun Debut

Salah satu tren dalam dunia kuliner saat ini adalah “fusion food”, yakni konsep penggabungan bahan atau cara masak dengan lebih dari satu budaya.

Tren fusion food sangat digemari karena selain mengkreasikan bahan dan bumbu, tetapi juga disajikan dengan tampilan yang menarik pada setiap hidangannya.

Di Amerika, masyarakatnya menyukai pengalaman baru menikmati hidangan yang inovatif antara sajian klasik Amerika dengan masakan dari Asia.

Baca Juga : Kuliner Khas Solo Menuju Gastronomi Bintang Lima

Misalnya Korean Kimchi BBQ Burgers, yang disukai karena paduan rasa manis khas saus BBQ Korea dan kimchi pedas dengan burger daging dan kentang goreng.

Selanjutnya, ada Roti Mochi Pisang, Thai Spring Pea Soup alias sup kental nan lembut dengan sedikit rasa dari serai segar dan kari kuning, hingga Buffalo Peanut Inside-Out Sushi yang memadukan cita rasa Jepang dan Amerika yakni sayuran segar dan kacang dibungkus dengan nasi berbumbu lalu disiram dengan saus krim yang terbuat dari biji bunga matahari.

Demikian juga di Korea Selatan, tren fusion food sangat disukai kalangan millenial. Salah satunya yaitu Konchijeu alias Korean corn cheese berbahan utama berupa jagung dan keju.

Lainnya, ada Yeoptteok Together. Makanan ini adalah campuran dari tteokbokki, yaitu kue beras pedas khas Korea Selatan yang dicampur dengan es krim vanilla.

Sedangkan untuk minuman, ada Chicken Mu Saida atau Chicken Radish Ade, yaitu merupakan gabungan antara acar lobak Korea dengan air soda.

Di Indonesia sendiri fusion food yang populer di antaranya Kebab Nasi Padang, Burger Rendang, Pizza Rendang, Rendang Spring Rolls, hingga Steik Tempe.

Selain itu, ada makanan fusion yang menggabungkan antara dua masakan tradisional misalnya Soto Rawon dan Sate Buntel Bumbu Maranggi.

Sisi kesehatan

Di satu sisi, sajian kuliner yang kekinian tersebut telah membantu eksistensi masakan tradisional di masyarakat, khususnya generasi milenial dan Gen Z.

Namun demikian, masyarakat juga perlu memperhatikan kandungan gizi dan nutrisinya agar terhindar dari berbagai macam penyakit.

Dokter ilmu gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, Sp. GK mengatakan bahwa masyarakat dapat mengkonsumsi makanan dengan tetap menerapkan pola makan gizi seimbang, yaitu terdiri dari makanan pokok sebagai sumber karbohidrat, lauk pauk sebagai sumber protein hewani dan nabati, serta sayuran dan buah.

Selain komposisi makanan, juga perlu diperhitungkan jumlah makanan yang dikonsumsi agar tidak kekurangan atau kelebihan.

“Oleh karena itu, harus diperhitungkan dengan baik saat memesan makanan saat berkuliner,” katanya.

Ia mengatakan, jenis makanan mempunyai peran yang sangat penting dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya status nutrisi penduduk Indonesia yang sering dijumpai yaitu masalah status nutrisi kurus dan berat badan lebih (obesitas).

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar yang dirilis Kementerian Kesehatan pada tahun 2019, jumlah penduduk Indonesia dengan status nutrisi kurang mencapai 9,3 persen dan obesitas mencapai 46,4 persen.

Oleh karena itu, yang tidak kalah penting dalam menikmati berbagai hidangan fusion food adalah pengetahuan mengenai nutrisi termasuk pemilihan jenis makanan dan jumlah yang dikonsumsi.

Luciana setuju bahwa kuliner tradisional selaras dengan upaya peningkatan kesehatan masyarakat. Kuliner tradisional tentu didukung oleh ketersediaan bahan makanan di daerah tersebut dan sesuai dengan kebiasaan masyarakat.

“Penyajian maupun kreasi makanan berdasarkan kearifan lokal dapat membantu upaya meningkatkan kesehatan masyarakat karena lebih sesuai dengan budaya dan lingkungan masyarakat terutama di daerah tersebut,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, dokter dan ahli gizi masyarakat, DR. dr. Tan Shot Yen, M.Hum mengimbau masyakarat agar selektif dalam mengonsumsi fusion food, terutama soal kandungan nutrisi dalam makanan itu.

“Biasakan memilih masakan yang diolah tradisional tanpa produk kemasan seperti saos, aneka kecap, dan lainnya. Bumbu dapur dan rempah sudah cukup,” kata Tan, yang mendapatkan gelar Doktor Ahli Gizi Komunitas dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.

Pemilihan bahan persiapan, produksi dan penyajian fusion food perlu mempertimbangkan nutrisi, misalnya makanan yang menggunakan bahan makanan ultra proses tentu memiliki kandungan nutrisi berbeda dibandingkan dengan yang menggunakan bahan alami.

“Makan ubi kukus atau singkong rebus dicocol sambal ikan roa masih lebih logis ketimbang brownies ubi ungu bersalut krim keju olahan,” ucap Tan seperti dikutip dari Antara, Kamis (23/2/2023).

Fusion food sebaiknya tetap mementingkan aspek asal usul dan sejarah bahan pangan yang dikonsumsi dan penyediaan bahan pangan secara berkelanjutan agar tidak menyebabkan penyakit.

Tan kembali mengingatkan masyarakat soal “Isi Piringku”, kampanye untuk mengonsumsi makanan dengan nutrisi yang seimbang. Dalam satu porsi piring makan, seseorang bisa mengisinya dengan 50 persen sayur dan buah dan 50 persen lainnya untuk karbohidrat dan protein.

Kampanye “Isi Piringku” juga menekankan pada pembatasan gula, garam, dan lemak dalam konsumsi sehari-hari.

Edukasi masyarakat

Penting bagi masyarakat untuk diedukasi dan dididik, sehingga lebih peduli pada apa yang dikonsumsi sehari-hari. Teknologi pangan dan kreasi makanan yang semakin modern, perlu diimbangi dengan pengetahuan tentang aspek kesehatan.

“Kita perlu mengedukasi masyarakat lebih baik lagi di area nutrisi. Dengan berbagai kemajuan teknologi pangan, ilmu gastronomi, perlu adanya ilmu yang cukup pada masyarakat sehingga memilih makanan dengan bijaksana,” kata praktisi kesehatan publik, Willy Yonas.

Willy mengungkapkan, yang perlu diperhatikan adalah bukan hanya rasa enak saja, tetapi perhatikan dari sisi kesehatan.

Perlu ada informasi terkait nilai gizi hingga kalori dari makanan-makanan fusion food, sehingga masyarakat akan bisa terinformasi dan memilih makanan dengan bijaksana.

Masyarakat diharapkan untuk meningkatkan asupan sayur, buah dan kacang-kacangan lebih gencar lagi apabila tidak ingin terserang penyakit kronis, seperti stroke, jantung, hipertensi, diabetes dan yang lainnya.

“Banyak kreasi makanan yang tinggi lemak, gula dan garam. Memang ini yang disukai kebanyakan orang. Bagaimana kita bisa memanfaatkan teknologi yang semakin maju, namun digunakan untuk kebaikan dan kesehatan masyarakat,” ujar Founder Sehat Seutuhnya tersebut.(mg1)

Tags: Fusion FoodkesehatanKuliner

Berita Terkait.

Penyakit Aorta Bisa Mematikan dalam Hitungan Jam, Siloam Tingkatkan Layanan Modern
Gaya Hidup

Penyakit Aorta Bisa Mematikan dalam Hitungan Jam, Siloam Tingkatkan Layanan Modern

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:35
MC-Mong
Gaya Hidup

MC Mong Minta Maaf ke Baekhyun usai Live Klarifikasi

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:15
ioi
Gaya Hidup

I.O.I Rilis MV “Suddenly”, Tandai Reuni Emosional untuk Perayaan 10 Tahun Debut

Kamis, 21 Mei 2026 - 04:40
jenny
Gaya Hidup

Pemotretan Berani Jennie BLACKPINK di DAZED Korea Tuai Sorotan Publik

Kamis, 21 Mei 2026 - 02:20
kim
Gaya Hidup

Kim Chaewon Hiatus Sementara, LE SSERAFIM Tetap Lanjutkan Aktivitas Grup

Kamis, 21 Mei 2026 - 00:30
BYD
Gaya Hidup

Teknologi Dual Mode BYD Hadir di Indonesia, Menjawab Kebutuhan Mobilitas Harian yang Efisien

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:09

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    2822 shares
    Share 1129 Tweet 706
  • Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jaksel dan Jaktim

    1191 shares
    Share 476 Tweet 298
  • Diduga Terlibat Kasus Narkoba, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Polda Kaltim

    805 shares
    Share 322 Tweet 201
  • Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1238 shares
    Share 495 Tweet 310
  • IPA Convex 2026, Momentum Besar Industri Migas Menjawab Ancaman Krisis Energi

    827 shares
    Share 331 Tweet 207
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.