• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Psikolog: Mental Rivalitas Sehat Perlu Ditanamkan sejak Dini

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Senin, 3 Oktober 2022 - 23:16
in Gaya Hidup
Suasana duka mengenang korban tewas tragedi Kanjuruhan. Foto: Antara

Suasana duka mengenang korban tewas tragedi Kanjuruhan. Foto: Antara

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – ​​​​​Psikolog klinis forensik dari Universitas Indonesia (UI) Kasandra Putranto menjelaskan perlunya memberikan pemahaman mengenai rivalitas yang sehat sejak dini untuk menciptakan suasana pertandingan olahraga yang kondusif.

“Harus ada pendidikan sejak dini,” ujar Kasandra saat dihubungi oleh ANTARA, Senin (3/10).

BacaJuga:

VinFast Resmikan 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia, Perkuat Ekosistem Mobilitas Hijau

Kemenkop Gelar GenCoopRun 5K, Rayakan Harkopnas ke-79 Bersama Gen Z

San dan Wooyoung ATEEZ Bantah Langsung Rumor Kencan di Kanal YouTube Mereka

Pemahaman terkait rivalitas yang sehat untuk level suporter artinya tidak hanya mendukung ketika sebuah tim olahraga memenangkan pertandingan saja, namun juga ketika tim yang didukungnya mengalami kekalahan hal itu juga harus diterima.

Hal itu disampaikan Kasandra terkait tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang usai klub sepak bola Arema Malang mengalami kekalahan dari Persebaya, di mana terjadi ketidakpuasan hasil akhir yang memicu reaksi dari suporter.

Senada dengan pendapat Kasandra tersebut, Sosiolog dari UI Ida Ruwaida juga berpendapat hal yang serupa.

Salah satu cara untuk mencegah kembali terulangnya insiden serupa seperti tragedi Kanjuruhan, diperlukan edukasi yang tepat kepada para pecinta olahraga mengenai sportivitas dan rivalitas sehat.

“Memang perlu edukasi dan penyadaran kepada para suporter, panitia, maupun pihak-pihak terkait. Hal ini harus dilakukan secara berlapis, sistematis, dan intens. Termasuk melibatkan berbagai kalangan seperti sekolah, pemuka agama, media, hingga peer groups. Hal ini mengingat latar belakang suporter juga beragam, baik dari usia, pendidikan, jenis kelamin, pekerjaan, serta area tinggal,” ujar Ida.

Adapun terkait dengan tragedi Kanjuruhan baik Kasandra dan Ida pun sepakat tidak hanya dari segi suporter yang perlu di evaluasi tapi juga pihak penyelenggara hingga petugas keamanan.

Kasandra berpendapat evaluasi bisa dimulai dari pihak panitia penyelenggara yang tidak mengikuti prosedur operasi standar (SOP) mulai dari jumlah tiket yang dicetak melebihi kapasitas hingga waktu pertandingan yang diundur.

Selain itu, dari segi petugas keamanan evaluasi bisa dilakukan terkait dengan penggunaan gas air mata serta cara penanganan yang berakhir tidak mampu membendung massa.

Sementara Ida berpendapat, dari segi penyelenggara seharusnya evaluasi dalam tragedi Kanjuruhan juga memperhitungkan aspek psikologis massa.

Mereka sepakat bahwa faktor-faktor di atas perlu diperhitungkan dan tentunya dibutuhkan konsekuensi hukum agar kejadian serupa tidak terulang.

“Seharusnya ada pembelajaran sosial yang mahal bagi siapapun penyelenggara kegiatan yang memobilisasi atau melibatkan massa besar dari kejadian ini,” tutup Ida.

Tragedi Kanjuruhan terjadi pada Sabtu (1/10), insiden itu bermula dari kericuhan yang terjadi setelah pertandingan Liga I antara Arema FC melawan Persebaya berakhir dengan skor 2-3.

Kekalahan yang terjadi di kandang Arema itu membuat sejumlah suporter masuk ke dalam area lapangan.

Kondisi itu semakin ricuh setelah sejumlah benda-benda seperti flare dan botol minum dilemparkan ke arah lapangan.

Petugas keamanan sebenarnya sudah berusaha menghalau agar para suporter tidak memanas.

Di tengah kondisi itu, petugas akhirnya melakukan tembakan gas air mata dan kondisi justru semakin memanas sehingga akhirnya berdasarkan data dari tim DVI Polri menelan korban jiwa hingga 125 orang. (bro)

Tags: kanjuruhanPsikologStadion KanjuruhanTragedi Kanjuruhan

Berita Terkait.

VinFast
Gaya Hidup

VinFast Resmikan 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia, Perkuat Ekosistem Mobilitas Hijau

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:15
Genkop-run
Gaya Hidup

Kemenkop Gelar GenCoopRun 5K, Rayakan Harkopnas ke-79 Bersama Gen Z

Minggu, 19 Juli 2026 - 12:04
San dan Wooyoung ATEEZ Bantah Langsung Rumor Kencan di Kanal YouTube Mereka
Gaya Hidup

San dan Wooyoung ATEEZ Bantah Langsung Rumor Kencan di Kanal YouTube Mereka

Sabtu, 18 Juli 2026 - 23:03
San dan Wooyoung ATEEZ Bantah Langsung Rumor Kencan di Kanal YouTube Mereka
Gaya Hidup

KiiiKiii Puncaki Daftar 25 Lagu K-Pop Terbaik 2026 Versi Billboard Lewat 404 (New Era)

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:03
San dan Wooyoung ATEEZ Bantah Langsung Rumor Kencan di Kanal YouTube Mereka
Gaya Hidup

Seo Yea Ji Resmi Bergabung dengan B.Wave Entertainment, Siap Buka Babak Baru Karier

Sabtu, 18 Juli 2026 - 21:03
Suzuki Fun Race Owners & Community 2026 Perkuat Solidaritas Komunitas Motor di Surabaya
Gaya Hidup

Bandung Jadi Kota Ke-5 BYD Tech Culture Fest 2026, Hadirkan Edukasi Elektrifikasi

Jumat, 17 Juli 2026 - 23:57

BERITA POPULER

  • messi

    Piala Dunia: Jelang Semifinal Kontra Inggris, Messi Pamitan dari Markas Argentina di Kansas

    12533 shares
    Share 5013 Tweet 3133
  • Suzuki Fronx Kuasai 35 Persen Pasar SUV Kompak di Indonesia

    2872 shares
    Share 1149 Tweet 718
  • Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    1451 shares
    Share 580 Tweet 363
  • Spanyol vs Argentina: De la Fuente Tuntut Wasit Pimpin Final dengan Sangat Ketat

    1353 shares
    Share 541 Tweet 338
  • Piala Dunia 2026: Wasit Kontroversial AS Pimpin Semifinal Argentina vs Inggris

    1277 shares
    Share 511 Tweet 319
Tuchel
Olahraga

Kelelahan Bukan Hambatan, Tuchel Beber Kunci Kemenangan Dramatis Inggris atas Prancis

Editor Redaksi
Minggu, 19 Juli 2026 - 09:42

INDOPOSCO.ID - Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel angkat suara setelah timnya meraih medali perunggu pada Piala Dunia 2026 usai mengalahkan...

SelengkapnyaDetails
Saka

Hasil Piala Dunia: Hat-trick Bukayo Saka Antar Inggris Raih Perunggu

Minggu, 19 Juli 2026 - 07:09
Deschamps Mundur Jadi Pelatih Prancis Usai Piala Dunia 2026, Zidane Penggantinya?

Deschamps Mundur Jadi Pelatih Prancis Usai Piala Dunia 2026, Zidane Penggantinya?

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:31
Final Piala Dunia 2026: Scaloni Hadapi Dilema Personal Lawan Spanyol

Final Piala Dunia 2026: Scaloni Hadapi Dilema Personal Lawan Spanyol

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:16
Alasan Takhayul, Angel Di Maria Ogah Tonton Langsung Final Piala Dunia 2026

Alasan Takhayul, Angel Di Maria Ogah Tonton Langsung Final Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 - 22:49
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.