• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Menikmati Museum Hidup ARMA di Ubud, Bali

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 1 Agustus 2022 - 03:33
in Gaya Hidup
bali

Sejumlah wisatawan saat menyaksikan koleksi lukisan di ARMA, Ubud, Gianyar, Bali. Foto : Antara-HO-ARMA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Gemericik suara air, hijaunya pepohonan serta warna-warni bunga menyambut setiap wisatawan yang memasuki ARMA (The Agung Rai Museum of Art) di kawasan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.

Museum yang berdiri di atas lahan seluas 7,5 hektare itu tak hanya memajang sekitar 400 koleksi lukisan Bali dari masa ke masa, namun juga menjadi tempat pelestarian tanaman pengobatan tradisional (taru pramana) dan tumbuhan untuk upakara (sesajen).

BacaJuga:

Transformasi Layanan Berbuah Manis, BRI Sabet 36 Penghargaan di TBCCI 2026

Di Balik Deru Motor MotoGP Mandalika, Ratusan Relawan BRI Peduli Bergerak Jaga Kebersihan Lingkungan

Rayakan 39 Tahun, Swiss-Belresidences Kalibata Tebar Kepedulian Bersama Anak-Anak Sahabat Anak Cijantung

Ada pula panggung terbuka dengan dikelilingi pohon-pohon enau yang menjulang tinggi dan pohon beringin besar di salah satu sisinya, semakin membuat teduh suasana.

Selain itu, wisatawan dapat menikmati suguhan para petani dengan aktivitasnya di areal persawahan dan sekaligus bisa ikut berbaur bersama mereka untuk menanam dan memanen padi.

“Di lingkungan museum ini, kita juga bisa melakukan kegiatan meditasi alam, yang kalau dijelaskan bisa menghabiskan waktu berhari-hari,” kata Anak Agung Gde Rai, sang pemilik dan pendiri ARMA.

Hal ini, menurutnya, sekaligus sebagai bentuk pemuliaan terhadap air dan berbagai jenis tanaman. Ketika bicara soal museum, bagi Agung Rai, tak semata-mata kita menunjukkan barang-barang kuno dan hal-hal yang bernuansa tempo dulu, namun harus mampu memikat setiap generasi yang berkunjung.

Oleh karenanya, ia menawarkan konsep museum terintegrasi sehingga ARMA menjadi museum yang hidup. Selain didukung lingkungan yang begitu asri dengan rimbunnya pepohonan, wisatawan juga dapat melihat berbagai kegiatan pelestarian budaya.

Ada kegiatan latihan menari dan menabuh tanpa dipungut biaya yang diikuti oleh anak-anak di sekitar museum tanpa dipungut biaya.

Baca Juga: BLACKPINK akan “Comeback” Bulan Agustus

Ketika sudah mahir, mereka pun berkesempatan untuk tampil pentas dalam pertunjukan seni yang digelar pada hari-hari tertentu di panggung terbuka ARMA.

Tak hanya itu, para pelancong juga dapat melihat praktik para pelukis yang sedang melukis, maupun pemahat yang asyik membuat ukiran. Yang tidak kalah menarik, ada sejumlah kelas pelatihan yang dapat diikuti para pelancong ketika berwisata ke museum yang berlokasi di Jalan Raya Pengosekan, Ubud, Kabupaten Gianyar itu.

Mulai dari berlatih gamelan Bali, membuat ukiran kayu, melukis, menari Bali, memasak kuliner Bali, membuat kerajinan perak, melukis telur, kelas yoga, membuat sesajen/sarana persembahan dan sebagainya.

Setiap akhir pekan maupun hari Purnama dan Tilem juga disuguhkan kesenian Cak yang dibuat menyatu dengan alam.

Agung Rai menuturkan, museum bukanlah bangunan yang diperuntukkan begitu saja sebagai ajang bisnis. Melainkan bangunan yang menyatu dengan alam, pedesaan dan masyarakat, the living museum.

Yang dipentaskan di tempat itu sangat menarik, apalagi disaksikan di panggung terbuka di bawah sinar bulan purnama. “Rugi jika berwisata ke Bali tanpa berkunjung ke museum ini,” kata anggota Dewan Perwakilan Daerah Made Mangku Pastika saat berkunjung ke ARMA belum lama ini.

Pastika, yang juga mantan Gubernur Bali itu mengaku bisa menghabiskan waktu hingga berjam-jam menikmati karya lukisan dari sang maestro yang menjadi koleksi ARMA dan menikmati asrinya tanaman di seputaran museum.

Lukisan maestro

The Agung Rai Museum of Art (ARMA) merupakan salah satu museum seni rupa di Bali yang menyimpan berbagai koleksi lukisan yang berasal dari pelukis-pelukis ternama, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.

Museum ini diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Prof Dr Ing Wardiman Djojonegoro pada 9 Juni 1996.

Lukisan yang dipamerkan antara lain lukisan Kamasan klasik yang dibuat di atas kulit kayu, mahakarya para seniman Batuan dari tahun 1930-an hingga 1940-an.

Ada pula lukisan-lukisan monumental dan karya maestro lukis diantaranya karya Affandi, Raden Saleh, Walter Spies, Rudolf Bonnet, Arie Smith, I Gusti Nyoman Lempad, Ida Bagus Buat, Anak Agung Gede Sobrat, I Gusti Deblog, Willem Gerald Hofker, Adrien Le Mayeur De Merpres dan sebagainya.

Untuk lukisan karya maestro selalu terpajang dan tetap dipertahankan tanpa penggantian berkala karena wisatawan mancanegara sengaja berkunjung untuk melihat lukisan tersebut.

Lukisan karya para pelukis muda kenamaan Indonesia maupun Bali juga menjadi bagian dari koleksi ARMA. Namun untuk jenis lukisan yang ini, beberapa bulan sekali akan diganti untuk memberikan ruang dan kesempatan pada pelukis muda lain agar karyanya bisa diapresiasi masyarakat dan pengunjung.

Menurut budayawan yang beberapa hari terakhir mendapat penghargaan Bali-Bhuwana Nata Kerthi Nugraha dari Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar itu, para pelajar diberi kesempatan untuk menampilkan lukisannya di tempat itu.

Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki ARMA, sebelumnya telah menarik minat Presiden Amerika Serikat Barack Obama bersama keluarga untuk berkunjung. Demikian pula Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dan BJ Habibie tak melewatkan untuk berwisata ke ARMA.

Agung Rai pun mengusulkan sejumlah jalan di Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali agar menggunakan nama-nama pelukis yang telah berjasa menghidupkan Ubud sebagai kampung pariwisata internasional.

Saat menerima kunjungan reses anggota DPD RI Made Mangku Pastika di Gianyar, akhir Juli lalu, Agung Rai mengusulkan, nama tokoh-tokoh pendahulu yang menghidupkan dan mengenalkan Ubud melalui karya seni lukisnya, diharapkan dapat digunakan sebagai nama jalan.

Dengan mengabadikan menjadi nama jalan, diharapkan pula bisa mengedukasi pelajar dan generasi muda tentang sejarah perkembangan seni lukis dan perkembangan pariwisata Ubud sehingga menjadi seperti saat ini.

Sejumlah nama pelukis asing yang namanya layak diabadikan sebagai nama jalan di Ubud, seperti Walter Spies, Rudolf Bonnet, Miguel Covarrubias dan Arie Smith serta yang tidak kalah penting nama pelukis Bali I Gusti Nyoman Lempad dan sebagainya.

Ketika menggunakan nama pelukis, di baliknya tersimpan pengetahuan terselubung karena anak-anak dan wisatawan yang datang akan bertanya mengapa dinamakan jalan seperti itu.

Demikian pula bisa mengajak mereka untuk mulai mencintai dan tertarik dengan museum yang di Bali jumlahnya ada sekitar 30 itu seperti dilansir Antara.

Bahkan, dia menaruh harapan besar agar pengetahuan mengenai museum juga bisa masuk dalam kurikulum pendidikan, sehingga para guru dapat sejak dini mengenalkan museum pada anak-anak. (aro)

Tags: balipariwisatawisata

Berita Terkait.

Transformasi Layanan Berbuah Manis, BRI Sabet 36 Penghargaan di TBCCI 2026
Gaya Hidup

Transformasi Layanan Berbuah Manis, BRI Sabet 36 Penghargaan di TBCCI 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:02
Rayakan 39 Tahun, Swiss-Belresidences Kalibata Tebar Kepedulian Bersama Anak-Anak Sahabat Anak Cijantung
Gaya Hidup

Di Balik Deru Motor MotoGP Mandalika, Ratusan Relawan BRI Peduli Bergerak Jaga Kebersihan Lingkungan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:07
Rayakan 39 Tahun, Swiss-Belresidences Kalibata Tebar Kepedulian Bersama Anak-Anak Sahabat Anak Cijantung
Gaya Hidup

Rayakan 39 Tahun, Swiss-Belresidences Kalibata Tebar Kepedulian Bersama Anak-Anak Sahabat Anak Cijantung

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:57
swiss
Gaya Hidup

Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan Wedding Showcase 2026, Tawarkan Inspirasi Pernikahan dalam Satu Tempat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:28
senn
Gaya Hidup

Sennheiser MOMENTUM True Wireless 5 Resmi Hadir, TWS Premium dengan Baterai yang Bisa Diganti

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:09
Promo Oktober The Jungle Bogor: Gratis Masuk Bagi yang Berulang Tahun hingga Diskon KTP
Gaya Hidup

Promo Oktober The Jungle Bogor: Gratis Masuk Bagi yang Berulang Tahun hingga Diskon KTP

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:13

OLAHRAGA

super
Olahraga

Jadwal Super League Pekan 5: Persija Diuji Persita, Persib Hadapi Ancaman Persik

Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:01

INDOPOSCO.ID - Persaingan Super League 2026/2027 memasuki babak yang semakin menarik. Persija Jakarta berambisi mempertahankan posisi teratas, sementara Persib Bandung...

SelengkapnyaDetails
psm

Jamu PSM Makassar di Bantul, PSIM Jogjakarta Usung Misi Raih Tiga Poin Perdana

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:40
esi

PB ESI 2026-2030 Fokus Ubah Potensi Generasi Digital Jadi Prestasi Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:07
Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota

Hasil Liga Champions: Liverpool Pesta Gol, PSG Mengamuk di Markas City

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:57
Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Mandalika Mendunia, Pertamina Apresiasi Kolaborasi di Balik Sukses MotoGP 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:51

BERITA POPULER

  • Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    1106 shares
    Share 442 Tweet 277
  • Usai Gempa M4,1 Guncang Bogor, Getaran Susulan hingga Malam

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota

    982 shares
    Share 393 Tweet 246
  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    947 shares
    Share 379 Tweet 237
  • Kunci Wirausaha Kuat, Ekonomi Melesat Perpres No. 38 Tahun 202

    798 shares
    Share 319 Tweet 200
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.