• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

“Alienoid”: Intensitas Plot, Aksi, dan Komedi Dalam Satu Layar

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 28 Juli 2022 - 14:11
in Gaya Hidup
Festival-Film

Kim Tae-ri sebagai Lee Ahn dalam film "Alienoid" (2022) karya sutradara Choi Dong-hoon. (ANTARA)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Bagaimana jika Anda dilahirkan di abad ke-14, tumbuh besar di abad ke-21, dan kemudian 10 tahun berikutnya memutuskan kembali ke abad ke-14 demi menyelamatkan dunia abad ke-21 yang terancam hancur?

Demikianlah gambaran yang dialami oleh Lee Ahn (diperankan oleh Kim Tae-ri) dalam film “Alienoid” garapan Choi Dong-hoon, salah satu sutradara yang dianggap paling “bankable” di Korea Selatan seperti dikutip Antara, Kamis (28/7/2022).

BacaJuga:

TXT Umumkan Comeback Jepang Lewat Single “Setsuna Hanabi” pada Agustus 2026

Govinda Meriahkan “Hal Hebat – Intimate Concert 2026” di Swiss-Belhotel Pondok Indah Jakarta

Dituding Picu Delay Pesawat, BIGHIT MUSIC Akhirnya Buka Suara soal CORTIS

Dikisahkan, Lee Ahn lahir di abad ke-14 dari seorang ibu yang tubuhnya digunakan sebagai “wadah” tahanan alien. Nyawa sang ibu tak tertolong akibat alien yang bersemayam di dalam tubuhnya memberontak keluar.

Baca Juga : “Cek Toko Sebelah 2” Siap Diproduksi

Setelah Penjaga atau Guard (diperankan oleh Kim Woo-bin) mencoba untuk menangkap tahanan alien tersebut, rekan robotnya, Thunder, ingin memboyong serta bayi Lee Ahn ke dunia abad 21 dengan dalih dapat dimanfaatkan untuk mempelajari seluk-beluk soal manusia. Namun upaya itu memicu celah kecil dalam sistem ruang-waktu.

Lee Ahn selanjutnya dibesarkan oleh Penjaga bersama Thunder yang notabene keduanya merupakan robot luar angkasa yang tidak memiliki perasaan manusiawi dan sama sekali tak ikut campur dalam urusan manusia. Gadis itu mempertanyakan dunia asal Penjaga dan Thunder hingga akhirnya terlibat dalam pertarungan melawan para tahanan alien yang membelot dari penjara tubuh manusia.

Pada dasarnya, “Alienoid” masih mengadopsi formula fiksi ilmiah populer seperti gambaran alien atau makhluk luar angkasa lainnya, konsep ruang-waktu, teknologi masa depan lengkap dengan sentuhan pencitraan hasil komputer (CGI), serta sedikit “bumbu” relasi antar-tokoh khas drama Korea yang menghangatkan hati.

Namun, plot dengan alur bolak-balik dapat menggenapi kekurangan formula tersebut. Plot yang bertumpuk-tumpuk seolah memang dibuat untuk menutupi premis film dengan standar resep cerita populer–atau jika tak ingin disebut klise.

Sejak semesta cerita dimulai, “Alienoid” seolah enggan membiarkan penonton menarik nafas sejenak atau bahkan enggan memberi sedikit celah untuk berpaling dari layar.

Hal itu barangkali bisa menjadi catatan penting bagi calon penonton yang belum mengintip sinopsis sama sekali mengingat penyajian plot dikemas dengan sangat padat; bolak-balik dari abad 14 ke abad 21 atau sebaliknya, juga berpindah-pindah dari alur mundur ke alur maju atau sebaliknya.

Agar relevan dengan latar waktu, film ini menonjolkan seni bela diri disertai kekuatan sihir–yang menjadi legenda di Korea–dipadukan bersama serba-serbi fiksi ilmiah ala Hollywood masa kini–yang identik dengan elemen seperti alien, pesawat luar angkasa, robot, dan mesin waktu.

Kedua sentuhan tersebut, antara unsur kekunoan lokal dan kemodernan, ditampilkan sama-sama kuat di dalam layar. Keduanya sama-sama memukau penonton dengan visual yang menjanjikan.

Pada paruh pertama film, mungkin penonton masih menerka-nerka ke mana cerita akan dibawa. Akan tetapi dunia “Alienoid” bergerak semakin larut menuju akhir film berkat kekuatan plot yang didukung oleh sentuhan aksi dan komedi yang segar.

Aksi dan komedi yang ditunjukkan aktor Ryu Jun-yeol (berperan sebagai Mureuk) bersama Shin Jung-geun dan Lee Si-hoon (sebagai pengawal Mureuk), serta Yum Jung-ah dan Jo Woo-jin (sebagai pasangan penyihir dari Samgaksan), seluruhnya patut diacungi jempol. Adegan serta dialog sederhana yang jenaka akan membuat penonton tertawa dan terhibur di sepanjang film.

Sementara itu, walau lebih menonjolkan karakter dengan pembawaan serius, Kim Tae-ri dan Kim Woo-bin sukses menampilkan adegan aksi yang memukau penonton, terutama pada penggambaran karakter Lee Ahn dewasa dengan busana tradisional Korea tetapi gemar menenteng-nenteng pistol dan mahir menembakkan senjata api itu di dunia abad ke-14.

Setelah empat tahun lalu duet bersama di film “Little Forest” (2018), “Aleinoid” akhirnya membuka kesempatan panggung akting antara Kim Tae-ri dan Ryu Jun-yeol yang sekali lagi menunjukkan chemistry mereka di dalam layar. Dalam “Aleinoid”, hubungan Lee Ahn dan Mureuk awalnya terkesan dingin namun efek perasaan “menghangatkan hati” ala drama Korea baru ditampilkan pada babak menjelang akhir film.

Menuju akhir adegan, penonton sebaiknya tak beranjak dulu saat film berakhir karena “Alienoid” menyimpan adegan pamungkas. Suguhan visual dengan durasi selama 142 menit itu rupanya hanya menyingkap sebagian semesta cerita “Alienoid”. Itu berarti, film ini masih menyisakan teka-teki besar dan pertanyaan lain, termasuk apakah sekuelnya akan semakin rumit atau malah berjalan dengan sangat klise.

Dengan keunggulan unsur plot, aksi, dan komedi, “Alienoid” menjadi salah satu film yang paling dinantikan di tahun ini, lengkap dengan sederet aktor papan atas yang tak diragukan lagi totalitas akting mereka. Terlepas dari kekurangannya, film ini memang layak untuk dinikmati oleh semua kalangan penonton, terutama bagi penggemar fiksi ilmiah dan sinema Korea yang berbeda dari biasanya.

Film “Alienoid” dirilis pada 20 Juli 2022 di Korea Selatan. Film ini juga akan diputar di festival seperti menjadi film penutup pada Festival Film Asia New York ke-21 serta diundang ke Festival Film Internasional Fantasia ke-26. “Alienoid” kini sudah bisa disaksikan di sejumlah bioskop tanah air sejak 27 Juli 2022.(mg1)

Tags: aksidan Komedifestival filmIntensitas PlotKorea SelatanSatu Layar

Berita Terkait.

TXT Umumkan Comeback Jepang Lewat Single “Setsuna Hanabi” pada Agustus 2026
Gaya Hidup

TXT Umumkan Comeback Jepang Lewat Single “Setsuna Hanabi” pada Agustus 2026

Selasa, 30 Juni 2026 - 20:07
Govinda Meriahkan “Hal Hebat – Intimate Concert 2026” di Swiss-Belhotel Pondok Indah Jakarta
Gaya Hidup

Govinda Meriahkan “Hal Hebat – Intimate Concert 2026” di Swiss-Belhotel Pondok Indah Jakarta

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:55
Cortis
Gaya Hidup

Dituding Picu Delay Pesawat, BIGHIT MUSIC Akhirnya Buka Suara soal CORTIS

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:02
Mark-Lee
Gaya Hidup

Visual Mark Lee Disebut Berubah usai Tampil Solo di Thailand, Tuai Pro dan Kontra

Selasa, 30 Juni 2026 - 14:06
Launching
Gaya Hidup

Daewoong Luncurkan ENVLO di Indonesia, Hadirkan Terapi Diabetes Generasi Baru untuk Kendalikan Gula Darah hingga Lindungi Jantung dan Ginjal

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:01
Holiday
Gaya Hidup

Liburan Sekolah Berkualitas Lewat Beragam Aktivitas Keluarga di Swiss Belresidences Rasuna Epicentrum

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:40

BERITA POPULER

  • Ronaldo

    Hasil Piala Dunia: Ronaldo Pimpin Portugal Berpesta, Inggris Kehilangan Taji di Hadapan Ghana

    1727 shares
    Share 691 Tweet 432
  • Hasil Piala Dunia: Portugal Libas Uzbekistan 5-0, Martinez Sanjung Habis Cristiano Ronaldo

    1695 shares
    Share 678 Tweet 424
  • Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    1643 shares
    Share 657 Tweet 411
  • Hasil Piala Dunia Grup F: Jepang-Swedia Dampingi Belanda ke Fase Gugur

    1089 shares
    Share 436 Tweet 272
  • Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

    1020 shares
    Share 408 Tweet 255
Konsep Otomatis
Olahraga

Singkirkan Belanda, Mazraoui Tegaskan Maroko Layak Diperhitungkan di Piala Dunia 2026

Editor Dilianto
Selasa, 30 Juni 2026 - 20:17

INDOPOSCO.ID - Bek Timnas Maroko Noussair Mazraoui menegaskan, bahwa timnya bukan lagi sekadar tim kejutan di Piala Dunia 2026, melainkan...

SelengkapnyaDetails
Jadwal 32 Besar Piala Dunia: Norwegia, Prancis dan Meksiko Main, Lawannya Berat

Koeman Ogah Bahas Masa Depannya Usai Belanda Tersingkir di Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 - 17:52
Jadwal 32 Besar Piala Dunia: Norwegia, Prancis dan Meksiko Main, Lawannya Berat

Jadwal 32 Besar Piala Dunia: Norwegia, Prancis dan Meksiko Main, Lawannya Berat

Selasa, 30 Juni 2026 - 17:42
Pemain-Maroko

Hasil Piala Dunia: Bounou Jadi Pahlawan, Maroko Pulangkan Belanda via Tos-tosan

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:23
Julio-Enciso

Paraguay Singkirkan Jerman, Gustavo Gomez: Persatuan Jadi Kekuatan Kami

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:41
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.