• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Ribuan Keong Darat Raksasa Afrika Serbu Pantai Florida

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Sabtu, 9 Juli 2022 - 22:58
in Internasional
keong

Penampakan keong Darat Afrika yang dikhawatirkan Departemen Pertanian AS. Foto: antara

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ribuan keong darat raksasa Afrika muncul di Pantai Teluk, Florida, menurut pihak berwenang pada Jumat.

Kehadiran hewan itu mengancam tanaman dan pohon dan berisiko menularkan sejenis penyakit meningitis langka kepada manusia.

BacaJuga:

Gagal di Pakistan, Trump Beri Sinyal Negosiasi Kembali dengan Iran

Abaikan Blokade AS, Spanyol Sebut China Mediator Utama di Selat Hormuz

Isu Akses Udara Militer AS ke Indonesia Mengemuka, DPR Tegaskan Kedaulatan Tak Bisa Ditawar

Keong yang berasal dari Afrika Barat itu merupakan salah satu hewan paling merusak di dunia, memakan sedikitnya 500 jenis tanaman, kulit batang pohon, dan bahkan cat dan plesteran rumah, menurut laman Departemen Pertanian AS.

Gastropoda itu memiliki cangkang yang bisa tumbuh hingga seukuran kepalan tangan manusia dan kerap membawa parasit yang dikenal sebagai cacing paru tikus (rat lungworm).

Parasit tersebut dapat menularkan sejenis meningitis yang memiliki gejala seperti nyeri otot, sakit kepala, leher kaku, demam dan muntah.

Lebih dari seribu ekor keong yang sama telah dikumpulkan di kawasan pinggiran New Port Richey di Pasco County, Florida, kata pihak berwenang.

Baca Juga: Hewan Kurban di Pandeglang Dipastikan Aman dan Sehat

Semua keong yang diuji hingga Kamis tidak mengandung parasit cacing paru tikus, kata Greg Hodges, asisten direktur Divisi Industri Tanaman Florida.

Otoritas di negara bagian itu pertama kali mendeteksi serbuan keong tersebut pada 23 Juni.

Pihak berwenang meminta masyarakat tidak menyentuh atau mengonsumsi keong tersebut untuk mencegah infeksi.

“Yang paling penting, jangan memakannya. Ini bukan keong untuk ditaruh di atas mentega, minyak dan bawang putih. Ini bukan sesuatu yang ingin Anda pegang. Ini bukan sesuatu yang ingin Anda makan,” kata Komisaris Departemen Pertanian Florida Nikki Fried.

Untuk memberantas keong itu, Florida telah melakukan pengawasan dan tindakan pada sebuah kawasan di sekitar New Port Richey hingga semua keong dibinasakan, menurut laman departemen tersebut.

Tindakan dengan menggunakan metaldehida, sejenis pestisida untuk memberantas keong dan siput, akan memakan waktu 18 bulan, dan kawasan itu akan dipantau selama dua tahun setelah keong terakhir ditemukan.

Belum jelas bagaimana keong itu bisa sampai ke Florida, tetapi laman Departemen Pertanian AS mengatakan kemungkinan hewan itu terbawa oleh kargo atau diimpor secara ilegal untuk dimakan atau dijadikan piaraan.

Ini adalah kali ketiga keong darat Afrika itu ditemukan di Florida.

Pada 1960-an, diperlukan dana 1 juta dolar AS (Rp14,98 miliar) dan waktu 10 tahun untuk memberantasnya.

Serbuan kedua pada 2010 menghabiskan waktu satu dasawarsa dan dana 23 juta dolar AS (Rp344,45 miliar) untuk membinasakannya.

Jika keong tersebut muncul di luar kawasan yang diawasi di New Port Richey, pemberantasan hewan itu akan memakan waktu lebih lama, kata pihak berwenang. (bro)

Tags: afrikaKeong Darat RaksasaPantai Florida

Berita Terkait.

Gagal di Pakistan, Trump Beri Sinyal Negosiasi Kembali dengan Iran
Internasional

Gagal di Pakistan, Trump Beri Sinyal Negosiasi Kembali dengan Iran

Rabu, 15 April 2026 - 12:36
Abaikan Blokade AS, Spanyol Sebut China Mediator Utama di Selat Hormuz
Internasional

Abaikan Blokade AS, Spanyol Sebut China Mediator Utama di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 - 01:23
Isu Akses Udara Militer AS ke Indonesia Mengemuka, DPR Tegaskan Kedaulatan Tak Bisa Ditawar
Internasional

Isu Akses Udara Militer AS ke Indonesia Mengemuka, DPR Tegaskan Kedaulatan Tak Bisa Ditawar

Selasa, 14 April 2026 - 22:45
rusia
Internasional

Diplomasi Senyap di Moskow: Kesepakatan Besar RI-Rusia Terungkap

Selasa, 14 April 2026 - 09:55
bowo
Internasional

RI Gabung ke BRICS, Begini Kata Putin saat Bertemu Prabowo di Rusia

Selasa, 14 April 2026 - 07:07
wo
Internasional

Prabowo Ucapkan Selamat Paskah dan Hari Kosmonaut ke Putin, Tegaskan Persahabatan RI-Rusia

Selasa, 14 April 2026 - 04:04

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2514 shares
    Share 1006 Tweet 629
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    895 shares
    Share 358 Tweet 224
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    844 shares
    Share 338 Tweet 211
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    762 shares
    Share 305 Tweet 191
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.