• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Transisi Endemi Karena Imunitas Lebih Adaptif Pada Varian Baru

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 18 Mei 2022 - 00:20
in Headline
endemi

Tangkapan layar Menkes Budi Gunadi Sadikin saat menyampaikan keterangan pers secara virtual yang diikuti dari YouTube di Jakarta, Selasa (17/5/2022). ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan latar belakang transisi Indonesia secara bertahap dari pandemi menuju endemi Covid-19 dipengaruhi latar belakang imunitas masyarakat yang lebih adaptif terhadap varian baru.

“Kenaikan kasus Covid-19 disebabkan adanya varian baru. Penyebab utama lonjakan kasus karena adanya varian baru. Ini jauh menentukan dari adanya acara besar Lebaran dan tahun baru,” kata Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers yang diikuti dari YouTube di Jakarta, Selasa (17/5).

BacaJuga:

Tinjau Karhutla Kalbar, Prabowo Kumpulkan Menteri dan Deteksi 198 Hotspot Tingkat Tinggi

Prabowo Turun Langsung Pimpin Penanganan Karhutla di Kalimantan

Kasus Korupsi Penerima Mahasiswa Unsoed: Kabag Akademik Terima Uang ‘Mahar’ Rp1,12 Miliar

Budi mengatakan kenaikan kasus Covid-19 yang saat ini melanda China, Amerika, Taiwan dan Jepang dipicu kemunculan varian BA.2 (Omicron).

Tapi berdasarkan pengamatan di dalam negeri, kata Budi, situasi di Indonesia berbeda sebab tidak terjadi kenaikan kasus terkonfirmasi yang signifikan di dalam negeri karena varian baru SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

“Imunitas masyarakat Indonesia terhadap varian baru sudah lebih baik,” katanya.

Baca Juga: Efisiensi Masa Kampanye Pertimbangkan Transisi Pandemi

Menurut Budi hal itu ditunjukkan oleh laporan sero survei untuk mengukur kadar antibodi masyarakat yang berasal dari vaksinasi Covid-19 program pemerintah maupun imunitas alami yang didapat dari infeksi Covid-19.

Sero Survei yang digelar pada Desember 2021 di Jawa-Bali menunjukkan 93 persen masyarakat setempat sudah memiliki antibodi yang berasal dari vaksinasi, imunitas alami karena infeksi maupun kombinasi keduanya.

Pada sero survey kedua yang dilaksanakan pada Mei 2022, kadar antibodi masyarakat kembali meningkat dari 93 persen menjadi 99,2 persen. “Ini karena kombinasi percepatan vaksinasi, juga karena penularan Omicron yang lebih tinggi dari Delta sehingga banyak masyarakat kita yang tertular,” katanya.

Budi mengatakan situasi itu tidak hanya menyebabkan jumlah populasi masyarakat yang memiliki antibodi lebih banyak, tapi juga kadar antibodinya jauh lebih tinggi.

“Kalau Desember rata-rata titer antibodi dalam orde ratusan sekitar 500-600, tapi begitu di Maret diukur pada populasi yang sama ordonya naik ribuan sekitar 7000-8.000,” ucapnya.

Budi juga menyebut fenomena super immunity terjadi di Indonesia karena faktor kombinasi dari program vaksinasi pemerintah dan imunitas alami karena infeksi Covid-19.

“Hasil penelitian global menunjukkan vaksinasi ditambah dengan infeksi membentuk super immunity. Jadi kadar antibodinya tinggi dan bertahan lama,” katanya seperti dikutip Antara, Selasa (17/5/2022).

Dikatakan Budi pemerintah mulai melakukan transisi dari fase pandemi menuju endemi dengan memperbolehkan masyarakat tidak menggunakan masker saat berkegiatan di luar ruangan atau tempat terbuka yang tidak padat orang.

Namun masker tetap dipakai pada kondisi berkegiatan di ruangan tertutup, transportasi publik serta populasi rentan seperti lansia, memiliki penyakit komorbid, ibu hamil, anak yang belum divaksin, dan lainnya.

Masker juga tetap dipakai bagi masyarakat yang bergejala seperti batuk, pilek, demam, dan lainnya.

Selain pelonggaran bermasker, pemerintah juga melonggarkan ketentuan pelaku perjalanan dalam negeri atau luar negeri yang sudah divaksinasi lengkap, tidak perlu melakukan pemeriksaan PCR atau antigen. (mg1)

Tags: AdaptifendemiImunitasvarian baru

Berita Terkait.

hutla
Headline

Tinjau Karhutla Kalbar, Prabowo Kumpulkan Menteri dan Deteksi 198 Hotspot Tingkat Tinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:12
Prabowo Turun Langsung Pimpin Penanganan Karhutla di Kalimantan
Headline

Prabowo Turun Langsung Pimpin Penanganan Karhutla di Kalimantan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:55
Pengungsi Gempa M 7,7 NTT Melonjak Jadi 110 Ribu Jiwa
Headline

Kasus Korupsi Penerima Mahasiswa Unsoed: Kabag Akademik Terima Uang ‘Mahar’ Rp1,12 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:30
KPK Ungkap Kode Rektor Unsoed di Kasus Korupsi Penerimaan Mahasiswa
Headline

KPK Ungkap Kode Rektor Unsoed di Kasus Korupsi Penerimaan Mahasiswa

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:15
Bahasa Indonesia Mendunia, Diplomat Asing Jadi ‘Duta’ Persahabatan
Headline

Bahasa Indonesia Mendunia, Diplomat Asing Jadi ‘Duta’ Persahabatan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:31
Uang Hasil Pemerasan Rektor Unsoed Dipakai Beli 3 Bidang Tanah
Headline

Uang Hasil Pemerasan Rektor Unsoed Dipakai Beli 3 Bidang Tanah

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:08

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.