• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Olahraga

Piala Thomas 2022, Kesuksesan India, dan Kejutan Tim Putra

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 16 Mei 2022 - 01:27
in Olahraga
Timnas India

Anggota timnas bulu tangkis putra India berpose setelah mengalahkan Indonesia dalam final Piala Thomas 2022 di Bangkok, Thailand, pada 15 Mei 2022. Foto : Antara/AFP/Manan Vatsyayana

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Putri mereka mencapai perempatfinal Piala Uber 2022, sedangkan putranya membuat kejutan terbesar dalam sejarah bulu tangkis negeri ini ketika untuk pertama kalinya menjuarai Piala Thomas. Ya, India seketika berubah menjadi salah satu kutub besar bulu tangkis dunia yang menembus dominasi Indonesia, Denmark, China, Jepang, Korea Selatan dan Malaysia.

Mereka menang 5-0 masing-masing atas Jerman dan Kanada dalam fase grup, namun sekalipun kalah 2-3 dari Taiwan dalam fase terakhir grup, mereka berturut-turut menaklukkan Malaysia, dan Denmark dengan skor 3-2 berurutan serta Indonesia 3-0, yang semuanya kekuatan tradisional bulu tangkis dunia, masing-masing dalam perempatfinal, semifinal dan final.

BacaJuga:

21 Pemain Timnas Indonesia Tiba di Jakarta Jelang FIFA ASEAN Cup, 2 Nama Siap Debut

Ole dan Paes Tiba di Jakarta, Siap Bela Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Bahkan dalam final, tunggal putra Lakshya Sen, ganda putra Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, dan tunggal putra kedua Kidambbi Srikanth membuat Indonesia tak bisa memainkan ganda kedua dan tunggal ketiganya.

Baca Juga : Indonesia Hadapi China di Perempat Final Piala Thomas 2022

Klimaks bagi India, antiklimaks bagi Indonesia, kendati haram hukumnya mengesampingkan perjuangan keras nan heroik Anthony Ginting, Mohammad Aksan/Kevin Sanjaya, dan Jonatan Christie.

Di masa lalu, India pernah melahirkan para legenda seperti Prakash Padukone dan Pullela Gopichand yang sama-sama pernah menjuarai All England.

Setelah itu, mereka melahirkan pemain-pemain seperti Saina Nehwal yang merebut medali perunggu tunggal putri Olimpiade London 2012, lalu PV Sindhu yang memperoleh medali perak Olimpiade Rio 2016 dan medali perunggu dalam Olimpiade Tokyo 2020.

Masih ada lagi, namun sekalipun jumlah pebulu tangkis India yang sukses masih kalah banyak dibandingkan dengan kekuatan-kekuatan tradisional bulu tangkis dunia seperti Indonesia, apa yang mereka lakukan tahun ini dengan merebut Piala Thomas adalah sungguh istimewa, jauh lebih dari sekadar manis.

Menjuarai Piala Thomas adalah indikasi relatif meratanya kekuatan bulu tangkis India saat ini. Tidak itu saja, sukses mereka juga menjadi petunjuk seberapa besar perubahan yang terjadi dalam bulu tangkis India belakangan ini.

Tetapi bulu tangkis India tidak sesemarak belasan tahun terakhir ini. Sebaliknya pernah mengalami masa-masa sulit ketika masyarakat dan juga media di negeri ini tidak terlalu mempedulikan cabang olah raga ini karena mereka mungkin lebih peduli kepada cabang-cabang seperti kriket, kabaddi dan hoki.

Pada akhir 1990-an, ibunda Pullela Gopichand yang bernama Subbaravaramma berusaha keras membantu anaknya mendapatkan liputan luas dari surat kabar dan televisi. Tetapi itu tak pernah terjadi sekalipun Gopichand sukses merebut gelar juara All England pada 2001.

Namun begitu Gopichand menjadi pelatih kepala timnas bulu tangkis India, wajah bulu tangkis India perlahan tapi pasti berubah sampai seangker saat ini. Tak hanya performa atlet yang terus meningkat, namun juga popularitas bulu tangkis di Negeri Anak Benua ini.

Setelah pensiun dari bulu tangkis, seperti halnya dilakukan Prakash Padukone sebelumnya, Pullela mendirikan Gopichand Badminton Academy pada 2008 yang menghasilkan sejumlah pebulu tangkis top seperti Saina Nehwal, PV Sindhu, Sai Praneeth, Parupalli Kashyap, Srikanth Kidambi, Arundhati Pantawane, Gurusai Datt, dan Arun Vishnu.

Saina Nehwal memenangi medali perunggu Olimpiade 2012, sedangkan PV Sindhu memenangkan medali perak Olimpiade Rio 2016 selain medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020. Shindu juga orang India pertama yang menjuarai BWF World Championships.

Gopichand menunjuk inisiatif LV Subramanyam (wakil ketua Sports Authority of Andhra Pradesh (SAAP) yang menjadi kawah candra dimuka olahraga India yang melahirkan bintang-bintang kriket, bulu tangkis dan lainnya) menyelenggarakan turnamen-turnamen kelas dunia di India untuk mempopulerkan bulu tangkis di negeri itu.

“Kejelian dia (LV Subramanyam) membantu kami mengenalkan lebih luas lagi bulu tangkis,” kata Gopichand seperti dikutip Times of India.

Bulu tangkis semakin populer di India setelah Saina Nehwal dan PV Shindu sukses dalam tiga Olimpiade terakhir.

Selain menjadi pelatih kepala, Gopichand bekerja tanpa henti dalam mencari sponsor turnamen. Dia terbiasa begadang hanya demi menyiapkan sebuah turnamen terselenggara dengan sukses.

Upaya Gopichand membuahkan hasil. Dukungan luas sponsor telah membuat kompetisi-kompetisi semakin kerap diadakan dan akhirnya bulu tangkis bertambah populer, sampai setiap waktu atlet India menjuarai turnamen setiap waktu itu pula kehebohan tumpah di media sosial.

Selebriti-selebriti seperti Anand Mahindra, Rajnikanth, Amitabh Bachchan dan bintang film terkenal lainnya rajin mengirimkan pesan ucapan selamat kepada atlet yang memperoleh kejayaan dalam turnamen-turnamen besar, apalagi yang berskala internasional.

Akademi bulu tangkis atau sistem pembinaan yang terus melahirkan atlet yang siap unjuk gigi, termasuk mereka yang kini menjuarai Piala Thomas 2022, ditambah kompetisi yang semakin kerap, popularitas yang semakin tinggi dan dukungan sponsor yang membuat motivasi berprestasi semakin besar karena hadiah yang besar, telah membuat bulu tangkis India semakin maju.

Pebulu tangkis-pebulu tangkis kelompok usia di India kini merasa mudah memutuskan apakah harus menggeluti bulu tangkis profesional, apalagi di negeri ini sudah ada liga bulu tangkis profesional.

Hadiah uang pun semakin besar untuk setiap turnamen dan ini membuat bulu tangkis India semakin digeluti luas oleh masyarakat yang akhirnya mendorong cabang olahraga ini maju dari waktu ke waktu.

Keberhasilan mereka merebut Piala Thomas dari Indonesia yang 19 tahun mendapatkan laga trofi ini pada Piala Thomas 2020 (yang diundur hingga 2021) lalu di Denmark, bukan hanya membuat India menjadi negara keenam yang menjuarai Piala Thomas setelah Indonesia, China, Malaysia, Denmark dan Jepang.

Keberhasilan ini juga menunjukkan India memiliki formasi pemain yang lumayan lengkap yang bisa menggugat dominasi Indonesia dan kekuatan-kekuatan bulu tangkis dunia lainnya dalam sektor putra.

Formasi lebih kaya ini membuat India mendapatkan stok lumayan variatif yang memungkinkan mereka bisa mengisi turnamen-turnamen besar bulu tangkis dengan kemungkinan mencapai hasil terbaik. Di sisi lain, sukses India merebut Piala Thomas adalah alarm untuk Indonesia dan kekuatan-kekuatan besar bulu tangkis dunia lainnya.

Fakta mereka berhasil menaklukkan dua tunggal putra top Indonesia dalam final Piala Thomas itu menunjukkan mereka bisa membuat kejutan-kejutan serupa dalam turnamen-turnamen bulu tangkis, termasuk Olimpiade Paris di mana bulu tangkis kemungkinan besar masih menjadi andalan utama Indonesia dalam mempertahankan tradisi emas Olimpiade.

Apa pun itu, cara metodikal dan evolusioner India dalam membesarkan bulu tangkis, termasuk tekad dan visi Pullela Gopichand, adalah isyarat bahwa kekuatan bulu tangkis sudah begitu menyebar seperti dilansir Antara.

Bagi Indonesia sendiri, sebelum kekuatan itu bergeser, evaluasi menyeluruh mesti segera dilakukan. Bukan karena formasi pemain saat ini kurang bagus bahkan mereka tetap harus disanjung dan diapresiasi, tapi muka-muka baru di kawasan lain seperti India telah menemukan formula baru nan lain yang mengancam dominasi kita.(aro)

Tags: IndiaindonesiaThomasUber

Berita Terkait.

ole
Olahraga

21 Pemain Timnas Indonesia Tiba di Jakarta Jelang FIFA ASEAN Cup, 2 Nama Siap Debut

Selasa, 22 September 2026 - 08:53
ole
Olahraga

Ole dan Paes Tiba di Jakarta, Siap Bela Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Senin, 21 September 2026 - 20:12
Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak
Olahraga

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Minggu, 20 September 2026 - 20:05
persib
Olahraga

Persijap vs Persib: Maung Bandung Bidik Revans, Laskar Kalinyamat Siap Tunjukkan Karakter

Minggu, 20 September 2026 - 12:38
pss
Olahraga

Dewa United vs PSS: Banten Warriors Kantongi Bekal Pramusim dan Filosofi Permainan

Minggu, 20 September 2026 - 11:21
borneo
Olahraga

Borneo FC vs Bali United: Pesut Etam Dituntut Bangkit

Minggu, 20 September 2026 - 10:30

OLAHRAGA

ole
Olahraga

21 Pemain Timnas Indonesia Tiba di Jakarta Jelang FIFA ASEAN Cup, 2 Nama Siap Debut

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 22 September 2026 - 08:53

INDOPOSCO.ID – Persiapan Timnas Indonesia menuju FIFA ASEAN Cup 2026 mulai memasuki tahap serius. Sebanyak 21 pemain telah tiba dan...

SelengkapnyaDetails
ole

Ole dan Paes Tiba di Jakarta, Siap Bela Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Senin, 21 September 2026 - 20:12
Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Minggu, 20 September 2026 - 20:05
persib

Persijap vs Persib: Maung Bandung Bidik Revans, Laskar Kalinyamat Siap Tunjukkan Karakter

Minggu, 20 September 2026 - 12:38
pss

Dewa United vs PSS: Banten Warriors Kantongi Bekal Pramusim dan Filosofi Permainan

Minggu, 20 September 2026 - 11:21

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5539 shares
    Share 2216 Tweet 1385
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    1246 shares
    Share 498 Tweet 312
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    971 shares
    Share 388 Tweet 243
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    968 shares
    Share 387 Tweet 242
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.