• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Dipicu Kenaikan Suku Bunga AS, Harga Minyak Mentah Turun

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 14 Januari 2022 - 09:05
in Ekonomi
minyak

Ilustrasi - Ladang Minyak. ANTARA/REUTERS

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Harga minyak mentah di pasar New York Mercantile Éxchange ditutup turun tipis pada Jumat (14/1/2022) karena investor mengambil keuntungan setelah 2 hari naik di tengah kekhawatiran kenaikan suku bunga AS yang agresif.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun 52 sen, atau 0,6 persen, pada 82,12 dolar AS per barel, setelah naik 5,6 persen selama 2 hari sebelumnya. Sementara harga minyak mentah berjangka Brent turun 20 sen, atau 0,2 persen, menjadi 84,47 dolar AS per barel pasca perdagangan Selasa dan Rabu sempat naik 4,7 persen.

BacaJuga:

MBG dan 1 Juta Rumah Dinilai Belum Cukup Kuat Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Menteri ESDM: Stok Solar Aman karena Indonesia Tak Impor

AMMAN Tahan Guncangan 2025, Bidik Stabilitas Smelter di 2026

“Federal Reserve mungkin perlu menaikkan suku bunga 4 kali pada tahun 2022 jika inflasi tidak cepat membaik,” tutur Presiden Federal Reserve (Fed) Chicago Charles Evans seperti dikutip Antara, Jumat (14/1/2022).

Ia menambahkan bahwa inflasi tetap tinggi pada jangka waktu lebih lama, The Fed harus mengambil tindakan lebih cepat dari yang diharapkan.

Baca Juga : Minyak Naik di Asia, Dipicu Kekhawatiran Pasokan Saat Kazakhstan Rusuh

“Data inflasi harga produsen AS seperti bulan lalu dapat memberi tekanan pada The Fed untuk mengendalikan ekonomi, yang berpotensi menjadi hambatan pada harga minyak mentah dan mendukung dolar,” tutur mitra di Again Capital Management di New York, John Kilduff.

Ia menjelaskan harga minyak biasanya bergerak terbalik terhadap dolar AS di mana greenback yang lebih kuat akan membuat komoditas lebih mahal.

Menurut Kilduff, kenaikan data klaim pengangguran AS dapat melemahkan permintaan terhadap bahan bakar minyak. Beberapa investor melihat pada data Administrasi Informasi Energi AS (EIA) pada Rabu, mengatakan persediaan minyak mentah turun akibat pandemi virus Omicron. Persediaan gasolin meningkat 8 juta barel dalam sepekan hingga 7 Januari, dibandingkan dengan ekspektasi analis untuk kenaikan 2,4 juta barel.

“Pada kenyataannya, laporan mingguan EIA berbeda dari perkiraan utama, karena total persediaan minyak mentah turun 4,8 juta barel tetapi diimbangi peningkatan stok seluruh minyak produk olahan,” tutur analis Citibank.

Penurunan persediaan minyak mentah mungkin terkait dengan masalah pajak akhir tahun pada stok minyak di Texas dan Louisiana, tambah bank tersebut. Namun kerugian dibatasi oleh pemikiran bahwa Omicron tidak cukup akut membatalkan pemulihan permintaan global dan cuaca dingin di Amerika Utara.

Beberapa analis memperkirakan kenaikan harga minyak akan berlanjut, di mana kapasitas produksi yang sedikit dan investasi terbatas dapat mengangkat minyak mentah ke 90 dolar AS per barel atau bahkan di atas 100 dolar AS per barel. JP Morgan memperkirakan harga minyak akan naik setinggi 125 dolar AS per barel tahun ini.

Minyak mentah berjangka AS untuk pengiriman Februari 2023 diperdagangkan dengan korting lebih dari 9 dolar AS, bergerak ke wilayah overbought untuk kali pertama sejak November 2021. (mg4)

Tags: Harga MinyakSuku Bunga

Berita Terkait.

DPR Kecam Larangan Salat di Al-Aqsa: Langgar Hukum Internasional
Ekonomi

MBG dan 1 Juta Rumah Dinilai Belum Cukup Kuat Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Jumat, 27 Maret 2026 - 02:21
Menteri ESDM: Stok Solar Aman karena Indonesia Tak Impor
Ekonomi

Menteri ESDM: Stok Solar Aman karena Indonesia Tak Impor

Kamis, 26 Maret 2026 - 19:26
AMMAN Tahan Guncangan 2025, Bidik Stabilitas Smelter di 2026
Ekonomi

AMMAN Tahan Guncangan 2025, Bidik Stabilitas Smelter di 2026

Kamis, 26 Maret 2026 - 19:06
Kesadaran Investasi Emas Masyarakat Meningkat, THR Jadi Modal Aset Masa Depan
Ekonomi

Kesadaran Investasi Emas Masyarakat Meningkat, THR Jadi Modal Aset Masa Depan

Kamis, 26 Maret 2026 - 17:26
Operasi Ketupat 2026 Ditutup, Polri Tancap Gas KRYD Hadapi Arus Balik
Ekonomi

Whoosh Masih Dipadati, Penumpang Angkutan Lebaran 2026 Naik 11 Persen

Kamis, 26 Maret 2026 - 17:06
Alat-Berat
Ekonomi

Hilirisasi Digeber, Energi Diperkuat: Strategi Besar Pemerintah di Era Baru

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:16

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1160 shares
    Share 464 Tweet 290
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    978 shares
    Share 391 Tweet 245
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    873 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • 5 HP Gaming Terbaik 2026 untuk Mabar dan Push Rank, Performa Gahar Tanpa Lag

    731 shares
    Share 292 Tweet 183
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.