• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Akibat Ini, Kelompok Pribumi Brasil Kehilangan Tempat Tinggal

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 13 Januari 2022 - 12:51
in Internasional
brasil

Ilzete dipeluk oleh putrinya Joelma di depan rumah tergenang banjir yang disebabkan hujan lebat di Imperatriz, negara bagian Maranhao, Brazil, Kamis (6/1/2022). ANTARA/REUTERS

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Tiga tahun lalu, runtuhnya bendungan limbah buangan di sebuah tambang biji besi memaksa komunitas pribumi Brasil untuk pindah rumah ke tempat yang lebih tinggi. Sekarang, Sungai Paraopeba yang diguyur hujan telah membanjiri desa baru mereka dan membuat mereka kehilangan tempat tinggal lagi.

Sekitar 50 penduduk asli suku Pataxo-Hahahae telah berlindung di sekolah lokal, tetapi rumah mereka di desa Nao Xoha telah terkontaminasi oleh air sungai yang dipenuhi limbah tambang berlumpur.

BacaJuga:

DPR: RUU Hukum Perdata Internasional Tutup Kekosongan Hukum dan Perkuat Posisi Indonesia di Global

Pesan Terakhir Kapten Zulmi untuk Sang Ayah: “Jangan Pergi Sendirian, Pah”

Prabowo–Lee Perkuat Aliansi RI–Korsel: Dari Ekonomi, Pertahanan hingga Kolaborasi AI

“Kami kehilangan rumah. Kami kehilangan kamar mandi. Kami kehilangan pusat kesehatan kami. Kami kehilangan perabotan. Komunitas kami semua kebanjiran,” kata Kepala Sucupira Patax-Hahahae, seperti dikutip Antara, Rabu (13/1/2022).

Baca Juga : Dituduh Membunuh Suami, Mantan Anggota Kongres Brasil Ditangkap

“Air yang terkontaminasi bijih tambang membanjiri rumah dan halaman belakang kami. Tidak mungkin kami bisa tinggal di sana lagi. Kami punya banyak anak,” katanya.

Hujan deras tanpa henti selama dua minggu terakhir mengguyur wilayah pertambangan negara bagian Minas Gerais di Brazil tenggara, menyebabkan bendungan meluap dan membanjiri kota dan jalan. Lebih dari 20 orang telah meninggal.

Pada Januari 2019, sebuah bendungan runtuh di sebuah tambang dekat Brumadinho yang dimiliki oleh penambang raksasa Vale SA, melepaskan semburan lumpur yang menerjang kafetaria penambangan itu dan mengubur rumah-rumah dan pertanian, menewaskan 270 orang.

Tidak ada warga suku Pataxo-Hahahae yang tewas dalam bencana tersebut. Tetapi bermil-mil ke hilir, cara hidup mereka menjadi tidak berkelanjutan di tepi sungai yang tercemar tempat mereka mandi, mencuci pakaian, dan memancing untuk sumber makanan utama mereka.

Desa tersebut memiliki 80 penduduk pada waktu itu. Keberadaan warga itu tercerabut dan mereka pindah ke tempat yang lebih aman 30 meter dari sungai. Sekarang bahkan tempat baru itu berada di bawah air. “Sangat sedih melihat kondisi ini terjadi lagi,” kata Marina Pataxo- Hahahae. (mg2)

Tags: brasilSungai Paraopeba

Berita Terkait.

DPR: RUU Hukum Perdata Internasional Tutup Kekosongan Hukum dan Perkuat Posisi Indonesia di Global
Internasional

DPR: RUU Hukum Perdata Internasional Tutup Kekosongan Hukum dan Perkuat Posisi Indonesia di Global

Kamis, 2 April 2026 - 06:27
Tiga Prajurit Gugur, TNI Tetap Kirim 756 Pasukan Baru ke Lebanon
Internasional

Pesan Terakhir Kapten Zulmi untuk Sang Ayah: “Jangan Pergi Sendirian, Pah”

Kamis, 2 April 2026 - 02:11
Prabowo–Lee Perkuat Aliansi RI–Korsel: Dari Ekonomi, Pertahanan hingga Kolaborasi AI
Internasional

Prabowo–Lee Perkuat Aliansi RI–Korsel: Dari Ekonomi, Pertahanan hingga Kolaborasi AI

Rabu, 1 April 2026 - 23:58
Warga Negara Iran Disebut Dilarang Transit dan Masuk ke Wilayah UEA
Internasional

Warga Negara Iran Disebut Dilarang Transit dan Masuk ke Wilayah UEA

Rabu, 1 April 2026 - 22:08
Warga Negara Iran Disebut Dilarang Transit dan Masuk ke Wilayah UEA
Internasional

Tak Mau Bantu Melawan Iran, Trump Pertimbangkan AS Keluar dari NATO

Rabu, 1 April 2026 - 21:36
Kecam Insiden yang Tewaskan Prajurit TNI di Lebanon, Fraksi Gerindra Dorong Investigasi
Internasional

Kecam Insiden yang Tewaskan Prajurit TNI di Lebanon, Fraksi Gerindra Dorong Investigasi

Rabu, 1 April 2026 - 01:03

BERITA POPULER

  • darwati

    Warga Aceh Dikeroyok di Polda Metro Jaya, DPD RI: Ini Tamparan Keras bagi Penegakan Hukum

    1085 shares
    Share 434 Tweet 271
  • Kemnaker: Ratusan Aduan Pelanggaran THR, 173 Kasus Sudah Selesai dan 1.400-an Berproses

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
  • DPR Minta OJK yang Baru Segera Tangani Kasus Dana Syariah Rp2,47 Triliun

    794 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1241 shares
    Share 496 Tweet 310
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    953 shares
    Share 381 Tweet 238
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.