• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

IDAI: Obesitas Jadi Masalah Anak yang Terlupakan selama PJJ

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Kamis, 6 Januari 2022 - 23:45
in Gaya Hidup
Dokumen - Siswa Sekolah Dasar didampingi orang tua melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan sistem daring pada hari pertama tahun ajaran baru 2020-2021 di Palembang

Dokumen - Siswa Sekolah Dasar didampingi orang tua melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan sistem daring pada hari pertama tahun ajaran baru 2020-2021 di Palembang, Sumsel, Senin (13/7/2020). ANTARA /Feny Selly

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan obesitas menjadi permasalahan pada anak yang terlupakan selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) saat pandemi Covid-19 berlangsung.

“Dalam praktik, saya sudah ketemu dalam waktu seminggu sudah ada tiga anak yang konsultasi jantung karena obesitas,” kata Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso dalam siaran langsung bertajuk “PTM 100% Apa Dampaknya?” yang diikuti secara daring di Jakarta, seperti dikutip Antara, Kamis (6/1/2022).

BacaJuga:

Chen, Baekhyun dan Xiumin Akhiri Kontrak dengan INB100

Bos Big Planet Made Bantah Tuduhan, Siap Gugat Rp1,1 Triliun atas “Informasi Jahat”

IU, Byeon Woo Seok dan Lainnya Penuh Tawa di Lokasi Syuting “Perfect Crown”

Piprim menuturkan, obesitas menyebabkan berat badan terus bertambah sehingga anak dapat merasa lebih cepat lelah. Akibatnya, menambah masalah baru pada anak meski masalah pandemi Covid-19 belum usai.

Dalam contoh kasus yang dia jabarkan, terdapat anak kelas satu SMA yang memiliki berat hingga 120 kilogram.

Selain mudah lelah, obesitas juga berpotensi memberikan celah anak terkena komorbid yang menimbulkan bahaya bagi anak. Sehingga orang tua betul-betul harus memperhatikan setiap asupan gizi yang dikonsumsi anak pada saat belajar di depan layar yang memiliki ruang terbatas untuk anak bisa bergerak.

Menurutnya, meskipun anak terlihat lelah pada saat belajar di depan komputer atau laptop, lebih baik orang tua tidak secara terus menerus memberikan seorang anak sebuah makanan. Terlebih lagi, perlu menghindari konsumsi makanan yang memiliki rasa manis dan juga makanan siap saji.

“Asupan makanan kasih sayang itu tidak mesti diwujudkan dalam memberikan junk food pada anak atau dengan minuman manis. Sudah pasti bikin anak menggelembung berat badannya. Ketika obesitas, dia menjadi terkena komorbid utama pada Covid-19 ini. Jadi kita menjerumuskan anak kita sendiri mohon diperhatikan,” tegas Piprim.

Ketua Satgas Covid-19 IDAI Yogi Prawira mengatakan saat ini semua orang lebih memilih untuk sibuk membicarakan mengenai keganasan dan penyakit kronik dari Covid-19.

Padahal, masalah obesitas merupakan salah satu komorbid yang terlupakan selama pandemi Covid-19.

“Merawat anak dengan obesitas itu sakit dengan apapun deg-degan kita, termasuk demam dengue. Karena dalam kondisi normal pun, badannya sudah meradang, terus begitu ada insult langsung. Apalagi misalnya anak tidak suka olahraga,” kata Yogi.

Guna menyikapi obesitas pada anak, Yogi menyarankan kepada semua orang tua ataupun pihak sekolah untuk melakukan monitoring pada setiap kegiatan anak.

Hal tersebut dapat dilakukan dengan kerja sama dari setiap pihak untuk menentukan berapa lama aktivitas anak pada saat melakukan kegiatan fisik maupun tidur.

“Sehingga bisa menjadi patokan guru dan orang tua mengenai masing-masing aktivitas tadi. Karena sekarang, sebagian besar yang dikerjakan sedentary, hanya duduk di depan laptop, tidak melakukan apa-apa, ada makanan semua sudah tersedia,” ujar dia.(mg2)

 

Tags: covid-19ikatan dokter anak indonesiaobesitaspembelajaran jarak jauh

Berita Terkait.

Chen
Gaya Hidup

Chen, Baekhyun dan Xiumin Akhiri Kontrak dengan INB100

Sabtu, 11 April 2026 - 06:22
Bigbos-Planet
Gaya Hidup

Bos Big Planet Made Bantah Tuduhan, Siap Gugat Rp1,1 Triliun atas “Informasi Jahat”

Sabtu, 11 April 2026 - 02:18
Drakor
Gaya Hidup

IU, Byeon Woo Seok dan Lainnya Penuh Tawa di Lokasi Syuting “Perfect Crown”

Jumat, 10 April 2026 - 23:25
Hyuna
Gaya Hidup

HyunA Resmi Berpisah dengan Agensi AT AREA

Jumat, 10 April 2026 - 21:03
Lee-Jin-Ho
Gaya Hidup

Komedian Lee Jin Ho Dirawat di RS usai Pingsan Akibat Pendarahan Otak

Jumat, 10 April 2026 - 05:41
Grupband
Gaya Hidup

Grup Band Korea Selatan Xdinary Heroes Umumkan Rangkaian Pemberhentian Tur di Eropa

Jumat, 10 April 2026 - 03:09

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    1538 shares
    Share 615 Tweet 385
  • Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    722 shares
    Share 289 Tweet 181
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.