• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

PM Sudan Lengser Setelah Gagal Pulihkan Pemerintahan Sipil

Sumber Ginting Editor Sumber Ginting
Senin, 3 Januari 2022 - 10:45
in Internasional
Abdalla Hamdok, PM Sudan yang digulingkan militer.

Abdalla Hamdok, PM Sudan yang digulingkan militer. ANTARA/ REUTERS/ Mohamed Nureldin Abdallah/ aa.( REUTERS// MOHAMED NURELDIN ABDALLAH)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok mengatakan pada Minggu (2/1) mengundurkan diri, enam pekan setelah kembali ke jabatannya dalam kesepakatan dengan para pemimpin kudeta militer.

Dalam kesepakatan itu Hamdok mengatakan bahwa dia dapat menyelamatkan transisi menuju demokrasi.

BacaJuga:

DPR Desak Investigasi Internasional atas Serangan ke Markas UNIFIL

Pasukan Perdamaian TNI Gugur di Lebanon, DPR: Ini Kejahatan Serius oleh Israel, Pemerintah Jangan Bersikap Biasa aja!

Berikan Dukungan Perang Lawan Israel dan Amerika, Pemimpin Tertinggi Iran Bersurat ke Irak

Hamdok, yang gagal membentuk pemerintahan saat protes berlanjut terhadap pengambilalihan militer pada Oktober, mengatakan perundingan dengan berbagai pihak yang berkepentingan diperlukan untuk menghasilkan kesepakatan baru untuk transisi politik Sudan.

“Saya memutuskan buat mengembalikan tanggung jawab dan mengumumkan pengunduran diri saya sebagai perdana menteri, dan memberikan kesempatan kepada siapa pun dari negara mulia ini untuk… membantu negara ini melewati masa transisi menuju negara sipil yang demokratis,” kata Hamdok dalam pidato yang disiarkan televisi, Senin (3/1/2022), seperti dikutip Antara.

Pengumuman itu membuat masa depan politik Sudan semakin dalam ke arah ketidakpastian, tiga tahun setelah pemberontakan yang menyebabkan penggulingan pemimpin lama Omar al-Bashir.

Sebagai seorang ekonom dan mantan pejabat PBB yang dihormati secara luas oleh masyarakat internasional, Hamdok menjadi perdana menteri di bawah perjanjian pembagian kekuasaan antara militer dan warga sipil setelah penggulingan Bashir.

Digulingkan dan ditempatkan di bawah tahanan rumah oleh militer selama kudeta pada 25 Oktober, dia diangkat kembali pada November.

Namun kesepakatan atas kembalinya ke posisi PM dikecam oleh banyak orang di koalisi sipil yang sebelumnya mendukungnya. Pengunjuk rasa yang terus mengadakan demonstrasi massal menentang kekuasaan militer.

Dalam unjuk rasa mutakhir pada Minggu, beberapa jam sebelum pidato Hamdok, pasukan keamanan menembakkan gas air mata ke demonstran di Khartoum ketika pengunjuk rasa bergerak menuju istana presiden.

Sedikitnya dua orang tewas, menjadikan 56 korban tewas dalam protes sejak kudeta 25 Oktober, kata komite dokter yang bergabung dengan gerakan protes.

Di antara reformasi ekonomi yang dijalankan Hamdok adalah penghapusan subsidi bahan bakar yang mahal serta devaluasi mata uang yang tajam. Itu memungkinkan Sudan untuk memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan utang luar negeri setidaknya 56 miliar dolar AS (Rp797 triliun). Namun kesepakatan atas bantuan utang itu mengalami ketakpastian akibat kudeta. Kudeta itu juga membekukan dukungan ekonomi Barat yang luas untuk Sudan.

Sekembalinya sebagai perdana menteri pada November, Hamdok mengatakan ingin mempertahankan langkah-langkah ekonomi yang diambil oleh pemerintah transisi dan menghentikan pertumpahan darah setelah meningkatnya jumlah korban akibat penumpasan terhadap protes.(mg3)

Tags: pemimpin kudeta militerPerdana Menteri Sudan Abdalla Hamdokpolitik Sudan

Berita Terkait.

unifil
Internasional

DPR Desak Investigasi Internasional atas Serangan ke Markas UNIFIL

Senin, 30 Maret 2026 - 22:12
mahfudz
Internasional

Pasukan Perdamaian TNI Gugur di Lebanon, DPR: Ini Kejahatan Serius oleh Israel, Pemerintah Jangan Bersikap Biasa aja!

Senin, 30 Maret 2026 - 21:11
motjaba
Internasional

Berikan Dukungan Perang Lawan Israel dan Amerika, Pemimpin Tertinggi Iran Bersurat ke Irak

Senin, 30 Maret 2026 - 19:09
riyono
Internasional

DPR Usulkan 3 Jurus Lindungi Indonesia dari Krisis Pangan di Tengah Konflik Global

Senin, 30 Maret 2026 - 06:06
hasto
Internasional

PDIP Tegaskan Politik Luar Negeri Bebas Aktif di Tengah Gejolak Global

Senin, 30 Maret 2026 - 05:05
kapall
Internasional

Kapal Tempur Rusia Sandar di Tanjung Priok, Siap Latihan Bersama TNI AL

Senin, 30 Maret 2026 - 04:40

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1239 shares
    Share 496 Tweet 310
  • Warga Aceh Dikeroyok di Polda Metro Jaya, DPD RI: Ini Tamparan Keras bagi Penegakan Hukum

    1031 shares
    Share 412 Tweet 258
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    953 shares
    Share 381 Tweet 238
  • DPR Minta OJK yang Baru Segera Tangani Kasus Dana Syariah Rp2,47 Triliun

    780 shares
    Share 312 Tweet 195
  • Kemnaker: Ratusan Aduan Pelanggaran THR, 173 Kasus Sudah Selesai dan 1.400-an Berproses

    774 shares
    Share 310 Tweet 194
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.