• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Sebuah Perjalanan Pengakuan Kedaulatan, Dari Menumbing Menuju Den Hag

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 20 Desember 2021 - 22:07
in Gaya Hidup
Menteri Sosial Tri Rismaharini meresmikan ruang tata pamer di Pesanggrahan Menumbing, Muntok, Bangka Barat, Minggu (19/12/2021). Foto : Antara/Indriani

Menteri Sosial Tri Rismaharini meresmikan ruang tata pamer di Pesanggrahan Menumbing, Muntok, Bangka Barat, Minggu (19/12/2021). Foto : Antara/Indriani

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kenang-kenang Menumbing. Di bawah sinar gemerlap terang tjuaca. Kenang-kenang membawa kemenangan. Bangka, Djogdjakarta, Djakarta. Hidup Pancasila, Bhineka Tunggal Ika

Demikian tertulis jelas di prasasti yang ditandatangani oleh pendiri bangsa Drs Mohammad Hatta tertanggal 17 Agustus 1951. Prasasti tersebut terletak di pojok ruangan, tertanam di dinding sejajar dengan pigura berisi kisah para pendiri bangsa lainnya. Di antaranya Ir Soekarno, Mr Asa’at, Mr AG Pringgodidgo, Komodor Suryadi Suryadarma, Mohammad Roem, Ali Sastroamidjoyo, dan Haji Agus Salim.

BacaJuga:

Ahn Hyo Seop Tampil Memukau dalam Stills Pertama Drama “Final Table”, Tayang Perdana Akhir Oktober

Usung Semangat #MoreThanARace, Crystalin Run Xperience 2026 Siap Digelar di Jakarta

Lee Jung Eun Ungkap Perjuangan Lunasi Utang 50 Juta Won Selama 13 Tahun

Prasasti itu berada di Pesanggrahan Menumbing, di kawasan Bukit Menumbing dengan ketinggian 500 meter dari permukaan air laut. Masyarakat setempat menyebutnya sebagai Gunung Menumbing. Berada di pesanggrahan itu, dapat melihat Muntok, kota kecil yang berada di ujung Pulau Bangka, dari segala arah dan juga Selat Bangka yang memisahkan Pulau Bangka dan Sumatra.

Di kawasan yang terdiri atas empat bangunan itu, yakni satu bangunan utama, dua paviliun dan satu bangunan garasi itulah, menjadi saksi bisu tempat pengasingan para pendiri bangsa oleh Belanda pasca-Agresi Militer II. Mereka diasingkan di kota kecil itu dengan maksud menjauhkan dari semua kegiatan politik oleh Belanda.

Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi, Agus Widiatmoko, menjelaskan di kompleks bangunan tersebut para pendiri bangsa diasingkan oleh Belanda pada Desember 1948 hingga pertengahan 1949.

“Pengakuan kedaulatan Indonesia pada Konferensi Meja Bunda (KMB) di Den Hag pada sidang penutup 2 November 1949 itu erat kaitannya dengan Pesanggrahan Menumbing, karena semua berawal dari pemikiran para bangsa saat diasingkan di sini,” ujar dia.

Belanda mengasingkan Mohammad Hata, Mr A Gafar Pringgodigdo, Mr As’at, dan Komodor Suryadarma di Pesanggrahan Menumbing pada 22 Desember 1948, lalu disusul Mr Ali Sastroamidjoyo dan Mr Moh Roem pada 31 Desember 1948.

Baca Juga: Gempa NTT, Mensos: Bongkar Gudang, Kirim Bantuan!

Sementara Ir Soekarno, Haji Agus Salim, dan Sutan Sjahrir diasingkan di Prapat, Sumatera Utara. Pada 5 Februari 1949, Ir Soekarno dan Haji Agus Salim dipindahkan ke Muntok, yang pada masa sekarang berada di wilayah Kabupaten Bangka Barat. Berbeda dengan Hatta dan kawan-kawan, Ir Soekarno dan Haji Agus Salim ditempatkan di Pesanggrahan Muntok atau Banka Tin Winning (BTW).

“Belanda sebenarnya kecele, mereka mengira dengan diasingkan di Muntok, semakin menjauhkan rakyat dengan para pendiri bangsa karena di sini penduduknya adalah Melayu dan Tionghoa. Belanda menganggap penduduk setempat tidak mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia. Nyatanya, tidak demikian semangat nasionalisme justru semakin menyala dengan kehadiran para tokoh pendiri bangsa di Muntok ini,” terang dia.

Pada awal pengasingan, Belanda menyekap Hatta, As’aat, AG Pringgodirgo dan Komodor Suryadi Suryadarma di salah satu kamar berukuran 5,4×6,4 meter pada periode 22 Desember 1948 hingga 18 Januari 1949. Lalu pada 30 Desember 1948, kedatangan dua penghuni lainnya, yakni Mohammad Roem dan Ali Sastroamidjojo. Belanda membangun kerangkeng berukuran 4,4×10,4 meter yang terbuat dari kawat harmonik gaas.

“Sangat mengenaskan karena mereka dikerangkeng dalam satu ruangan, listrik, dan air juga sangat terbatas,” katanya.

Kerangkeng tersebut dibongkar pada 13 Januari 1949, sebelum kunjungan Komisi Tiga Negara (KTN) yang dibentuk Dewan Keamanan PBB dan dua pejabat Belanda. Setelah kunjungan, baru para pemimpin Republik dibebaskan bergerak di seluruh Pulau Bangka.

Pada saat pengasingan itu, menjadi tempat bagi para pemimpin bangsa untuk merumuskan pokok-pokok pikiran yang dibawa pada perundingan Konferensi Meja Bundar. Prasasti yang ditandatangani Bung Hatta menunjukkan bahwa Pesanggrahan Menumbing memiliki arti bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Agus menyebut sebuah surat berkop Wakil Presiden Republik Indonesia, ditujukan kepada LN Palar di New York, ditulis di Menumbing pada tanggal 2 Mei 1949 dan ditandatangani oleh Mohammad Hatta. Surat itu memberikan kesan bahwa Pesanggrahan Menumbing merupakan “Istana Wakil Presiden” dari tanggal 18 Januari hingga 5 Juli 1949.

Sementara itu, Pesanggrahan Menumbing awalnya bernama Berghotel Menumbing yang dibangun oleh perusahaan timah Belanda, Banka Tin Winning (BTW) pada kurun waktu 1927 hingga 1930.

Bangunan yang dirancang oleh Antwerp J. Lokollo tersebut diresmikan penggunaannya pada 28 Agustus 1928. Menumbing sendiri berasal dari Bahasa Arab yang berarti Manumbina yang berarti datang berulang untuk mengambil air bersih.

Sebagian besar bangunan dibangun dari batu granit dengan gaya arsitektur kolonial. Bangunan yang terdiri atas empat bangunan tersebut berada pada lahan 342×257 meter.

Pesanggrahan Menumbing ditetapkan sebagai cagar budaya berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor: PM. 13/PW007/MKP/2010 ditetapkan sebagai cagar budaya peringkat nasional berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 210/M/2015.

Selepas pengakuan kedaulatan Republik Indonesia, Pesanggrahan Menumbing dikelola oleh PN Tambang Timah Bangka.

Pada pertengahan 2021, BPCB Jambi melakukan penataan ruang pamer. Untuk tahap awal, penataan ruang pamer dilakukan di Pesanggrahan Menumbing. Berikutnya adalah Pesanggrahan Muntok atau yang dikenal dengan nama Wisma Ranggam.

“Pesanggrahan ini memiliki nilai penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Kemenangan Indonesia dalam diplomasi internasional berawal dari sini,” terang da.

Setelah ditetapkan sebagai cagar budaya, pihaknya berupaya agar bangunan tersebut dapat menjadi ruang belajar bagi generasi muda. Selama ini, masyarakat hanya mengenal Pesanggrahan Menumbing dan Muntok sebagai tempat pengasingan. Padahal nilainya lebih dari itu.

BPCB Jambi kemudian melakukan penataan ruang tata pamer lebih modern. Misalnya saja sosok Bung Hatta dipamerkan dalam bentuk mosaik, penggunaan tata cahaya, visualisasi dengan tata lampu, hingga dikemas dalam bentuk permainan.

Sebelumnya, dalam ruangan tersebut hanya berisi foto-foto dan teks. Penataan ruang pamer itu dibuat sedemikian rupa, sehingga tidak membosankan bagi generasi muda. Melalui penataan ruang pamer tersebut, diharapkan dapat memancing pemerintah daerah untuk lebih mengoptimalkan pemanfaatan potensi cagar budaya tersebut. Bangunan cagar budaya tersebut berada di kawasan Taman Hutan Rakyat (Tahura) Menumbing.

“Kami ingin mengangkat tidak hanya wisata alam, tetapi juga ada wisata cagar budaya. Ke depan, diharapkan dapat menjadi laboratorium bagi mahasiswa untuk praktik Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Jadi perlu pengelolaan secara khusus,” jelas dia dilansir Antara.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Barat, Bambang Haryo Suseno, mengatakan keberadaan tokoh bangsa di Muntok berperan besar dalam merebut kemerdekaan Indonesia dalam jalur diplomasi pascaproklamasi.

Menurut Suseno, hal itu belum banyak diketahui masyarakat. Oleh karenanya perlu upaya pengemasan sejarah tersebut dengan cara kreatif agar semakin dikenal masyarakat.

Muntok yang merupakan kota kecil di ujung Pulau Bangka, akan tetapi peranannya tidak sedikit dalam diplomasi pengakuan kedaulatan Republik Indonesia. (aro)

Tags: Den HagkemensosMensosmenumbingrisma

Berita Terkait.

hyo
Gaya Hidup

Ahn Hyo Seop Tampil Memukau dalam Stills Pertama Drama “Final Table”, Tayang Perdana Akhir Oktober

Kamis, 10 September 2026 - 13:33
crystaline
Gaya Hidup

Usung Semangat #MoreThanARace, Crystalin Run Xperience 2026 Siap Digelar di Jakarta

Kamis, 10 September 2026 - 09:14
leee
Gaya Hidup

Lee Jung Eun Ungkap Perjuangan Lunasi Utang 50 Juta Won Selama 13 Tahun

Kamis, 10 September 2026 - 04:14
lee
Gaya Hidup

Lee Joon Gi dan Sakaguchi Kentaro Hadir di “kiDnap GAME”, Thriller Penculikan Lintas Asia

Kamis, 10 September 2026 - 03:30
ryu
Gaya Hidup

Jauh dari Masa Kejayaan, Ryu Seung Ryong Jalani Kehidupan Pahit di “Portrait of a Family”

Kamis, 10 September 2026 - 02:22
evan
Gaya Hidup

EVAN Buka Suara Soal Alasan Tak Jalani Karier Solo saat Masih di ENHYPEN

Kamis, 10 September 2026 - 01:11

OLAHRAGA

lc
Olahraga

Hasil Liga Champions: PSG-Barca Berpesta, Liverpool Bangkit di Anfield

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 10 September 2026 - 10:50

INDOPOSCO.ID – Liga Champions 2026/2027 langsung menyajikan pesta gol dan drama pada matchday pertama fase liga. Paris Saint-Germain (PSG) dan...

SelengkapnyaDetails
bowo

Asian Games 2026: Selain Bonus Menggiurkan, Prabowo Janjikan Karier Atlet Berprestasi Dipacu

Kamis, 10 September 2026 - 10:30
persija

Persija Pastikan Jamu Persib di SUGBK Akhir Pekan Ini, Jakmania Auto Happy

Kamis, 10 September 2026 - 07:07
wo

Prabowo Siapkan Bonus Rp3 Miliar untuk Peraih Emas Asian Games 2026

Kamis, 10 September 2026 - 06:06
bowo

Rela Bertanding saat Cedera Rusuk, Prabowo Minta Semangat Atlet Equestrian Dicontoh

Kamis, 10 September 2026 - 05:05

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.