INDOPOSCO.ID – EVAN, yang sebelumnya dikenal sebagai Heeseung dari ENHYPEN, akhirnya buka suara mengenai keputusannya meninggalkan grup dan melanjutkan perjalanan musik sebagai solois.
Pada 7 September 2026, EVAN menggelar showcase pers di Grand Peace Palace, Universitas Kyung Hee, Seoul, untuk memperkenalkan mini album solo pertamanya, DEATH OF ME.
Dalam kesempatan tersebut, EVAN mendapat pertanyaan mengenai kepergiannya dari ENHYPEN, termasuk alasan mengapa ia tidak merilis musik solo sambil tetap menjadi anggota grup.
Seorang reporter menanyakan mengapa EVAN tidak memilih menjalani aktivitas solo tanpa meninggalkan ENHYPEN. Ia juga ditanya apakah keputusan tersebut membuatnya merasa cemas atau menyesal, terutama setelah ENHYPEN terus mencatat pencapaian baru.
EVAN memilih memberikan jawaban hati-hati mengenai pertanyaan pertama.
“Proses untuk menjadi solois melibatkan begitu banyak orang, jadi saya mohon pengertiannya bahwa sulit bagi saya untuk menjawab bagian tersebut.”
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa EVAN belum dapat mengungkap secara rinci proses atau pertimbangan di balik kemungkinan aktivitas solonya ketika masih menjadi bagian dari ENHYPEN.
Ketika ditanya mengenai pencapaian ENHYPEN setelah kepergiannya, EVAN justru memberikan respons positif.
ENHYPEN baru-baru ini mencatat pencapaian penting dengan meraih posisi No. 1 di Billboard 200 untuk pertama kalinya. EVAN mengaku bangga melihat pencapaian mantan grupnya tersebut.
“Saya bangga kepada mereka. Meraih posisi No. 1 di Billboard 200 bukanlah pencapaian yang mudah.”
Ia kemudian menegaskan bahwa dirinya ingin fokus pada perjalanan masing-masing.
“Saya rasa hal terbaik yang bisa saya lakukan adalah terus bekerja keras dan kita semua menunjukkan yang terbaik di posisi masing-masing.”
Alih-alih mengungkapkan penyesalan karena meninggalkan ENHYPEN sebelum grup tersebut mencapai posisi puncak Billboard 200, EVAN menggambarkan keputusannya sebagai sesuatu yang telah dipertimbangkan secara matang.
“Saya memutuskan untuk berdiri dengan kaki saya sendiri setelah memikirkannya secara mendalam.”
Pernyataan tersebut sekaligus memperlihatkan tekad EVAN untuk membangun identitas dan kariernya sendiri sebagai musisi solo.
EVAN juga berbicara mengenai respons yang diterimanya sejak memulai aktivitas solo. Ia mengaku bersyukur dapat menyelesaikan promosi single debut dengan baik dan merasa tersentuh oleh dukungan penggemar.
“Syukurlah, saya dapat menyelesaikan promosi single debut saya dengan sukses, dan saya merasa jumlah cinta yang saya terima jauh lebih besar daripada yang pantas saya dapatkan.”
Kini, ia melanjutkan perjalanan tersebut melalui mini album DEATH OF ME yang dirilis pada 7 September 2026.
Album ini berisi delapan lagu, termasuk lagu utama yang memiliki judul sama. EVAN juga terlibat secara luas dalam produksi album, sehingga memiliki ruang lebih besar untuk menuangkan identitas musikalnya.
Menurut EVAN, DEATH OF ME menggambarkan berbagai emosi yang muncul ketika seseorang memasuki fase baru kehidupan. Di dalamnya terdapat rasa takut terhadap masa depan, tetapi juga keinginan kuat untuk terus maju dan meraih pencapaian baru.
Lewat album tersebut, EVAN ingin membalas dukungan yang diterimanya dengan menghadirkan lebih banyak karya musik sekaligus menunjukkan arah baru dalam perjalanan kariernya sebagai solois. (mg166)























