• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Kolaborasi untuk Mitigasi Bencana Geologi

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 11 Desember 2021 - 12:30
in Nasional
gunung semeru

Awan panas yang keluar dari kawah gunung Semeru terlihat dari Desa Supiturang, Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, Jumat (10/12/2021). Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat dalam laporan per enam jam, gunung Semeru masih berada di status Waspada (level 2) dengan aktivitas awan panas serta kegempaan sebanyak tiga kali dengan amplitudo 2-6 mm dan satu kali gempa vulkanik dalam. Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto/aww

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan pentingnya upaya bahu membahu dari segenap pihak untuk berkolaborasi dan saling mengingatkan dalam menyampaikan informasi mitigasi kebencanaan geologi kepada masyarakat.

Dalam mengawal bencana kegeologian, pemerintah melalui beberapa kementerian dan badan melakukan langkah-langkah strategis sebagai tanggung jawab terhadap keberlangsungan kegiatan masyarakat di daerah rawan bencana.

BacaJuga:

DPR Panggil Korban dan Polisi, Dalami Kasus Dugaan Pelecehan oleh “Syekh AM”

Sarung Tangan Lokal Tembus Pasar Jepang, Ekspor PT SKM Perkuat Kiprah Industri Nasional

Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, DPR Sebut Tak Lazim dan Berpotensi Ganggu Rasa Keadilan

Langkah-langkah komprehensif dikoordinasikan dengan berpedoman pada regulasi yang ada.

Baca Juga : Tsunami 8 Meter Akibat Gempa Megatrus Selat Sunda Itu Potensi Bukan Prediksi

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial dikutip dari laman Kementerian ESDM di Jakarta, Sabtu menyampaikan bahwa prioritas utama dalam hal ini adalah keselamatan masyarakat.

Kementerian ESDM melalui Badan Geologi terus melakukan pemantauan gunung api selama 24 jam sehari terhadap 69 dari 127 gunung api aktif, termasuk Gunung Semeru, Jawa Timur.

“Hasil kajian dalam bentuk peta kawasan rawan Bencana (KRB) gunung api, gempa bumi, tsunami, dan gerakan tanah langsung disampaikan ke pemerintah daerah dan otoritas-otoritas yang menggunakannya,” ujar Ego, seperti dikutip Antara, Sabtu (11/12/2021).

Baca Juga : Cuaca Ekstrem, Wagub Banten Minta BPBD Optimalkan Mitigasi Bencana

Kementerian ESDM pun terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam melakukan sosialisasi langsung ke masyarakat.

“Kerja sama bahu membahu antara pemerintah pusat, daerah, dan keterlibatan masyarakat serta stakeholders lain menjadi penting dalam mitigasi bencana geologi,” tambah Ego.

Masyarakat diimbau terus memantau melalui aplikasi MAGMA Indonesia yang memantau secara realtime informasi seputar pergerakan aktivitas kegeologian di Indonesia.

Tak hanya itu, aplikasi tersebut juga menampilkan peta lokasi dan waktu kejadian, magnitudo, kedalaman, simbol mekanisme gempa bumi di sekitar lokasi gempa bumi, nama gunung api terdekat pusat gempa bumi dan pangkal data.

“Aplikasi ini dapat dimanfaatkan sebagai salah satu cara identifikasi dan peringatan dini dalam manajemen kebencanaan,” imbuh Ego.

Peningkatan edukasi mitigasi bencana geologi kepada masyarakat dinilai memiliki peran penting dalam jangka panjang. “Masyarakat akan memahami untuk menjalankan aktivitas mereka sesuai prosedur yang berlaku,” tambah Ego.

Modernisasi alat pantau

Di balik upaya Kementerian ESDM dalam melakukan mitigasi bencana kegeologian, peralatan pengamatan gunung api yang ada di lapangan dinilai beberapa pihak masih belum ideal, padahal ketangguhan dan keandalan peralatan mitigasi sangat menentukan efektivitas penanganan bencana kegeologian.

“Sebagian besar peralatan mitigasi itu sudah lama beroperasi. Peralatan itu perlu dimodernisasi,” tegas Ego.

Melalui modernisasi teknologi, sambung Ego, penanganan mitigasi bencana jauh akan lebih maksimal lantaran perangkat tersebut mampu memberikan informasi cepat dan akurat terhadap aktivitas kegeologian yang terjadi.

Kementerian ESDM pun akan mengambil langkah-langkah strategis terutama dalam pengalokasian anggaran untuk mengupayakan modernisasi peralatan kegeologian sebagai program prioritas.

“Ini terkait proteksi masyarakat di masa mendatang. Apalagi sebagian besar masyarakat kita tinggal di wilayah rawan bencana, ring of fire. Makanya, mitigasi bencana adalah hal yang paling penting,” jelas Ego.

Guna melakukan modernisasi alat pantau, pembiayaan untuk melakukan mitigasi bencana pada 2022 perlu ditingkatkan. Total rencana anggaran Kementerian ESDM pada 2022 adalah sebesar Rp5,8 triliun.

Anggaran tersebut utamanya untuk infrastruktur dalam rangka mendukung penyediaan energi bagi masyarakat seperti pembangunan jaringan gas kota, pembagian konverter kit elpiji untuk nelayan dan petani, penerangan jalan umum (PJU), revitalisasi infrastruktur energi baru terbarukan, alat penyalur daya listrik, bantuan pasang baru listrik, serta tahapan pembangunan pipa gas Cirebon-Semarang. (mg2)

Tags: kementerian esdmMitigasi Bencanamitigasi bencana geologi

Berita Terkait.

DPR Panggil Korban dan Polisi, Dalami Kasus Dugaan Pelecehan oleh “Syekh AM”
Nasional

DPR Panggil Korban dan Polisi, Dalami Kasus Dugaan Pelecehan oleh “Syekh AM”

Kamis, 26 Maret 2026 - 21:45
Sarung Tangan Lokal Tembus Pasar Jepang, Ekspor PT SKM Perkuat Kiprah Industri Nasional
Nasional

Sarung Tangan Lokal Tembus Pasar Jepang, Ekspor PT SKM Perkuat Kiprah Industri Nasional

Kamis, 26 Maret 2026 - 21:31
Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, DPR Sebut Tak Lazim dan Berpotensi Ganggu Rasa Keadilan
Nasional

Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, DPR Sebut Tak Lazim dan Berpotensi Ganggu Rasa Keadilan

Kamis, 26 Maret 2026 - 20:45
Perangi Narkotika, Bea Cukai Jalin Sinergi di Daerah
Nasional

Perangi Narkotika, Bea Cukai Jalin Sinergi di Daerah

Kamis, 26 Maret 2026 - 20:01
Operasi Ketupat 2026 Ditutup, Polri Tancap Gas KRYD Hadapi Arus Balik
Nasional

Seskab Teddy Aktif Turun ke Lapangan, Pengamat Ingatkan Risiko “AsKabPi”

Kamis, 26 Maret 2026 - 18:01
AMMAN Tahan Guncangan 2025, Bidik Stabilitas Smelter di 2026
Nasional

Kapolri Kawal Ketat Mudik 2026, Fatalitas Kecelakaan Turun 30,41 Persen

Kamis, 26 Maret 2026 - 17:45

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1132 shares
    Share 453 Tweet 283
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    978 shares
    Share 391 Tweet 245
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    851 shares
    Share 340 Tweet 213
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2676 shares
    Share 1070 Tweet 669
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.