• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Membangkitkan Kejayaan Rempah di Tanah Air

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 21 November 2021 - 23:15
in Gaya Hidup
rempah

Pedagang rempah-rempah melayani pembeli di Pasar Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Seni (23/3/2020). Foto : Antara/Adeng Bustomi

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Rempah-rempah pernah dianggap sangat bernilai, lebih dari logam mulia, hingga menimbulkan penjajahan di tanah Nusantara yang dipicu keinginan menguasai wilayah penghasil rempah.

Alasannya, rempah memang kaya manfaat untuk kehidupan. Rempah adalah alasan di balik kelezatan masakan-masakan Indonesia, namun manfaatnya tak cuma berakhir di dapur. Rempah sejak dulu dapat digunakan untuk memelihara kesehatan, menjaga kebugaran dan stamina, menjaga daya tahan tubuh merawat kecantikan.

BacaJuga:

Debut Solo EVAN di M Countdown Tuai Kritik, Video Wawancaranya Viral di Media Sosial

Perlakuan Mengejutkan yang Diterima Mark Lee yang Dikaitkan dengan Skandal “Kencan” Haechan NCT

Akhiri Perang Tiket K-Pop: Agensi Ubah Sistem Pre-Sale, Fans Lokal Diutamakan dan Fans Global Protes

Potensi pemanfaatan rempah untuk kemajuan industri kesehatan di Indonesia masih belum digali maksimal. Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mendorong lembaga riset dan dokter-dokter untuk mengeksplorasi dan mengolah rempah sehingga bermanfaat bagi kesehatan masyarakat.

Menciptakan regulasi yang kondusif untuk pemanfaatan rempah demi meningkatkan kesehatan adalah salah satunya. Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) Dr (Cand.) dr. Inggrid Tania, M. Si mengatakan, belum ada regulasi yang memberikan legalitas kepada dokter untuk mengintegrasikan kekayaan jamu dalam pelayanan kesehatan formal.

Baca Juga : Tanaman Rempah Ini Berkhasiat Jaga Daya Tahan Tubuh

Wewenang itu nantinya akan diberikan kepada Tenaga Kesehatan Tradisional, orang yang lulus pendidikan tinggi bidang pengobatan tradisional yang meliputi keterampilan dan ramuan. Padahal, menurut Intan lebih baik keduanya saling bersinergi dimana tenaga kesehatan tradisional dan dokter saling bahu membahu di sarana kesehatan.

Dia membandingkan kondisi di Jepang yang jauh berbeda. Dokter di Negeri Sakura diberikan legalitas untuk memberi resep ramuan tradisional kepada pasien bila diperlukan. Ramuan tradisionalnya tidak melulu berupa obat modern seperti ekstrak dalam kapsul, bisa juga berupa rempah-rempah kering yang nantinya direbus.

Tentu saja ramuan tradisional yang diresepkan harus telah terbukti secara klinis. Dilihat dari kekayaan alam dan tanah di negaranya, Indonesia memiliki jauh lebih banyak sumber daya alam yang melimpah. Jepang mengakalinya dengan mengimpor rempah sesuai standard dari negara-negara lain.

Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia senantiasa mendorong advokasi regulasi agar dokter di Indonesia bisa turut mendorong pengembangan dan pemanfaatan rempah sebagai solusi aman, murah, berkhasiat dan ramah lingkungan. Di sisi lain, dia juga berharap ada regulasi baru sehingga mahasiswa kedokteran di Indonesia mendapatkan kurikulum tentang pengobatan tradisional.

“Jadi dokter punya legalitas dan kompetensi,” ujar Intan seperti dilansir Antara, Minggu (21/11/2021).

Sejarah telah mencatat harumnya rempah Nusantara sejak dahulu kala. Intan menuturkan, astronom Yunani bernama Claudius Ptolemaeus di Mesir pernah menulis peta kuno pada abad ke- 1 berisi kota Barus, tempat penting di Sumatera dan dunia yang menghasilkan komoditas aromatik rempah berharga: kapur barus.

Sementara bangsa Romawi mengenal rempah Nusantara sebelum tahun 24 Sebelum Masehi. Mereka hanya tahu semua daerah Arab adalah satu-satunya negeri produsen pohon gaharu, cendana dan kayu manis.

Menurut ilmuwan Rusia A. M. Petrov, sebetulnya kayu manis yang beredar di bangsa Romawi berasal dari Asia Tenggara dan India Selatan. Para pedagang Arab merahasiakan tempat asal rempah ini sehingga pembeli hanya bisa mendapatkannya dari mereka.

Pada masa kolonial, para dokter dan apoteker diberi tugas untuk mengumpulkan, mencatat dan membuat ilustrasi rempah-rempah beserta kegunaan dan tempatnya tumbuh. Dokter Jacobus Bontius adalah pegawai VOC yang gigih memadukan hasrat meneliti alam dan merawat orang sakit.

Dia membuat karya berjudul” De Medicina Indorum” berisi gambaran pengamatan terhadap penyakit di Batavia, cara perawatan, penggambaran alam terkait tumbuhan yang dianggap berkhasiat.

Pengobatan tradisional Indonesia– yang pada perjalanannya dipengaruhi sistem pengobatan dari China, India dan Arab– telah tersurat dalam kitab- kitab kuno Nusantara hingga relief candi Borobudur. Sejak dulu kala, masyarakat telah bergantung kepada alam untuk penyehatan dan penyembuhan. Rempah adalah bagian dari sistem pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi melalui lisan dan tulisan.

Kegunaan dari jamu diakui oleh dokter di Indonesia sejak dahulu kala. Pada akhir 1930, Abdul Rasyid dan Seno Sastroamijoyo menganjurkan jamu digunakan sebagai upaya pencegahan untuk mengganti obat. Sembilan tahun kemudian, Ikatan Dokter Indonesia menggelar konferensi dengan dua bintang tamu pengobat tradisional yang diminta mempraktikkan pengobatan tradisional. Pada tahun yang sama, konferensi pertama tentang jamu digelar di Solo dan dihadiri para dokter.

Setahun kemudian, Goelarso Astrodikesoemo dalam kongres kedua VIG (IDI) di Solo mengimbau dokter-dokter agar mulai menyelidiki obat tradisional. Diputuskan, obat- obat rakyat dan cara pemakaiannya perlu dipelajari secepat mungkin.

Saat perang berlanjut, tenaga kesehatan belajar penggunaan jamu secara otodidak mengingat stok obat sintetik yang terbatas. Politik Berdikari dari Presiden Soekarno memberi kesempatan kepada kemandirian pengobatan dengan mengeksplorasi dan memanfaatkan bahan alam kekayaan Indonesia.

Peneliti Utama Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat( BALITTRO) Kementerian Pertanian, Dr. Otih Rostiana, mengutarakan hal senada mengenai upaya mengembalikan kejayaan rempah di Indonesia seperti dahulu kala.

“Bangsa sehat dengan rempah-rempah yang ada sepanjang masa dan perlu dilestarikan sepanjang hayat dikandung badan,” kata Otih.

Penelitian dan pemanfaatan rempah agar bisa menjadi jamu, obat herbal terstandar dan pada akhirnya menjadi fitofarmaka yang khasiatnya telah terbukti ilmiah lewat uji klinik masih dan harus terus berlangsung. Memaksimalkan penggunaan rempah-rempah di Nusantara sebagai obat bukan cuma demi kesehatan masyarakat, tetapi juga berujung pada peningkatan perekonomian karena dapat menyejahterakan para petani rempah. (mg1)

Tags: jaheJamuRempahrempah-rempah

Berita Terkait.

evan
Gaya Hidup

Debut Solo EVAN di M Countdown Tuai Kritik, Video Wawancaranya Viral di Media Sosial

Minggu, 28 Juni 2026 - 00:30
Akhiri Perang Tiket K-Pop: Agensi Ubah Sistem Pre-Sale, Fans Lokal Diutamakan dan Fans Global Protes
Gaya Hidup

Perlakuan Mengejutkan yang Diterima Mark Lee yang Dikaitkan dengan Skandal “Kencan” Haechan NCT

Sabtu, 27 Juni 2026 - 06:39
Akhiri Perang Tiket K-Pop: Agensi Ubah Sistem Pre-Sale, Fans Lokal Diutamakan dan Fans Global Protes
Gaya Hidup

Akhiri Perang Tiket K-Pop: Agensi Ubah Sistem Pre-Sale, Fans Lokal Diutamakan dan Fans Global Protes

Sabtu, 27 Juni 2026 - 04:29
Akhiri Perang Tiket K-Pop: Agensi Ubah Sistem Pre-Sale, Fans Lokal Diutamakan dan Fans Global Protes
Gaya Hidup

Aston Kartika Grogol Hadirkan Pekan Raya Grogol 2026, Dorong UMKM dan Ekonomi Kreatif Jakarta Barat Lewat Kolaborasi Besar

Sabtu, 27 Juni 2026 - 02:34
Akhiri Perang Tiket K-Pop: Agensi Ubah Sistem Pre-Sale, Fans Lokal Diutamakan dan Fans Global Protes
Gaya Hidup

Joshua SEVENTEEN Sampaikan Pidato Inspiratif di UNESCO, Ajak Anak Muda Berani Wujudkan Mimpi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 00:16
Akhiri Perang Tiket K-Pop: Agensi Ubah Sistem Pre-Sale, Fans Lokal Diutamakan dan Fans Global Protes
Gaya Hidup

Visual Asli BTS di Getty Images Dihujani Kritik Brutal di Tengah Kontroversi Jimin

Jumat, 26 Juni 2026 - 23:59

BERITA POPULER

  • Ronaldo

    Hasil Piala Dunia: Ronaldo Pimpin Portugal Berpesta, Inggris Kehilangan Taji di Hadapan Ghana

    1722 shares
    Share 689 Tweet 431
  • Hasil Piala Dunia: Portugal Libas Uzbekistan 5-0, Martinez Sanjung Habis Cristiano Ronaldo

    1687 shares
    Share 675 Tweet 422
  • Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    1452 shares
    Share 581 Tweet 363
  • Hasil Piala Dunia Grup F: Jepang-Swedia Dampingi Belanda ke Fase Gugur

    1082 shares
    Share 433 Tweet 271
  • Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

    999 shares
    Share 400 Tweet 250
Tak Gentar Lawan Argentina, Tanjung Verde Optimistis Tatap Babak 32 Besar Piala Dunia
Olahraga

Tak Gentar Lawan Argentina, Tanjung Verde Optimistis Tatap Babak 32 Besar Piala Dunia

Editor Dilianto
Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:18

INDOPOSCO.ID - Timnas Tanjung Verde akan berhadapan dengan Timnas Argentina pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 yang berlangsung di...

SelengkapnyaDetails
Hasil Piala Dunia : Tanjung Verde Lolos 32 Besar, Deroy Duarte: Rasanya Seperti Bermimpi

Hasil Piala Dunia : Tanjung Verde Lolos 32 Besar, Deroy Duarte: Rasanya Seperti Bermimpi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:16
Hasil Piala Dunia : Uruguay Angkat Koper dari Piala Dunia 2026, Marcelo Bielsa Kecewa Berat

Hasil Piala Dunia : Uruguay Angkat Koper dari Piala Dunia 2026, Marcelo Bielsa Kecewa Berat

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:43
Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 10:12
Jadwal Piala Dunia: Prancis-Norwegia Berebut Juara Grup, Belgia Buru Tiket Lolos

Jadwal Piala Dunia: Prancis-Norwegia Berebut Juara Grup, Belgia Buru Tiket Lolos

Jumat, 26 Juni 2026 - 17:03
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.