• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Taiwan Sebut China Mampu Memblokade Pelabuhan Pentingnya

Redaksi Editor Redaksi
Selasa, 9 November 2021 - 16:30
in Internasional
china

Salah satu pesawat tempur China yang menjadi bagian dari kekuatan yang dikerahkan ke Selat Taiwan. (ANTARA/China Military)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Militer China mampu memblokade pelabuhan dan bandara penting Taiwan. Hal itu disampaikan kementerian pertahanan Taiwan pada Selasa (9/11/2021) saat memberikan penilaian terbaru tentang apa yang mereka sebut sebagai ancaman besar militer China.

China tak pernah melepaskan penggunaan kekuatan untuk menempatkan Taiwan di bawah kendalinya. Negara raksasa itu telah meningkatkan aktivitas militer di sekitar Taiwan, termasuk menerbangkan pesawat tempur berkali-kali di zona pertahanan udara pulau itu.

BacaJuga:

Iran Tepis Ancaman Sanksi Ekonomi Trump: Melanjutkan Kebijakan Gagal

Tolak Pola Konflik Berulang, Menlu Iran: Kami Ingin Berakhirnya Perang

Perayaan HUT RI di Kanada, KBRI Beri Penghargaan untuk Dua Sosok Penting

Dalam laporan dua tahunan terbarunya, Kemenhan Taiwan mengatakan China telah meluncurkan apa yang disebut dengan perang “zona abu-abu”. Laporan itu menyebutkan adanya 554 kali “penyusupan” oleh pesawat tempur China di medan barat daya zona identifikasi pertahanan udara Taiwan antara September tahun lalu dan akhir Agustus.

Baca Juga : Tegang dengan China, Taiwan Akan Perkuat Pasukan Cadangan

Analis militer mengatakan taktik itu ditujukan untuk menaklukkan Taiwan dengan cara membuat pulau itu kelelahan.

Pada saat yang sama, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China bermaksud menyelesaikan modernisasi kekuatannya hingga 2035 untuk “memperoleh superioritas dalam kemungkinan operasi melawan Taiwan dan kemampuan yang layak untuk menghalau pasukan asing, yang menjadi tantangan berat bagi keamanan nasional kita”, kata Kemenhan Taiwan, seperti dikutip Antara Selasa (9/11/2021).

“Saat ini, PLA mampu melakukan blokade gabungan lokal terhadap pelabuhan, bandara, dan rute penerbangan ke luar kita yang penting, untuk memotong jalur komunikasi laut dan udara, serta memengaruhi jalur pasokan militer dan sumber logistik kita,” kata Kemenhan.

Baca Juga : Taiwan Sambut Delegasi Resmi Pertama Parlemen Eropa

China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya. Pemimpin Taiwan Tsai Ing-wen mengatakan Taiwan sudah menjadi negara merdeka dan berikrar untuk membela kebebasan dan demokrasinya.

Tsai telah menjadikan pertahanan Taiwan sebagai prioritas. Dia berjanji untuk memproduksi lebih banyak senjata di dalam negeri, termasuk kapal selam, dan membeli banyak peralatan dari Amerika Serikat.

AS telah menjadi pemasok penting senjata dan pendukung Taiwan di dunia internasional. Pada Oktober, Taiwan melaporkan 148 pesawat angkatan udara China di medan selatan dan barat daya zona pertahanan mereka selama empat hari. Insiden itu meningkatkan ketegangan antara Taipei dan Beijing.

Peningkatan latihan militer China di zona pertahanan udara Taiwan baru-baru ini adalah bagian dari apa yang disebut Taiwan sebagai strategi pelecehan yang dirancang secara hati-hati.

“Perilaku mereka yang mengintimidasi tidak hanya menghabiskan kekuatan tempur kita dan mengguncang kepercayaan dan moral kita, tapi juga berusaha mengubah atau menantang status quo di Selat Taiwan untuk mencapai tujuan merebut Taiwan tanpa perlawanan,” kata Kemenhan.

Untuk melawan upaya China “merebut Taiwan dengan cepat sambil menolak intervensi asing”, kemenhan Taiwan bertekad untuk meningkatkan upaya pada” peperangan asimetris” agar setiap serangan menjadi menyakitkan dan sesulit mungkin bagi China.

Upaya itu mencakup serangan tepat ke target-target di China dengan rudal jarak jauh, memasang ranjau di pesisir, dan meningkatkan latihan pasukan cadangan. (mg3)

Tags: ChinaTaiwan

Berita Terkait.

abbas
Internasional

Iran Tepis Ancaman Sanksi Ekonomi Trump: Melanjutkan Kebijakan Gagal

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:09
Sesmenko PMK: Teknologi Harus Hadir Menjawab Persoalan Nyata Bangsa
Internasional

Tolak Pola Konflik Berulang, Menlu Iran: Kami Ingin Berakhirnya Perang

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:30
kbri
Internasional

Perayaan HUT RI di Kanada, KBRI Beri Penghargaan untuk Dua Sosok Penting

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:10
Gempa NTT, Presiden Iran Sampaikan Dukacita dan Tawarkan Bantuan Medis
Internasional

Gempa NTT, Presiden Iran Sampaikan Dukacita dan Tawarkan Bantuan Medis

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:15
Gunil Keluar, Xdinary Heroes Langsung Batalkan Sejumlah Jadwal
Internasional

KASA Korea Gandeng BIGBANG sebagai Duta Kehormatan Perdana

Minggu, 16 Agustus 2026 - 01:27
jubir
Internasional

Karoline Leavitt Mundur dari Jabatan Jubir Gedung Putih Akhir Agustus

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:07

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.