• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Sosok Perempuan Maluku, Monia Latuwaria dan Perang Alaka II, 1625-1637

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 8 November 2021 - 23:40
in Nusantara
benteng alaka

Sisa-sisa dinding benteng tradisional masyarakat Hatuhaha di bukit Alaka, Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku menjadi bukti perang Alaka I dan II melawan penjajahan. Foto : Balai Arkeologi Maluku

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Arkeolog Muhammad Al Mujabuddawat mengatakan kemenangan masyarakat Hatuhaha di Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, melawan penjajahan Hindia-Belanda tidak lepas dari peran sosok Monia Latuwaria, figur perempuan yang memimpin perang Alaka II pada 1625-1637.

“Monia Latuwaria, tokoh perempuan yang berperan penting dalam kemenangan masyarakat Hatuhaha pada perang Alaka II melawan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC),” kata Arkeolog Muhammad Al Mujabuddawat dari Balai Arkeologi Maluku di Ambon, Senin (8/11/2021).

BacaJuga:

Langgar Hari Raya Nyepi, WNA AS Diamankan di Bali

Angkut Pemudik, Ambulans Diberhentikan dan Ditilang Polisi di Garut

Bulog Tanjungpinang Jamin Beras dan Minyak Goreng Cukup Selama Lebaran

Ia mengatakan, berdasarkan tradisi lisan masyarakat Pulau Haruku, disebut adanya seorang tokoh perempuan yang memimpin masyarakat Hatuhaha dalam perang melawan VOC di Negeri Alaka yang berada di puncak bukit Alaka. Tokoh itu bernama Monia Latuwaria.

Monia Latuwaria digambarkan sebagai sosok perempuan perkasa dan gagah berani yang membangkitkan semangat juang masyarakat Hatuhaha ketika pemimpin mereka, Pati Hatuhaha meninggal dalam perang.

Ia datang dari dalam kabut dengan membawa batok kelapa berisi abu dan dengan semangat menggebu-gebu ia berteriak memekikkan kata-kata yang lantang terdengar dan membangkitkan semangat para pejuang di Alaka “Malonae, imi piri imi wa au ala mau wake eru “yang artinya” Hai, para pejuang pria, berikan celana-celana kalian biar kukenakan”.

Baca Juga: Wow, Pertalite Di Kota Sorong Tembus Rp30.000 Per Liter

“Sosok Monia Latuwaria dikisahkan muncul dalam situasi ketika semangat pejuang Hatuhaha di Alaka menurun dan tampak patah semangat karena kematian Pati Hatuhaha,” ucap Muhammad seperti dilansir Antara, Senin (8/11/2021).

Peneliti bidang arkeologi sejarah itu mengatakan seperti yang dituturkan oleh masyarakat, Monia Latuwaria tidak hanya menyemangati para pejuang Hatuhaha agar meneruskan perlawanan terhadap penjajahan, ia bahkan ikut serta dan memimpin langsung perang Alaka II.

Usai berteriak membangkitkan semangat para pejuang Hatuhaha, Monia Latuwaria segera mengambil abu yang telah disediakan di sebuah pos penjagaan dekat Benteng Alaka, lalu satu demi satu tempurung-tempurung kelapa berisi abu dilontarkan bertubi-tubi ke bawah jurang lembah menuju pasukan VOC yang sedang berusaha mendaki lembah menuju Negeri Alaka.

Ia bersama para pejuang Hatuhaha memotong tali-tali pengikat batang gelondongan kayu yang besar dan digulingkan ke bawah menuju jurang lembah hingga menggilas pasukan VOC. Pasukan penjajah yang terlindas batang-batang kayu langsung tidak berdaya, kemudian dibantai habis-habisan.

Keadaan ini memaksa Gubernur van Demmer yang menyaksikan langsung kejadian itu harus mundur dengan pasukannya. Perang Alaka II yang berlangsung selama 12 tahun dimenangkan oleh masyarakat Hatuhaha, dan wilayah mereka menjadi satu-satunya negeri di Maluku yang tidak berhasil ditaklukkan pasukan VOC.

“Monia Latuwaria tidak hanya memberikan semangat kepada para pejuang Hatuhaha tapi ia juga memimpin perang Alaka II, setelah Pati Hatuhaha tewas,” tutup Muhammad Al Mujabuddawat. (mg1)

Tags: Malukupahlawanpenjajahan belanda

Berita Terkait.

bali
Nusantara

Langgar Hari Raya Nyepi, WNA AS Diamankan di Bali

Kamis, 19 Maret 2026 - 22:02
ambulan
Nusantara

Angkut Pemudik, Ambulans Diberhentikan dan Ditilang Polisi di Garut

Kamis, 19 Maret 2026 - 18:58
Arief
Nusantara

Bulog Tanjungpinang Jamin Beras dan Minyak Goreng Cukup Selama Lebaran

Kamis, 19 Maret 2026 - 18:06
Petugas
Nusantara

Arus Lalu Lintas di Nagreg pada Kamis Dini Hari Capai 60 Ribu Kendaraan

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:41
Banjir
Nusantara

Banjir Terjang Sejumlah Wilayah Jelang Lebaran, 1 Warga Bandung Luka Berat

Kamis, 19 Maret 2026 - 11:29
JTT
Nusantara

One Way Tol Trans Jawa 2026: Prioritaskan Kelancaran Pemudik, Durasi Situasional

Kamis, 19 Maret 2026 - 09:17

BERITA POPULER

  • Yuniar

    BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2523 shares
    Share 1009 Tweet 631
  • Dukung Kenyamanan Ibadah, Alfamidi-Unilever Kembali Bersihkan Ratusan Masjid di Indonesia

    808 shares
    Share 323 Tweet 202
  • Dinilai Sakit Jiwa Fans ENHYPEN Dikecam karena Rencana Aksi Gangguan Terkait Hengkangnya Heeseung

    804 shares
    Share 322 Tweet 201
  • Oknum TNI Ditangkap Usai Diduga Jual Senjata Organik ke Papua Nugini

    704 shares
    Share 282 Tweet 176
  • Ingin Urus Sertifikat Saat Cuti Bersama, Ini Jam Operasional di BPN Kabupaten Bekasi

    697 shares
    Share 279 Tweet 174
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.