• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Tiga Pertimbangan Dalam Menekan Prevalensi Perokok

Sumber Ginting Editor Sumber Ginting
Sabtu, 30 Oktober 2021 - 10:11
in Gaya Hidup
rokok

Ilustrasi (Pixabay)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Upaya pemerintah dalam menekan kebiasaan perokok di Indonesia perlu memikirkan beraneka ragam aspek, antara lain kondisi sosial, kultural dan ekonomi.

Ketua Yayasan Manusia Welas Asih Semesta (Mawas) Kurniawan Saefullah mengatakan, pengentasan kebiasaan merokok membutuhkan pengenalan pokok terkait pemicu melonjaknya konsumsi rokok di Indonesia.

BacaJuga:

BIGBANG Tolak Wawancara Media Barat di Coachella, Fans: Bukti Status Legendaris!

Comeback 10 Tahun Makin Dekat! I.O.I Resmi Umumkan Nama Fan Club “Angdungi”

Konflik Memuncak! Ha Ji Won dan Ju Ji Hoon Diuji di Episode 7-8 “Climax”

Baca Juga : Akademisi: Merokok Lebih Rentan Terinfeksi Covid-19

“Dalam hal ini, perlu melihat apakah penyebabnya faktor sosial atau kultural. Keduanya saling berkaitan sekalipun juga perlu dibedakan,” ujar dia dalam siaran pers Sabtu (30/10).

Kurniawan menjelaskan fenomena sosial berkaitan dengan faktor pemicu konsumsi rokok di Indonesia. Untuk menekan prevalensi merokok di Indonesia, maka diperlukan identifikasi keterkaitan antara kedua fenomena tersebut.

“Saat merokok dilakukan karena didorong faktor stres, maka selama penyebab stres tidak diselesaikan, kebiasaan tersebut tidak akan tersolusikan,” tuturnya.

Baca Juga : Yang Ngerokok, Siap-Siap Tarif Cukai Hasil Tembakau Naik 2022

Hal yang sama juga perlu dilakukan terkait aspek kultural di mana berdasarkan riset, aspek kultural turut menjadi pendorong konsumsi rokok di Indonesia. Salah satu riset yang bisa menjadi pertimbangan adalah “If I don’t smoke, I’m not a real man’ – Indonesian teenage boys views about smoking” oleh Nawi Ng, L. Weinehall, dan A. Ohman yang dipublikasikan pada 2007.

“Jika merokok disebabkan karena faktor kultural mengenai imaji bahwa yang merokok itu terkait dengan pandangan maskulinitas, maka perlu ada upaya besar untuk mengubah pandangan maskulinitas yang dikaitkan dengan merokok dan seterusnya,” paparnya.

Faktor ekonomi juga memicu prevalensi merokok. Kurniawan menjelaskan kebiasaan merokok erat dengan unsur kompleks yang mencerminkan adanya lapangan pekerjaan yang besar bagi petani dan buruh.

“Artinya saat merokok ingin dikurangi, apakah dapat juga dikurangi produksi rokoknya? Dengan demikian juga mengurangi tenaga kerja di sektor itu dan artinya akan berdampak pada pengangguran? Ini menjadi tidak sederhana,” ucap Kurniawan.

Di sisi lain, upaya menekan kebiasaan merokok tetap harus didorong melalui edukasi mengenai produk alternatif yang lebih ringan resikonya, misalnya tembakau yang dipanaskan dan rokok elektrik.

Bagi ia, produk tembakau alternatif tetap menggunakan sumber daya dari pertanian tembakau di mana produsen dalam negeri juga berfungsi sebagai eksportir. Tidak hanya itu, tembakau alternatif juga bisa meningkatkan industri baru dan menjaga rembesan tenaga kerja.

Tidak hanya itu, dalam 4th Scientific Summit on Tobacco Harm Reduction, Konstantinos Farsalinos dari University of West Attica Athena menyampaikan bahwa jumlah perokok global mencapai 1,14 miliyar orang per 2019. Indonesia tercatat di urutan kedua sebagai negara berpenduduk lebih dari satu juta jiwa dengan kebiasaan perokok pria tertinggi di dunia. (mg4)

Tags: perokokYayasan Mawas

Berita Terkait.

bigbang
Gaya Hidup

BIGBANG Tolak Wawancara Media Barat di Coachella, Fans: Bukti Status Legendaris!

Selasa, 14 April 2026 - 01:11
kpop
Gaya Hidup

Comeback 10 Tahun Makin Dekat! I.O.I Resmi Umumkan Nama Fan Club “Angdungi”

Selasa, 14 April 2026 - 00:30
Ha-Ji-Won
Gaya Hidup

Konflik Memuncak! Ha Ji Won dan Ju Ji Hoon Diuji di Episode 7-8 “Climax”

Senin, 13 April 2026 - 17:09
Pembayaran-Syariah
Gaya Hidup

Industri Halal Melesat tapi Akses Pembiayaan Syariah Masih Terbatas, Ada Apa?

Senin, 13 April 2026 - 10:41
Weeding
Gaya Hidup

Swiss-Belhotel Pondok Indah Hadirkan Wedding Open House di Cilandak Town Square

Senin, 13 April 2026 - 10:31
Chen
Gaya Hidup

Chen, Baekhyun dan Xiumin Akhiri Kontrak dengan INB100

Sabtu, 11 April 2026 - 06:22

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2501 shares
    Share 1000 Tweet 625
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    844 shares
    Share 338 Tweet 211
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    751 shares
    Share 300 Tweet 188
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.