• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Duh…Fenomena Kepunahan Bahasa Daerah Kian Meresahkan

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Senin, 11 Oktober 2021 - 20:05
in Nusantara
Ilustrasi. Foto: Antara

Ilustrasi. Foto: Antara

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kepala Balai Bahasa Sumatera Selatan Umar Solikhan mengatakan, fenomena kepunahan bahasa daerah harus dicermati dan disikapi secara serius dan bijaksana. Salah satunya kepunahan Bahasa Komering, Sumatera Selatan.

“Saat ini, kalaupun tidak mengarah pada kepunahan, Bahasa Komering sudah mengalami proses perubahan, yakni pengurangan kosa kata,” ujar Umar Solikhan dalam keterangan, Senin (11/10/2021).

BacaJuga:

Polri Resmi Bentuk Polresta Baru di IKN

Mangrove Selamatkan Pasir Sakti: Benteng Pesisir yang Kini Menghidupi Masyarakat

Polisi Imbau Korban Penipuan Eks Pegawai Mandiri Taspen Segera Melapor

Pengurangan tersebut, menurutnya, kosa kata klasik telah tergantikan oleh kosa kata baru. Atau kosa kata Bahasa Melayu Palembang diubah menjadi kosa kata Bahasa Komering dan bahkan hilang sama sekali.

“Bahasa Komering itu bahasa daerah yang memiliki kekayaan kosakata dalam sastra lisan berbahasa Komering,” katanya.

Namun dalam dasawarsa terakhir, dikatakan dia, Bahasa Komering sudah banyak ditinggalkan oleh masyarakat komering sendiri. Salah satu penyebab hilangnya Bahasa Komering karena faktor perkawinan antar etnik.

“Faktor lain karena kurangnya penghargaan terhadap bahasa daerah dan kurangnnya intensitas pemakaian bahasa daerah,” ungkapnya.

Untuk itu, menurut dia, dibutuhkan penelitian untuk menyusun kamus Komering – Indonesia. Tujuannya sebagai pengetahuan bagi peminat penutur bahasa Komering yang ada di perantauan.

“Kami melakukan penjaringan data bahasa Komering di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur. Seperti sastra lisan menggunakan bahasa Komering,” ujarnya.

“Sastra lisan yang kami peroleh seperti bubatok, bumiyah, rogoh tanoh dan sebagainya,” imbuhnya.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, ujar Umar, melibatkan tokoh masyarakat hingga penutur sastra. “Kendala kami sebagian besar masyarakat Komering sudah tidak mengenal lagi sastra lisan Komering. Sebab banyak penutur sudah tua dan sebagian lagi sudah banyak meninggal,” ungkapnya. (nas)

Tags: bahasa daerahbahasa punahbalai bahasasumsel

Berita Terkait.

IKN
Nusantara

Polri Resmi Bentuk Polresta Baru di IKN

Jumat, 26 Juni 2026 - 13:03
KTH
Nusantara

Mangrove Selamatkan Pasir Sakti: Benteng Pesisir yang Kini Menghidupi Masyarakat

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:49
taspen
Nusantara

Polisi Imbau Korban Penipuan Eks Pegawai Mandiri Taspen Segera Melapor

Jumat, 26 Juni 2026 - 04:40
gedung
Nusantara

Kasus Jantung Tinggi, Kaltim Perkuat Layanan Kardiovaskular

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:21
Pemusnahan
Nusantara

115 Kali Penindakan, Bea Cukai Jambi Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp3,6 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:06
Pemeriksaan
Nusantara

Pengobatan Gratis Warnai Perayaan HUT PLN Indonesia Power UBP Holtekamp, Warga Sambut Antusias

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:44

BERITA POPULER

  • Ronaldo

    Hasil Piala Dunia: Ronaldo Pimpin Portugal Berpesta, Inggris Kehilangan Taji di Hadapan Ghana

    1691 shares
    Share 676 Tweet 423
  • Hasil Piala Dunia: Portugal Libas Uzbekistan 5-0, Martinez Sanjung Habis Cristiano Ronaldo

    1649 shares
    Share 660 Tweet 412
  • Hasil Piala Dunia: Spanyol Bantai Arab Saudi, VAR Selamatkan Belgia dari Kekalahan

    925 shares
    Share 370 Tweet 231
  • Hasil Piala Dunia: Kuasai Bola 78 Persen tapi Mandul, Tuchel Akui Inggris Bermain Terlalu Hati-hati Kontra Ghana

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Hasil Piala Dunia Grup F: Jepang-Swedia Dampingi Belanda ke Fase Gugur

    898 shares
    Share 359 Tweet 225
Diego-Carlos
Olahraga

Hasil Piala Dunia Grup D: Turki Bungkam AS, Australia Lolos Usai Tahan Paraguay

Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 26 Juni 2026 - 11:51

INDOPOSCO.ID - Drama tersaji pada laga penutup Grup D Piala Dunia 2026 ketika Timnas Turki sukses mencuri kemenangan 3-2 atas...

SelengkapnyaDetails
Elanga

Graham Potter Bangga dengan Perjuangan Pemain Swedia Hadapi Jepang

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:50
Nagelsman

Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:39
Plata

Bungkam Jerman di Laga Pamungkas, Pelatih Ekuador Dedikasikan Kemenangan untuk Suporter

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:58
Jan-Paul-van-Hecke

Hasil Piala Dunia Grup F: Jepang-Swedia Dampingi Belanda ke Fase Gugur

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:48
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.