• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Pengalaman Sinematik Dalam Film Dune

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 10 Oktober 2021 - 12:49
in Gaya Hidup
indoposco

Film Dune (2021). Foto : Legendary, Warner Bros

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Setelah beberapa kali ditunda untuk dirilis di layar lebar, film terbaru garapan sutradara Denis Villeneuve (“Arrival”, “Blade Runner 2049”), yakni “Dune” akhirnya segera hadir di bioskop. Tapi apakah penantian panjang itu layak untuk ditunggu?

“Dune” — merupakan adaptasi dari novel fiksi ilmiah klasik berjudul sama karya Frank Herbert pada 1965 — menceritakan kisah Paul Atreides (Timothee Chalamet).

BacaJuga:

Wuling Aira ev Tampilkan Perpaduan Modifikasi dan Seni Ilustrasi di IMX 2026

Oakwood Hotel & Apartments Taman Mini Jakarta Hadirkan Tipe Kamar Premier dan Studio Terbaru

Rayakan Hari Batik Nasional, Hotel GranDhika Iskandarsyah Jakarta Hadirkan Batik Week dan Promo Oktober

Paul adalah seorang pemuda cerdas dan berbakat yang lahir dengan takdir besar di luar pemahamannya. Ia merupakan pewaris Keluarga Bangsawan Atreides. Paul muda menghabiskan hidupnya mempersiapkan diri agar pantas menyandang nama keluarganya. Ia memiliki seorang ayah yaitu Duke Leto (Oscar Isaac) dan ibunya Jessica (Rebecca Ferguson).

Seiring berjalannya waktu, ia ditakdirkan harus pergi ke Arrakis — planet paling berbahaya di alam semesta untuk memastikan masa depan keluarga dan bangsanya.

Dihantui oleh penglihatan akan seorang gadis misterius (Zendaya) dan masa depan yang tak terelakkan, dia meninggalkan dunia masa kecilnya untuk kehidupan baru di planet paling berbahaya di semesta.

Hingga akhirnya, tiba kekuatan jahat memicu konflik untuk memperebutkan suplai sumber daya paling berharga yang hanya ada di planet ini — disebut “Melange” — sebuah komoditas atau rempah yang mampu membuka potensi terbesar umat manusia.

Hanya mereka yang dapat menaklukkan ketakutan mereka sendiri yang akan bertahan dari ganasnya planet gersang dengan padang pasir tak berujung dan dihuni oleh cacing raksasa tersebut. Paul pun harus menghadapi ketakutan terdalamnya jika ingin mewujudkan takdir sejatinya.

Sutradara Villeneuve dikenal dengan pendekatan sinematik yang unik. Ia, tanpa diragukan lagi, merupakan salah seorang pembuat film yang begitu kaya akan visualisasi “aneh”, namun di saat bersamaan sangat memanjakan mata, dan membuat penonton terpana dan fokus.

Seperti film-filmnya yang lain, dalam “Dune”, Villeneuve memiliki pacing yang cenderung lambat — ia tidak takut memaksa audiens untuk mengikuti perjalanan para lakon utamanya mencari sebuah jawaban atas misteri dan keraguan mereka melalui durasi film yang panjang.

Novel “Dune” sendiri sangat kuat dalam visualisasi yang tertuang dengan apik melalui kata-kata yang dirangkai oleh Herbert. Sang penulis buku membawa pembaca untuk menjelajahi Arrakis melalui penggambaran, beragam tokoh, dan kosakata yang membuat “Dune” benar-benar menjadi sebuah dunia yang begitu baru.

Hal ini membuat “Dune” dinilai sulit untuk diadaptasi ke bentuk film. Novel ini pernah dianggap “tidak bisa difilmkan” karena kontennya yang begitu luas.

“Dune” sebelumnya pernah diadaptasi ke bentuk film oleh David Lynch pada tahun 1984, dan kurang diterima oleh para penggemar bukunya.

Di sisi lain, Villeneuve dengan gaya penceritaannya mencoba untuk menyuguhkan pengalaman tersebut ke dalam bentuk audio-visual. Betapa ganasnya planet Arrakis, bagaimana para karakter memiliki motivasinya masing-masing, bagaimana teknologi mampu mewujudkan motivasi tersebut di masa depan seperti dilansir Antara.

Ia menemukan variasi dan tekstur yang mengejutkan dalam palet warna nan umumnya berdebu dan tandus — yang mungkin sesuai dengan imaji dari para pembaca novelnya.

Dalam bukunya, “Dune” memiliki cerita yang begitu kompleks dengan banyak karakter, filosofi, tema, dan istilah. Ini adalah hal yang cukup tricky bagi sineas yang mengadaptasi buku ke format film.

Sutradara memadukan potongan-potongan adegan yang berlatarkan di masa lalu, kini, dan depan untuk menyuguhkan audiens kepingan puzzle untuk disusun dalam film ini.

Visualisasi ini tak lepas dari peran sinematografer di baliknya, Greig Fraser (“Vice”, “Rogue One: A Star Wars Story”). Film ini begitu besar, namun juga tematik serta minimalis dalam beberapa aspek.

Fraser sendiri dikenal untuk menghadirkan kesederhanaan untuk mendukung emosi dan kompleksitas cerita dan tokoh di dalamnya, dan hal ini juga terjadi dalam “Dune”.

Hal lain yang membuat “Dune” begitu dinantikan adalah jajaran para pemainnya. Chalamet — aktor muda yang tengah naik daun, kembali membuktikan kebolehannya dalam dunia akting. Sayangnya, karakternya di sini tak begitu kuat jika dibandingkan oleh lakon lainnya.

Sebut saja Rebecca Ferguson. Kehadirannya sebagai Jessica melabuhkan sisi yang lebih emosional dari film, dan membuatnya menjadi karakter yang paling terasa “berdimensi”.

Di sisi lain, terdapat sejumlah karakter yang begitu mencuri perhatian. Duncan Idaho (Jason Momoa) dan Gurney Halleck (Josh Brolin) sebagai dua figur mentor yang tangguh untuk Paul sangat menyenangkan untuk disaksikan. Tak lupa Stellan Skarsgård sebagai Baron Vladimir Harkonnen pun membuat audiens berkali-kali terkejut melalui penampilannya.

Pengalaman visual dan cerita ini didukung dengan baik melalui musik dan scoring dari Hans Zimmer — yang sudah pernah berkolaborasi dengan Villeneuve melalui “Blade Runner 2049”.

Zimmer mampu membuat score dan musik menjadi bagian yang vital dalam membawa penonton mengikuti perjalanan Paul, serta menjaga perhatian dan keterikatan audiens menyaksikan film dengan durasi 2 jam 35 menit ini.

Secara keseluruhan, “Dune” bisa dibilang layak untuk ditunggu karena menyajikan pengalaman sinematik yang penuh — dan menjadi alasan utama betapa menyenangkannya tenggelam dalam cerita melalui menonton film di layar lebar.

Sementara itu, meskipun sekuelnya belum secara resmi diberi lampu hijau oleh studio Legendary, Villeneuve telah menyatakan bahwa film 2021 akan mencakup paruh pertama dari novel, dengan bagian kedua akan mencakup separuh sisanya. “Dune” akan tayang di berbagai bioskop di Indonesia mulai 13 Oktober. (aro)

Tags: bioskopfilmFilm Dunemovie

Berita Terkait.

Tobat Ekologis, Menag Ajak Umat Bersahabat dengan Alam
Gaya Hidup

Wuling Aira ev Tampilkan Perpaduan Modifikasi dan Seni Ilustrasi di IMX 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 23:05
hotel
Gaya Hidup

Oakwood Hotel & Apartments Taman Mini Jakarta Hadirkan Tipe Kamar Premier dan Studio Terbaru

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:05
batik
Gaya Hidup

Rayakan Hari Batik Nasional, Hotel GranDhika Iskandarsyah Jakarta Hadirkan Batik Week dan Promo Oktober

Jumat, 9 Oktober 2026 - 00:30
mri
Gaya Hidup

Teknologi MRI 3 Tesla Jadi Andalan Baru untuk Diagnosis Kasus Kompleks

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:42
diy
Gaya Hidup

2 Seniman Lokal Sabet Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:13
Dorong Fleksibilitas Produksi, Epson Perkenalkan Printer UV Flatbed SureColor V4000
Gaya Hidup

Dorong Fleksibilitas Produksi, Epson Perkenalkan Printer UV Flatbed SureColor V4000

Kamis, 8 Oktober 2026 - 04:44

OLAHRAGA

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang
Olahraga

Mandalika Mendunia, Pertamina Apresiasi Kolaborasi di Balik Sukses MotoGP 2026

Editor Dilianto
Senin, 12 Oktober 2026 - 20:51

INDOPOSCO.ID - Kesuksesan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, bukan hanya...

SelengkapnyaDetails
Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:40
Tobat Ekologis, Menag Ajak Umat Bersahabat dengan Alam

5 Emas Asian Games Jadi Alarm Evaluasi, Okto Dorong Pembenahan Sistem Olahraga

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:30
Banjir Bandang Padang, Puan Desak Perlindungan Pengungsi hingga Pemulihan Ekonomi Warga Terdampak

Andra Soni Lepas Atlet Disabilitas Banten ke Ajang Nasional: Kalian Inspirasi Kita Semua

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:55
Bus Pemain Muda Persib Diserang, Manajemen Pastikan Tempuh Jalur Hukum

Bus Pemain Muda Persib Diserang, Manajemen Pastikan Tempuh Jalur Hukum

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:17

BERITA POPULER

  • Sinergi Bea Cukai-Bareskrim Berbuah Manis, 5 Kg Sabu Berhasil Diamankan di Bogor

    Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    1063 shares
    Share 425 Tweet 266
  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    930 shares
    Share 372 Tweet 233
  • Darion dan Eksion PHEV Wuling Raih Pengakuan di FCR 2026

    890 shares
    Share 356 Tweet 223
  • Pengusaha Pilihan

    700 shares
    Share 280 Tweet 175
  • Elnusa Perkuat Produksi Migas, HWU EHR#10 Dukung Pembukaan Kembali Sumur Idle

    667 shares
    Share 267 Tweet 167
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.