• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Nono dan Menggali Potensi Alam Pulau Mupuruka, Papua

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 10 Oktober 2021 - 10:32
in Gaya Hidup
indoposco

Sulaksono atau Nono (baju putih) dan timnya bersama masyarakat Pulau Mupuruka, Papua. Foto: nelly marinda situmorang/indoposco.id

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Langkahnya tak surut meski ia tak tahu besarnya gelombang yang akan menghadangnya. Tekadnya bulat tatkala suasana itu tak lajim dalam hidupnya, keringat yang mengucur deras didahi turun membasahi kemeja putih yang dikenakannya, menandakan suhu itu sudah tak bersahabat dengannya. Tapi semua ketidaknyamanan itu tak dihiraukan dan tantangan itu harus dilaluinya hingga sampai tujuan. Dia adalah Sulaksono atau biasa disapa Nono. Pria berdarah Jawa Tengah (Jateng) kelahiran Biak 39 tahun silam itu tengah merangkak pasti menggali potensi alam Pulau Mupuruka, Papua untuk meningkatkan ekonomi penduduk setempat.

Terik matahari mulai membakar kulit sawomatangnya, meski jam di tangan baru menunjukkan pukul 11.00 WIT (Waktu Indonesia Timur), namun suhu udara hampir mendekati 40 derajat celcius. Panas menyengat itu bukan hanya dari atas yang langsung memapar ke tubuh, namum pantulan terik dari hamparan pasir dan bebatuan di sekitar Pelabuhan Poumako, juga membuat suasana begitu sempurna panasnya.

BacaJuga:

Perjalanan Taufik Maulana, 13 Tahun Bertumbuh hingga Jadi GM Aston Kartika Grogol

Mercure Jakarta Cikini Ajak Warga Peduli Lingkungan Lewat Aksi Plogging di CFD

FFI 2026: Anak Muda Makin Sadar Finansial, tapi Dana Darurat Masih Jadi PR

Serasa masuk dalam alat pemanggang yang isinya hampir matang, begitu gambaran sengatan matahari turut membakar semangat yang makin berkobar. Pipinya kemerahan, sesekali tangan lembutnya mengusap butiran keringat yang mengalir dari kepala ke keningnya, tapi ia masih bisa tersenyum dan mengkayuh langkah hingga masuk ke perahu yang akan membawanya menuju Pulau Mupuruka yang diyakini sebagai surga udang diujung barat tengah Kabupaten Mimika.

Perubahan iklim akhir – akhir ini memang makin ekstrem, sebentar begitu terik, tapi tiba-tiba bisa juga langsung berganti dengan hujan deras yang semalaman tidak akan berhenti. Cuaca itu tak membuat niat untuk menyusuri pulau yang masih asing di telinga Nono. Kalau beberapa pulau di sekitar Mupuruka, sudah ada yang disambanginya dan beberapa di antaranya juga sudah sering didengar. Nama Mupuruka serasa memiliki magnet tersendiri bagi jebolan Universitas Pelita Harapan (UPH) tersebut.

Kapal viber kecepatan sedang meluncur menuju tujuan, kapal dengan kapasitas muatan ideal 1 ton atau untuk orang 12-15 orang itu melewati beberapa desa yang sudah akrab ditelinga Nono seperti Desa Kampus Biru, Atuka, Ekwa, Ipaya dan Pulau Ngawer.

Setelah enam jam perjalanan melewati gelombang laut, sesekali menyusuri sungai Sabtu (21/8/2021) pukul 17.00 waktu Mupuruka, kapal yang membawa pria bertubuh tambun tersebut pun sandar di jembatan penghubung antara sungai dan pemukiman warga. Sengat matahari mulai hilang, perlahan menuju peraduan, namun rasa hangat tetap ada, lewat pantulan pasir yang mengelilingi pemukiman di Mupuruka.

Kehangatan lain datang dari masyarakat yang melihat ada sosok bersahaja, melangkah tegap melewati jembatan yang mulai agak reyot dan tiang jembatan pun mulai goyang, jika tak cermat melangkah bisa saja kaki jeblos ke air karena berapa papan jembatan sudah hilang. Mulai dari anak kecil sampai orang tua dengan sigap membantu membawa semua barang bawaan Nono dan tim.

Spontan, mama-mama –sebutan untuk ibu ibu di desa tersebut– menyuguhkan tarian khas masyarakat lokal, sebagai pengganti ucapan selamat datang baik dari tokoh dan masyarakat. Sambutan mendadak yang berkesan, kesederhanaan namun sangat bermakna karena kehadiran Nono dan tim di Mupuruka sifatnya blusukan, tidak ada informasih ke tokoh atau masyarakat akan hadirnya sosok pengusaha muda, menyambangi kampung tersebut.

Masyarakat berbagi tugas, yang membawa barang berjalan, yang menari tetap menyambut dengan tarian, sementara jumlahnya masyarakat turun makin banyak. Dari 250 penduduk keseluruhan hanya bayi dan orang tua yang tak kuat berdiri yang tak ikut menari. Sambutan yang luar biasa, suara riuh dari warga yang melihat hadirnya tamu, membuat Nono dan tim merasa tersangjung. Tak menyangka ada sambutan spontan yang sekeren itu.

”Sambutan yang luar biasa, meski mereka belum tahu siapa kita. Siapa pun tamu yang datang dihormati dan disambut sebegitu hangat dengan tarian sederhana, tapi saya sangat berkesan dan saya merasa tersanjung, dan bangga disambut begitu,’’ ujar bungsu dari tiga bersaudara itu.

indoposco
Sulaksono atau Nono. Foto: nelly marinda situmorang/indoposco.id

Wajah lelah selama dalam perjalanan sirna tatkala Nono mengikuti gerakan tarian simple yang dipertontonkan oleh masarakat, riuh suara gembira dari gerbang selamat datang diarak sampai rumah kepala desa.

Sebelum dipersilakan untuk masuk di rumah panggung yang menjadi ciri rumah rumah di desa tersebut, Nono dan tim diajak kembali menari seraya berlari kecil, berputar sebanyak tiga kali di depan rumah kepala desa. Setelah puas ikut dalam kegembiraan masyarakat, Nono dan tim pun dipersilakan duduk di kursi yang dipersiapkan seketika itu juga.

Seraya berkenalan dengan sekretaris desa, keluarga kepala desa dan perangkat desa lainnya, karena kepala desa setempat baru wafat 38 hari yang lalu. Malam hari, masyarakat kembali berkumpul untuk berkenalan lebih dekat, apa maksud dan tujuan sang tamu menyambangi desa yang berada ditengah hutan tersebut.

Dengan santun Nono menjabarnya keinginannya untuk maju bersama masyarakat, menggali potensi sumberdaya alam alam laut Mupuruka, untuk kesejahteraan bersama. “Kami datang untuk bekerja bareng. Bapak dan ibu di sisi hulu, kami mencoba dari hilirnya,” ucap pria mudah senyum itu.

Setelah memberikan penjelasan panjang lebar, masyarakat pun sepakat mau dibina untuk tumbuh bersama, pertemuan singkat yang begitu akrab dan bisa saling memahami. Semoga berjalan seperti yang diharapkan, untuk memberikan kehidupan yang lebih layak di Mupuruka seperti cita-cita mulia Sulaksono.

Dia juga dengan sabar mendengarkan berbagai keluhan masyarakat setempat yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan, kesulitan dapat bahan bakar minyak, mahalnya es batu, dan rendahnya harga tangkapan mereka. Setelah saling bicara, sepakat kerja sama terlajin, untuk menumbuhkan perekonimian di wilayah lumbung udang di ujung Barat Mimika.

Sebelum kembali ke Timika, pada kesempatan itu Nono dan tim menjajal jaring yang dibagikan ke nelayan. Alhasil, mengejutkan, udang dengan ukuran yang dibutuhkan terjaring, Nono pun tersenyum bahagia, karena apa yang ada dibenaknya terealisasi ada di lapangan.

Kali ini, Nono dan tim mencoba menjaring menurunkan jaring ketiga kalinya ke laut, hasil jaring yang hanya ujicoba satu jam, bisa disimpulkan, udang di laut sudah siap panen.

“Dari ukuran udang sudah saat nya panen, seharus nya udang Mupuruka tidak bergantung musim. Kita pastikan nelayan bisa menanhkap terus. Karena ada hutan bakau,” harapnya penuh optimistis.

Selepas makan siang, Nono dan tim berpamitan, diantar oleh tokoh masyarakat dilepas pulang sampai dermaga. Air mata bahagia melepas kepulangan, seraya berharap segera kembali untuk merealisasikan semua program yang sudah dibahas dan direncanakan dengan masyarakat.

“Kita bisa realisasikan target ekspor empat kali ke Jepang per bulan. Saya bangga bisa membeli udang langsung dari masyarakat. Lewat potensi alam laut Mupuruka yang banyak udang, saya berkesimpulan udang bisa menyehatkan, mencerdaskan dan mensejahtrakan,” pungkasnya dengan penuh senyuman.

(nelly marinda situmorang)

Tags: nelayanPapuaPulau Mupuruka

Berita Terkait.

taufik
Gaya Hidup

Perjalanan Taufik Maulana, 13 Tahun Bertumbuh hingga Jadi GM Aston Kartika Grogol

Selasa, 22 September 2026 - 13:03
mercure
Gaya Hidup

Mercure Jakarta Cikini Ajak Warga Peduli Lingkungan Lewat Aksi Plogging di CFD

Selasa, 22 September 2026 - 06:06
FFI 2026: Anak Muda Makin Sadar Finansial, tapi Dana Darurat Masih Jadi PR
Gaya Hidup

FFI 2026: Anak Muda Makin Sadar Finansial, tapi Dana Darurat Masih Jadi PR

Sabtu, 19 September 2026 - 11:06
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Banyak Perkara Besar Kita Ambil, tapi Akhirnya Digergaji
Gaya Hidup

Jangkau 31 Juta Anak, Nestlé Pertegas Komitmen Gizi Sehat

Jumat, 18 September 2026 - 19:01
25 Merek Beras Fortifikasi Ditindak, FKBI Desak Pemerintah Tak Berhenti di Pencabutan Izin
Gaya Hidup

Aichi-Nagoya dalam “Survival Mode”, CdM Minta Tim Indonesia Tak Kehilangan Fokus

Jumat, 18 September 2026 - 17:00
zoom
Gaya Hidup

‘Smart’ LE SSERAFIM Tembus 200 Juta Views, Jadi B-side Pertama yang Capai Rekor

Jumat, 18 September 2026 - 05:05

OLAHRAGA

ole
Olahraga

21 Pemain Timnas Indonesia Tiba di Jakarta Jelang FIFA ASEAN Cup, 2 Nama Siap Debut

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 22 September 2026 - 08:53

INDOPOSCO.ID – Persiapan Timnas Indonesia menuju FIFA ASEAN Cup 2026 mulai memasuki tahap serius. Sebanyak 21 pemain telah tiba dan...

SelengkapnyaDetails
ole

Ole dan Paes Tiba di Jakarta, Siap Bela Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Senin, 21 September 2026 - 20:12
Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Minggu, 20 September 2026 - 20:05
persib

Persijap vs Persib: Maung Bandung Bidik Revans, Laskar Kalinyamat Siap Tunjukkan Karakter

Minggu, 20 September 2026 - 12:38
pss

Dewa United vs PSS: Banten Warriors Kantongi Bekal Pramusim dan Filosofi Permainan

Minggu, 20 September 2026 - 11:21

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5540 shares
    Share 2216 Tweet 1385
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    1014 shares
    Share 406 Tweet 254
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    968 shares
    Share 387 Tweet 242
  • Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

    862 shares
    Share 345 Tweet 216
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.