• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Emas Turun 2,6 Dolar, Data Ekonomi Positif Angkat Imbal Hasil Obligasi

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 8 Oktober 2021 - 09:49
in Ekonomi
Emas

Ilustrasi - Emas murni 99,99 persen. (ANTARA)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Harga emas melemah pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena penurunan klaim awal pengangguran mingguan AS menjelang data pekerjaan bulanan akhir pekan ini, mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS lebih tinggi serta memicu spekulasi kalau Federal Reserve (Fed) AS akan segera mulai mengurangi dukungan ekonominya.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, turun 2,6 dolar AS atau 0,15 persen, menjadi ditutup pada 1.759,20 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, Rabu (5/10/2021), emas berjangka juga naik 0,9 dolar AS atau 0,05 persen menjadi 1.761,80 dolar AS per ounce.

BacaJuga:

Hangatnya Ramadan, Aquaproof CSR Berbagi Takjil & Mudik Gratis

Lebaran di Tengah Laut, Perwira Pertamina Tetap Jaga Produksi Migas

Mudik Lebih Ringan, Perjalanan Lebih Tenang Bersama MIND ID

Harga emas berjangka merosot 6,7 dolar AS atau 0,38 persen menjadi 1.760,90 dolar AS pada Selasa (5/10/2021), setelah terangkat 9,2 dolar AS atau 0,52 persen menjadi 1.776,60 dolar AS pada Senin (4/10/2021), serta menguat 1,4 dolar AS atau 0,08 persen menjadi 1.758,40 dolar AS pada Jumat (1/10/2021).

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis (7/10/2021) kalau klaim pengangguran mingguan baru AS untuk pekan yang berakhir 2 Oktober turun 38.000 menjadi 326.000, lebih baik dari yang diperkirakan.

Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun paling banyak dalam 3 bulan pekan lalu, membuktikan pemulihan pasar tenaga kerja mendapatkan kembali momentum setelah perlambatan baru-baru ini.

“Laporan itu membantu mendorong imbal hasil obligasi naik serta sedikit reli di pasar saham AS, menekan emas,” Analis Senior Kitco Metals, Jim Wyckoff seperti yang dilansir oleh Antara, Jumat (8/10/2021).

Pengurangan stimulus serta tingkat suku bunga yang lebih besar mengangkat imbal hasil obligasi, yang diterjemahkan ke dalam peningkatan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil. “Juga, batas utang AS kemungkinan didorong sampai Desember. Jadi, itu adalah efek menenangkan di pasar, bullish untuk saham dan bearish untuk emas,” Wyckoff menambahkan.

Dolar sedikit melemah dari mendekati level tertinggi satu tahun, didukung oleh kekhawatiran inflasi yang masih ada serta ekspektasi kalau Fed harus bertindak lebih cepat untuk menormalkan kebijakan. Sementara emas secara tradisional dianggap sebagai lindung nilai inflasi, dolar yang lebih kuat membuatnya lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Laporan kuat pekerjaan swasta pada September menjelang angka pekerjaan resmi pada Jumat waktu setempat juga mendorong spekulasi kalau Fed dapat segera melakukan pengurangan pembelian obligasinya.

Tetapi mengingat “rekor tertinggi” jumlah posisi pekerjaan terbuka di Amerika Serikat, “kejutan positif pada data penggajian non-pertanian (NFP) harus disesuaikan untuk pasar emas tanpa menyebabkan aksi jual besar-besaran”, tutur Analis Julius Baer,Carsten Menke.

Harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 12,6 sen atau 0,56 persen, menjadi ditutup pada 22,658 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 8,1 dolar AS atau 0,83 persen, menjadi ditutup pada 985,3 dolar per ounce. (mg2

Tags: emasharga emasobligasi

Berita Terkait.

Hangatnya Ramadan, Aquaproof CSR Berbagi Takjil & Mudik Gratis
Ekonomi

Hangatnya Ramadan, Aquaproof CSR Berbagi Takjil & Mudik Gratis

Jumat, 20 Maret 2026 - 21:27
depan
Ekonomi

Lebaran di Tengah Laut, Perwira Pertamina Tetap Jaga Produksi Migas

Jumat, 20 Maret 2026 - 12:12
id
Ekonomi

Mudik Lebih Ringan, Perjalanan Lebih Tenang Bersama MIND ID

Jumat, 20 Maret 2026 - 11:15
okx
Ekonomi

ORBIT dari OKX Permudah Trader, Diskusi dan Eksekusi Kini dalam Satu Aplikasi

Jumat, 20 Maret 2026 - 11:01
bri
Ekonomi

Dukung Transaksi Nasabah Tetap Lancar Selama Libur Lebaran, BRI Andalkan 1,2 Juta BRILink Agen, 627 Ribu Jaringan E-Channel hingga Super App BRImo

Jumat, 20 Maret 2026 - 10:10
ekspor
Ekonomi

Ekspor Indonesia di Tengah Konflik Timur Tengah: Tahan Guncangan atau Tertekan?

Jumat, 20 Maret 2026 - 02:02

BERITA POPULER

  • Yuniar

    BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2629 shares
    Share 1052 Tweet 657
  • Dukung Kenyamanan Ibadah, Alfamidi-Unilever Kembali Bersihkan Ratusan Masjid di Indonesia

    821 shares
    Share 328 Tweet 205
  • Dinilai Sakit Jiwa Fans ENHYPEN Dikecam karena Rencana Aksi Gangguan Terkait Hengkangnya Heeseung

    805 shares
    Share 322 Tweet 201
  • Oknum TNI Ditangkap Usai Diduga Jual Senjata Organik ke Papua Nugini

    709 shares
    Share 284 Tweet 177
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    699 shares
    Share 280 Tweet 175
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.