• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

102 Warga Sulsel Keracunan Massal, Seorang Meninggal

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Sabtu, 2 Oktober 2021 - 21:57
in Headline
Seorang warga berbaring di rumahnya bersiap dievakuasi tim medis karena keracunan makanan setelah mengikuti takziah di rumah duka, Dusun Pangkajene, Desa Pakabba, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (2/10/2021). Foto : Dok Polres Takalar

Seorang warga berbaring di rumahnya bersiap dievakuasi tim medis karena keracunan makanan setelah mengikuti takziah di rumah duka, Dusun Pangkajene, Desa Pakabba, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (2/10/2021). Foto : Dok Polres Takalar

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sebanyak 102 orang warga Dusun Pangkajene, Desa Pakabba, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel) terdampak keracunan makanan setelah menyantap hidangan usai mengikuti takziah di salah satu rumah duka pada desa setempat.

Satu orang korban keracunan itu, bernama Ariel berusia 8 tahun, dinyatakan meninggal dunia disaat mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji, di Kota Makassar, Sabtu.

BacaJuga:

Serukan Gencatan Senjata, Paus Leo Sebut Perang Timur Tengah Skandal Dunia

Trump Ancam Iran, Teheran Siap Serang Balik Infrastruktur Energi AS

Macet Parah 8 Km, Jalur Bandung–Cianjur Diberlakukan “One Way”

“Awalnya dihitung-hitung ada 90 orang, kemudian bertambah 98 orang, lalu bertambah 4 orang, totalnya jadi 102 orang korban keracunan makanan,” ucap Camat Galesong Utara Amran Torada saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (2/10/2021).

Ditanyakan penyebab keracunan massal itu, Amran menjelaskan kronologi kejadian bahwa berawal dari acara takziah atas meninggalnya Syahrul di dusun tersebut pada Rabu (29/9) malam.

Disaat itu, pihak keluarga Deng Mille sudah mempersiapkan konsumsi makanan nasi dos sebanyak 250 bungkus untuk dibagikan kepada warga yang mengikuti takziah, warga juga menerima nasi dos tersebut. Bahkan ada di antara tamu langsung menyantapnya dan sebagian membawanya pulang untuk dikonsumsi esok harinya.

Pada Kamis, 30 September dan Jumat, 1 Oktober 2021 sudah banyak warga mengeluhkan sering buang air besar, sampai terserang muntaber termasuk tuan rumah. Tetapi warga mengganggap itu penyakit biasa. Namun tidak sedikit warga berinisiatif memeriksakan diri ke puskesmas setempat, Aeng Toa.

Selanjutnya, pada Sabtu, 2 Oktober 2021, salah seorang warga bernama Ariel berumur 8 tahun akhirnya dirujuk ke RSUD Labuang Baji Makassar karena kondisinya sudah gawat. Tetapi, sekitar pukul 13.00 WITA, anak itu tidak bisa tertolong saat sedang ditangani tim medis.

“Ada informasi tadi bahwa yang bersangkutan sudah meninggal dunia. Kita dari pemerintah setempat, pemerintah desa, kecamatan bersama unsur puskesmas langsung mengumumkan di masjid untuk warga yang terindikasi gejala keracunan secepatnya segera dievakuasi ke puskesmas serta rumah sakit,” tuturnya pula dilansir Antara.

Sejauh ini, dari perkembangan pantauan tim, sudah ada puluhan pasien keracunan itu membaik, serta sebagian telah dipulangkan. Namun untuk pasien yang kondisinya masih lemah tetap mendapatkan perawatan dari Puskesmas Aeng Towa dan rumah sakit.

“Tim kesehatan terus memantau perkembangannya baik di rumah sakit dan puskesmas. Sesuai instruksi Bupati Takalar, semua pengobatan pasien ditanggung Pemkab Takalar, tidak ada dibayar satu sen pun, ini tanggung jawab pemkab,” tuturnya lagi.

Untuk makanan dos tersebut, ucap ia lagi, dipesan melalui katering, namun belum diketahui katering itu terdaftar atau tidak, dan apakah biasa dipesan masyarakat sekitar. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian dalam hal penyelidikannya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Takalar dr Rahmawati membenarkan kejadian keracunan itu, usai menyantap makanan setelah mengikuti takziah di rumah duka. Ia juga membenarkan ada korban satu anak meninggal dunia di RSUD Labuang Baji karena kehabisan cairan tubuh atau dehidrasi.

Atas informasi itu, tim Dinkes setempat langsung bergerak menjemput warga desa yang terindikasi mengalami gejala, demam dan diare akut, bahkan ada warga dipaksa ke rumah sakit agar korban tidak bertambah.

Dinkes Takalar langsung menyediakan penampungan khusus pada 2 rumah sakit daerah yaitu RSUD Haji Padjonga Daeng Ngalle dan Rumah Sakit KIA Zainab Takalar, selebihnya dirujuk ke rumah sakit di Kota Makassar.

“Kalau gejalanya masih tinggi kita langsung saja evakuasi mereka ke rumah sakit. Kondisi saat ini alhamdulillah, beberapa sudah mulai membaik,” ucap Rahmawati. (mg2)

Tags: keracunanKeracunan Massalmakanansulsel

Berita Terkait.

Serukan Gencatan Senjata, Paus Leo Sebut Perang Timur Tengah Skandal Dunia
Headline

Serukan Gencatan Senjata, Paus Leo Sebut Perang Timur Tengah Skandal Dunia

Minggu, 22 Maret 2026 - 23:32
Trump Ancam Iran, Teheran Siap Serang Balik Infrastruktur Energi AS
Headline

Trump Ancam Iran, Teheran Siap Serang Balik Infrastruktur Energi AS

Minggu, 22 Maret 2026 - 22:43
Libur Lebaran, Warga Serbu Blok M Naik MRT Tarif Rp1
Headline

Macet Parah 8 Km, Jalur Bandung–Cianjur Diberlakukan “One Way”

Minggu, 22 Maret 2026 - 22:32
Libur Lebaran, Pengunjung Ancol Tembus 35 Ribu Orang dalam Sehari
Headline

Perjanjian Dagang RI-AS, Prabowo Tegaskan Tidak akan Korbankan Negara

Minggu, 22 Maret 2026 - 22:10
Yaqut Placed Under House Arrest, KPK Supervisory Board Urged to Probe Alleged Ethics Breach
Headline

Yaqut Placed Under House Arrest, KPK Supervisory Board Urged to Probe Alleged Ethics Breach

Minggu, 22 Maret 2026 - 21:05
Momen Idulfitri Desta dan Natasha Rizky: Harmonis Bersama Anak
Headline

Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Dewas KPK Didesak Usut Dugaan Pelanggaran Etik

Minggu, 22 Maret 2026 - 19:33

BERITA POPULER

  • Yuniar

    BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2665 shares
    Share 1066 Tweet 666
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    912 shares
    Share 365 Tweet 228
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    859 shares
    Share 344 Tweet 215
  • Dukung Kenyamanan Ibadah, Alfamidi-Unilever Kembali Bersihkan Ratusan Masjid di Indonesia

    830 shares
    Share 332 Tweet 208
  • Oknum TNI Ditangkap Usai Diduga Jual Senjata Organik ke Papua Nugini

    713 shares
    Share 285 Tweet 178
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.