• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Kewenangan Besar, Pengamat Nilai Sulit Cara Hentikan Oknum DPR Korupsi

Sumber Ginting Editor Sumber Ginting
Minggu, 26 September 2021 - 13:24
in Nasional
indoposco

Pengamat politik Ujang Komarudin. Foto: istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kasus korupsi kembali mencuat usia Aziz Syamsuddin ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lagi-lagi, refresentasi dari wakil rakyat menyalahgunakan kewenangan demi memperkaya diri.

Kasus ini sudah kesekian kalinya, anggota lembaga rakyat ditangkap karena maling duit rakyat. Bahkan, setiap dalam satu periodesasi kerjanya, selalu ada saj anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang ditangkap akibat korupsi.

BacaJuga:

Peringati 71 Tahun KAA, Menbud Ingatkan Pentingnya Menjaga Kebudayaan

Perluas Akses Internet Hingga Desa, Menkodigi: Perkuat Konektivitas Digital Nasional

“Perempuan Hebat”, Cara tvOne Rayakan Semangat Hari Kartini 2026

Pengamat politik Ujang Komarudin mengatakan, DPR memiliki kewenagan besar dalam fungsi kerjanya. Hal itu dinilai dijadikan kesempatan untuk melakukan tindakan yang menggarong uang rakyat.

Menurutnya, fungsi legislasi, pengawasan, dan budgeting sangat berpotensi untuk mengutak-ngatik anggaran yang ada di mitra kerja.

“Kenapa meraka banyak terjerat, karena mereka memiliki kewenagan besar terkait hak budgeting. Yang paling mengerikan hak budgeting ini, karena kementerian tidak bisa di acc kalau tidak disetujui di DPR. Ini memungkinkan mereka bermain mata, korupsi di wilayah itu, khususnya mereka di Banggar itu,” katanya saat dihubungi, Minggu (26/9/2021).

Ia menyatakan, anggota DPR yang tidak kuat iman dan integritasnya, pasti terperangkap dalam jurang korupsi. Mengingat, tidak ada lembaga yang memiliki fungsi untuk mengawasi lembaga wakil rakyat itu.

“Nggak ada bang, nggak ada yang mengawasi DPR. Dengan memiliki kewenagan besar yang dimiliki DPR, mereka seenaknya menganggar sesuatu lalau mereka patgulipat, menggarong. Kewenangannya ada, kesempatannya ada,” ujarnya.

Ujang merasa tidak ada cara yang dapat menghentikan oknum-oknum DPR untuk tidak melakukan korupsi, selain kembali pada sikap integritas yang ada pada dirinya masing-masing.

“Sulit ya, karena memang mereka refresentasi dari rakyat dan rakyat mengawasi pemerintah. Ini kesadaran integritas diri saja, caranya saya tidak yakin kalau ada cara menghentikan mereka korupsi,” terangnya.

Bahkan selama ini, salah satu cara untuk oknum DPR agar tidak dijerat yaitu melakukan kongkalikong dengan penegak hukum agar tidak ditindak. Terlebih banyak kasus mengenai hal itu, seperti beberpa oknum di intitusi KPK ada yang menerima suap.

Sehingga, penegak hukum diminta agar tidak pandang bulu dan konsisten dalam memberantas tindakan korupsi.

“Cara menghentikan mereka korupsi dengan kongkalikong dengan penegak hukum. Ini penegak hukumnya harus keras, tidak tebang pilih, harus konsisten termasuk anggota DPR,” tegasnya.

Di sisi lain, pihaknya merasa prihatin dengan ditangkpanya Azis karena tindakan korupsi. Sebab seharusnya wakil rakyat harus mementingkan urusan rakyat, bukan memperkaya diri.

“Kita prihatin, suara kita diberikan tetapi dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi dan partai. Ke depan tidka boleh lagi memiliki pribadi yang korup dan tidak baik,” tuturnya. (son)

Tags: azis syamsuddinKasus Suap di Lampung TengahkorupsiOknum DPR

Berita Terkait.

zon
Nasional

Peringati 71 Tahun KAA, Menbud Ingatkan Pentingnya Menjaga Kebudayaan

Senin, 20 April 2026 - 05:05
rudy
Nasional

Perluas Akses Internet Hingga Desa, Menkodigi: Perkuat Konektivitas Digital Nasional

Senin, 20 April 2026 - 03:30
maria
Nasional

“Perempuan Hebat”, Cara tvOne Rayakan Semangat Hari Kartini 2026

Minggu, 19 April 2026 - 23:30
ottawa
Nasional

Indonesia Borong Tiga Penghargaan di Ajang Kuliner Internasional Ottawa

Minggu, 19 April 2026 - 22:02
1756618904422
Nasional

Dituduh Punya Ratusan Dapur MBG, Uya Kuya Lapor Polisi

Minggu, 19 April 2026 - 21:11
imnuman
Nasional

FKBI Desak Cukai MBDK dan Rokok, Label Nutri Level Dinilai Belum Cukup

Minggu, 19 April 2026 - 20:12

BERITA POPULER

  • Prabowo

    Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    817 shares
    Share 327 Tweet 204
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    757 shares
    Share 303 Tweet 189
  • Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Dibagikan untuk Pemegang Saham

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Pramono Lantik 11 Pejabat Jakarta: Syafrin Liputo Jadi Wali Kota Jaksel, Budi Awaludin Kadishub

    695 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Ketika Delapan Pameran Seni Visual TKS ISI Yogyakarta Ramaikan Ruang Seni Kota

    682 shares
    Share 273 Tweet 171
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.