• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Petani Lampung Produksi Porang Chips untuk Ekspor

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Rabu, 15 September 2021 - 16:15
in Ekonomi
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sejumlah petani di Lampung mulai memproduksi umbi porang menjadi chips kering untuk memenuhi kebutuhan ekspor akan komoditas potensial tersebut.

“Disaat ini penanaman umbi porang oleh petani memang semakin menggeliat karena prospek komoditas tersebut sebagai komoditas unggulan cukup bagus,” ucap salah seorang petani porang di Lampung, Joniyansah saat dihubungi Antara dari Bandarlampung, Rabu (15/9/2021).

BacaJuga:

Industri Sawit Tak Lagi Soal Lahan, SDM Jadi Penentu Utama

Teuku Riefky Puji Blok M sebagai Sentra Ekonomi Kreatif

Langkah Hijau Pertamina Drilling Menggema di Jepang, Soroti Transformasi Industri Energi

Dia menjelaskan untuk umbi porang milik petani di Lampung sudah mulai diolah menjadi chips untuk menambah nilai jual produk serta memenuhi permintaan ekspor pabrik yang berada di Pulau Jawa.

“Kita tidak menjual bentuk umbi basah tetapi yang sudah berbentuk chips, karena harga jauh lebih mahal. Untuk pengiriman biasa ke pabrik yang ada di Jawa karena di Lampung belum ada pabrik pengolahan chips porang. Sekali kirim chips porang bisa mencapai 4 ton,” tuturnya.

Menurutnya, pengolahan umbi porang menjadi chips itu dilakukan dengan menjalin kemitraan bersama koperasi, sehingga penyerapan panen porang di Tanggamus dan sekitarnya bisa tercapai.

“Kalau untuk petani yang produksi chips dengan metode oven hanya ada 11 orang dan tersebar di beberapa kabupaten. Pada umumnya memang petani mengolah chips porang yang dikeringkan secara alami menggunakan sinar matahari,” ucapnya.

Ia memaparkan dalam proses produksi chips porang perbandingannya beragam tergantung masa panen, ada yang 5 ton umbi basah bisa jadi satu ton chips, ada juga yang 3-4 ton umbi basah jadi satu ton saja chips kering.

“Saat pengelolaan umbi porang milik petani menjadi chips kering oven ini hasilnya beragam tergantung kadar air serta jumlah panen. Namun yang pasti bisa membantu menyediakan lapangan pekerjaan untuk warga sekitar, disini saja yang bekerja dari pengolahan umbi basah, mencuci, merajang sampai oven bisa dikerjakan 14 warga,” tuturnya.

Hal serupa juga dikatakan oleh Supriyanto salah seorang pengurus koperasi produksi berbasis porang di Bandarlampung.

“Untuk petani binaan koperasi yang mengelola umbi porang basah menjadi chips tersebar di Kabupaten Tanggamus, Pringsewu, serta Pesawaran rata-rata menggunakan metode oven sehingga hasilnya lebih kering,” ucap Supriyanto.

Menurutnya, walaupun dalam skala rumahan produksi chips porang oven itu dapat memproduksi 1,5 ton sampai 2 ton sekali produksi dengan melibatkan ibu rumah tangga di sekitar tempat produksi.

“Pengolahan ini mampu menyerap tenaga kerja juga, serta untuk harga chips porang hasil penjemuran alami matahari di pasaran saat ini dijual dengan harga Rp45 ribu per kg, sedangkan chips porang oven dijual dengan harga Rp60 ribu per kg,” ucapnya.

Ia melanjutkan hasil produksi chips porang tersebut biasanya akan di kirimkan ke Pulau Jawa untuk pemenuhan permintaan pabrik yang siap melakukan ekspor ke China, Jepang serta Eropa.

“Belum ada yang langsung ekspor dari Lampung, harapannya bisa langsung ekspor melalui Pelabuhan Panjang karena biaya akomodasi ke Jawa cukup mahal, belum lagi petani binaan kita harus mengalokasikan pembiayaan untuk membeli bibit,” tuturnya lagi.

Ia mengharapkan dengan adanya pengelolaan umbi porang menjadi chips di Lampung yang mulai bergeliat, pemerintah dapat memfasilitasi ekspor porang chips di Lampung untuk diekspor secara langsung ke negara tujuan. (mg2)

Tags: eksporpetani lampungPorangPorang Chips

Berita Terkait.

sawit
Ekonomi

Industri Sawit Tak Lagi Soal Lahan, SDM Jadi Penentu Utama

Sabtu, 28 Maret 2026 - 22:14
Teuku Riefky Puji Blok M sebagai Sentra Ekonomi Kreatif
Ekonomi

Teuku Riefky Puji Blok M sebagai Sentra Ekonomi Kreatif

Sabtu, 28 Maret 2026 - 15:41
Langkah Hijau Pertamina Drilling Menggema di Jepang, Soroti Transformasi Industri Energi
Ekonomi

Langkah Hijau Pertamina Drilling Menggema di Jepang, Soroti Transformasi Industri Energi

Sabtu, 28 Maret 2026 - 14:25
panel
Ekonomi

Pertamina Dorong Gaya Hidup Hemat Energi dari Internal hingga Publik

Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:23
Earth Hour 2026: BCA Kembali Gaungkan Aksi Hemat Energi
Ekonomi

Earth Hour 2026: BCA Kembali Gaungkan Aksi Hemat Energi

Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:12
Hampir 49 Ribu Kendaraan Lewat, Tol Japek II Selatan Efektif Pecah Arus Balik
Ekonomi

Rayakan Libur Lebaran, Zest Sukajadi Bandung Tawarkan Promo Menginap Spesial

Jumat, 27 Maret 2026 - 20:06

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1237 shares
    Share 495 Tweet 309
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    952 shares
    Share 381 Tweet 238
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    978 shares
    Share 391 Tweet 245
  • 5 HP Gaming Terbaik 2026 untuk Mabar dan Push Rank, Performa Gahar Tanpa Lag

    739 shares
    Share 296 Tweet 185
  • Kasus Pembunuhan di Tambrauw Terungkap, Polisi Tetapkan Satu Tersangka dari 12 Saksi

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.