• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Presiden Tunisia Saied Tunjukkan Akan Ubah Konstitusi

Sumber Ginting Editor Sumber Ginting
Minggu, 12 September 2021 - 10:53
in Internasional
indoposco

Arsip Foto - Presiden Tunisia Kais Saied saat diambil sumpahnya sebagai presiden di Tunis, Tunisia, Rabu (23/10/2019). ANTARA/Shutterstock/am.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Presiden Tunisia Kais Saied pada Sabtu (11/9) mengindikasikan dia bersiap untuk mengubah konstitusi negara, tetapi mengatakan dia hanya akan melakukannya dengan menggunakan cara konstitusional yang ada, tujuh pekan setelah dia merebut kekuasaan dalam gerakan yang disebut musuhnya kudeta.

Komentar itu mewakili pernyataannya yang paling jelas tentang apa yang ingin dia lakukan selanjutnya, setelah bersumpah” tidak ada jalan kembali” ke situasi di negara Afrika Utara itu sebelum intervensinya pada 25 Juli.

BacaJuga:

Timur Tengah Membara Lagi! AS-Iran Saling Serang, Gencatan Senjata di Ujung Tanduk

Drama Penyanderaan 4 WNI di Somalia, DPR Pastikan Pemerintah Siapkan Langkah Berlapis

Maroko Buka 50 Beasiswa untuk Indonesia, DPR Sambut Positif Kerja Sama Pendidikan

Berbicara langsung di televisi di sebuah bulevar Tunis pusat, Saied mengatakan dia menghormati konstitusi demokratis 2014 tetapi itu tidak abadi dan dapat diamendemen.

“Amendemen harus dilakukan dalam kerangka konstitusi,” katanya kepada saluran Sky News Arabia dan televisi pemerintah Tunisia.

Salah satu penasihat Saied mengatakan kepada Reuters pada Kamis (9/9) bahwa presiden berencana untuk menangguhkan konstitusi serta menawarkan versi amendemen melalui referendum, yang mendorong oposisi dari partai politik dan serikat buruh UGTT yang kuat.

Kecemasan telah tumbuh, baik secara internal maupun di antara negara-negara demokrasi Barat yang telah mendukung keuangan publik Tunisia, atas niat Saied sejak pengumuman 25 Juli bahwa ia memecat perdana menteri dan menangguhkan parlemen.

Mantan profesor hukum tata negara itu membenarkan tindakan itu dengan mengutip langkah-langkah darurat dalam konstitusi yang menurut para pengkritiknya dan banyak pakar hukum tidak mendukung intervensinya.

Meskipun dia memperpanjang tindakan tanpa batas setelah sebulan, dia belum menunjuk pemerintah baru atau membuat pernyataan yang jelas tentang niat jangka panjangnya, karena Tunisia berjuang guna menghadapi krisis ekonomi yang bergulir.

Saied juga mengatakan pada Sabtu (11/9) bahwa dia hampir menunjuk pemerintahan baru. Para duta besar dari Kelompok Tujuh ekonomi maju minggu ini mendesaknya untuk segera melakukannya dan kembali ke” tatanan konstitusional, di mana parlemen terpilih memainkan peran penting.”

Intervensi

Intervensi Saied mendapat dukungan luas setelah bertahun-tahun kelumpuhan politik, tetapi telah mendorong Tunisia ke dalam krisis satu dekade setelah membuang otokrasi dan memeluk demokrasi dalam revolusi yang memicu Musim Semi Arab.

Para pemimpin politik telah mengeluh tentang konstitusi sejak disetujui pada 2014, seraya menyerukan agar konstitusi diubah menjadi sistem presidensial yang lebih langsung, atau sistem parlementer yang lebih langsung.

Pasal 144 konstitusi mengatakan amendemen dokumen hanya dapat diajukan ke referendum jika telah disetujui oleh dua pertiga parlemen, sebuah lembaga yang disebut Saied bulan lalu sebagai” bahaya bagi negara”.

Parlemen saat ini terpilih pada 2019, seminggu setelah Saied terpilih. Dia tidak memiliki kekuatan untuk membubarkannya dan mengadakan pemilihan baru, tetapi beberapa partai di parlemen yang sangat terfragmentasi itu telah mengindikasikan bahwa mereka dapat melakukannya sendiri.

Ennahda Islamis moderat, partai terbesar di parlemen dengan seperempat kursi, menuduh Saied melakukan kudeta dan pada Sabtu mengatakan menyimpang dari konstitusi berarti mundur dari demokrasi.

UGTT, serikat buruh utama di Tunisia, juga pada Sabtu mengisyaratkan menentang gagasan untuk menangguhkan konstitusi dan menyerukan pemilihan parlemen baru-sebuah jalan yang mungkin sedang dipertimbangkan Saied. (mg1)

Tags: konstitusiPresiden TunisiaTunisia

Berita Terkait.

iran
Internasional

Timur Tengah Membara Lagi! AS-Iran Saling Serang, Gencatan Senjata di Ujung Tanduk

Sabtu, 27 Juni 2026 - 21:11
Drama Penyanderaan 4 WNI di Somalia, DPR Pastikan Pemerintah Siapkan Langkah Berlapis
Internasional

Drama Penyanderaan 4 WNI di Somalia, DPR Pastikan Pemerintah Siapkan Langkah Berlapis

Jumat, 26 Juni 2026 - 23:17
DPR: Skema 8:92 Bukti Perjuangan Ojol Akhirnya Berbuah Hasil
Internasional

Maroko Buka 50 Beasiswa untuk Indonesia, DPR Sambut Positif Kerja Sama Pendidikan

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:12
Johnny-Eddizon-Isir
Internasional

Pengendali Keuangan Jaringan Narkoba Fredy Pratama Ditangkap, Penyidik Telusuri Operasi Internasional

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:04
Prajurit
Internasional

Israel Gempur Lebanon, Iran Tutup Lagi Selat Hormuz

Sabtu, 20 Juni 2026 - 23:23
vance
Internasional

Wapres JD Vance Batal ke Swiss, Dialog Damai AS-Iran Tertunda

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:09

BERITA POPULER

  • Ronaldo

    Hasil Piala Dunia: Ronaldo Pimpin Portugal Berpesta, Inggris Kehilangan Taji di Hadapan Ghana

    1724 shares
    Share 690 Tweet 431
  • Hasil Piala Dunia: Portugal Libas Uzbekistan 5-0, Martinez Sanjung Habis Cristiano Ronaldo

    1692 shares
    Share 677 Tweet 423
  • Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    1599 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Hasil Piala Dunia Grup F: Jepang-Swedia Dampingi Belanda ke Fase Gugur

    1085 shares
    Share 434 Tweet 271
  • Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

    1015 shares
    Share 406 Tweet 254
32 Besar Piala Dunia 2026 Dimulai, Catat Jadwal dan Jam Tayang Seluruh Pertandingan!
Olahraga

32 Besar Piala Dunia 2026 Dimulai, Catat Jadwal dan Jam Tayang Seluruh Pertandingan!

Editor Juni Armanto
Minggu, 28 Juni 2026 - 18:51

INDOPOSCO.ID – Babak gugur Piala Dunia (PD) 2026 resmi bergulir setelah seluruh rangkaian pertandingan fase grup berakhir. Sebanyak 32 tim...

SelengkapnyaDetails
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia: Dibuka Afsel vs Kanada, Ditutup Kolombia Kontra Ghana 

Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia: Dibuka Afsel vs Kanada, Ditutup Kolombia Kontra Ghana 

Minggu, 28 Juni 2026 - 18:34
David-Alaba

Hasil Piala Dunia Grup J: Argentina Sempurna, Austria-Aljazair Lolos Juga

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:51
Pemain-Kolombia

Hasil Piala Dunia Grup K: Portugal Gagal Gusur Kolombia, Kongo Lolos Dramatis

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:49
Pemain-Kroasia

Hasil Piala Dunia Grup L: Kroasia-Ghana Temani Inggris ke 32 Besar

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:18
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.