• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Guru akan Keberatan dengan Kurikulum Baru

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Minggu, 5 September 2021 - 11:53
in Headline
Siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar. Foto: Antara

Siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar. Foto: Antara

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Penerapan Program Sekolah Penggerak (PSP) memaksa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) membuat kurikulum baru.

Pernyataan tersebut diungkapkan Pengurus Persatuan Keluarga Besar Tamansiswa (PKTBTS) Ki Darmaningtyas melalui gawai, Minggu (5/9/2021).

BacaJuga:

Cerita Warga Masuk Istana saat “Open House” Lebaran, Sampai Menangis Haru

Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

Operation Ketupat 2026: Eid Exodus Traffic Up 4.26 Percent Year-on-Year

Ia menyebut, penerapan kurikulum PSP di 2.500 sekolah penggerak tersebut dilakukan bertahap mulai Tahun Ajaran 2021/ 2022. Kurikulum baru tersebut berbeda dengan kurikulum 2013 (kurtilas).

“Secara teknis ada perbedaan. Meskipun kurikulum PSP ini meneruskan proses peningkatan kualitas pembelajaran yang telah diinisiasi kurikulum sebelumnya yakni berbasis kompetensi,” katanya.

Ia menjelaskan, dalam kurtilas kompetensi disebut Kompetensi Dasar (KD), sementara di Kurikulum PSP sebagai Capaian Pembelajaran (CP). Hal teknis yang membedakan kedua kurikulum tersebut di antaranya jumlah jam pelajaran (JP) tak berubah dari kurtilas, namun sekitar 20-30 persen JP per tahun dialokasikan untuk pembelajaran melalui proyek yang ditujukan untuk mencapai profil Pelajar Pancasila.

“Kurikulum ini juga memberi otonomi kepada satuan pendidikan untuk mengatur jam pelajaran per minggunya, Kemdikbudristek hanya menetapkan jumlah JP per tahun saja. Misalnya pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) lima JP seminggu (180 jam/tahun),” bebernya.

Ia menegaskan, secara fakta saat ini setiap minggu selama setahun siswa mendapatkan materi PPKn lima JP secara rutin.

“Kurikulum PSP ini menyerahkan kepada sekolah untuk mengatur waktunya sendiri, akan diberikan satu semester saja boleh, yang penting 180 jam per tahun,” ujarnya.

Dalam kurikulum PSP terebut, masih ujar dia, juga memberikan otonomi kepada sekolah terkait pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran. Seperti berbasis mata pelajaran (Mapel) atau tematik dan kombinasi keduanya.

“Mapel seni rupa dipelajari secara intensif di semester ganjil dan asesmen sumatifnya berupa pameran karya. Tapi sebaliknya mapel Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di semester ganjil dikurangi jam pelajarannya, namun pada semester genap dipelajari secara intensif,” katanya.

Ia mengatakan, perubahan kurikulum tersebut akan membawa perubahan mendasar di lapangan, terutama di tingkat SMA. Baik menyangkut kesiapan para guru, orangtua, murid, infrastruktur sekolah, dan kualitas pendidikan.

“Pada Kurtilas untuk SMA siswa langsung diarahkan ke penjurusan/ peminatan IPA, IPS, atau Bahasa dan Budaya. Tapi pada Kurikulum PSP ini penjurusan baru dilakukan di Kelas IX (II SMA),” terangnya.

“Masalah lain yang muncul adalah kesiapan para guru ketika diberi otonomi untuk mengatur jam pelajaran per minggu, mereka belum tentu mampu,” imbuhnya. (nas)

Tags: kemendikbudristekkurikulum baruPenerapan Program Sekolah PenggerakPKTBTS

Berita Terkait.

Cerita Warga Masuk Istana saat “Open House” Lebaran, Sampai Menangis Haru
Headline

Cerita Warga Masuk Istana saat “Open House” Lebaran, Sampai Menangis Haru

Sabtu, 21 Maret 2026 - 20:21
DPRD DKI Ingatkan Pendatang Baru: Jangan ke Jakarta Hanya Modal Nekat
Headline

Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

Sabtu, 21 Maret 2026 - 19:45
Operation Ketupat 2026: Eid Exodus Traffic Up 4.26 Percent Year-on-Year
Headline

Operation Ketupat 2026: Eid Exodus Traffic Up 4.26 Percent Year-on-Year

Sabtu, 21 Maret 2026 - 18:40
Operasi Ketupat 2026: Arus Mudik Meningkat 4,26 Persen Dibanding Tahun Lalu
Headline

Operasi Ketupat 2026: Arus Mudik Meningkat 4,26 Persen Dibanding Tahun Lalu

Sabtu, 21 Maret 2026 - 18:34
Prabowo-s
Headline

Prabowo: Pemulihan Bencana Sumatera Berjalan Cepat, Pengungsi Sudah Tinggalkan Tenda

Sabtu, 21 Maret 2026 - 15:17
Prabowo
Headline

Istana Negara Gelar Open House Lebaran, Terbuka untuk Umum Mulai Siang Ini

Sabtu, 21 Maret 2026 - 10:02

BERITA POPULER

  • Yuniar

    BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2656 shares
    Share 1062 Tweet 664
  • Dukung Kenyamanan Ibadah, Alfamidi-Unilever Kembali Bersihkan Ratusan Masjid di Indonesia

    828 shares
    Share 331 Tweet 207
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    798 shares
    Share 319 Tweet 200
  • Dinilai Sakit Jiwa Fans ENHYPEN Dikecam karena Rencana Aksi Gangguan Terkait Hengkangnya Heeseung

    807 shares
    Share 323 Tweet 202
  • Oknum TNI Ditangkap Usai Diduga Jual Senjata Organik ke Papua Nugini

    712 shares
    Share 285 Tweet 178
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.