INDOPOSCO.ID – Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) Timboel Siregar menegaskan, program kartu prakerja harus dikembalikan semula. Yakni memberikan pelatihan vokasional untuk memenuhi kebutuhan industri.
Oleh karena itu, menurut dia, porsi pelatihan kompetensi harus lebih banyak dibandingkan bantuan sosialnya.
“Tujuan program ini kan untuk meningkatkan kompetensi atau skill, sebaiknya porsi pelatihan harus lebih banyak,” ujar Timboel Siregar melalui gawai, Sabtu (28/8/2021).
Ia menilai, skema pelatihan program kartu prakerja di masa pandemi hanya pelengkap untuk menerima bantuan sosial senilai Rp 2,4 juta. Sementara porsi pelatihan hanya senilai Rp 1 juta.
“Pelatihannya hanya bersifat online, seperti masak-memasak. Padahal pelatihan itu harus bersentuhan dengan alat. Contoh saja, ngelas (welding) itu tidak bisa dengan online,” terangnya.
Turunnya kasus Covid-19, menurut dia, skema pelatihan program kartu prakerja harus dikembalikan. Porsi semula diluncurkan mencapai Rp 3,5 juta.
“Dengan nilai ini, pasti ada pelatihan yang bisa langsung bersentuhan dengan alat dan mesin. Harus dikembalikan semula (porsi anggaran kartu prakerja),” ucapnya.
Untuk menyerap tenaga kerja, dikatakan dia, kartu prakerja harus menyesuaikan kebutuhan industri. Seperti, di Bali kebutuhan pariwisata, Bitung sektor pariwisata. “Kartu prakerja harus jadi solusi di dunia industri,” ujarnya. (nas)









