• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Ini yang Disampaikan 9 Fraksi DPRD DKI Terkait Pertanggungjawaban APBD Jakarta 2020

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 2 Agustus 2021 - 20:36
in Megapolitan
Situasi Paripurna Pembahasan APBD DKI 2020 dan revisi RPJMD di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (2/8/2021). Foto : Antara/Ricky Prayoga/Dewa Wiguna

Situasi Paripurna Pembahasan APBD DKI 2020 dan revisi RPJMD di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (2/8/2021). Foto : Antara/Ricky Prayoga/Dewa Wiguna

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sembilan fraksi di DPRD DKI menyampaikan pandangan atas penyampaian Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P2APBD) tahun anggaran 2020 dalam Rapat Paripurna pada Senin (2/8/2021).

Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta dalam pandangannya meminta Pemprov DKI menindaklanjuti evaluasi program prioritas di masa Pandemi Covid-19. Salah satu contohnya, pengelolaan pemakaman yang realisasinya 89,22 persen atau Rp293,83 miliar. Padahal sudah banyak lahan pemakaman yang digunakan untuk pemakaman jenazah korban Covid-19.

BacaJuga:

Waspadai Potensi Hujan di Jakarta Hari Ini, Cek Prakiraan Cuaca di BMKG

Warga Pam Baru Benhil Tolak Penggusuran, Desak Pemprov DKI Beri Ganti Untung

Tabrakan Kereta Jarak Jauh vs KRL di Bekasi Timur, Perjalanan Kereta Lumpuh Total

“Sejauh mana penyediaan areal pemakamanan yang ada hingga saat ini. Kami berharap agar menjadi perhatian serius tentang lahan untuk pemakaman atau RTH,” ujar Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Gembong Warsono.

Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta dalam pandangannya meminta Pemprov DKI melaporkan secara akurat dalam hal penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) yang sudah melalui refocusing berulang kali di sepanjang 2020.

Seperti BTT yang alokasinya untuk sektor kesehatan dan jaring pengaman sosial dari Rp188,90 miliar menjadi Rp5,5 triliun. Padahal realiasi BTT baru terserap Rp4,7 triliun atau 85,27 persen yang terdiri dari realisasi untuk bidang kesehatan Rp918,61 miliar dan Jaringan Pengaman Sosial Rp3,78 triliun.

“Fraksi Gerindra menyayangkan penggunan BTT tersebut belum maksimal direalisasikan dalam menunaikan kegiatan Pemprov DKI untuk menanggulangi permasalahan pandemic COVID-19 di Kota Jakarta,” ujar Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Thopaz Nugraha Syamsul dilansir Antara.

Kemudian Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta dalam pandangannya menilai Sisa Lebih Penghitungan Anggaran (SiLPA) APBD tahun 2020 cukup besar Rp5,16 triliun harus digunakan secara efektif dengan memperhatikan situasi pandemi yang masih berlangsung.

“Karena itu, Fraksi PKS mengusulkan agar SiLPA 2020 ini bisa dioptimalkan untuk penanggulangan pandemi Covid-19. Seperti penambahan pemberian bantuan sosial dan bantuan untuk pemulihan usaha bagi UMKM dan jaringan pengaman sosial lainnya,” jelas Mohamad Taufik Zoelkifli, Wakil Ketua I Fraksi PKS DPRD DKI.

Selanjutnya, Fraksi Partai Demokrat DPRD DKI Jakarta dalam pandangan berharap Pemprov DKI menghasilkan trobosan kebijakan dalam upaya peningkatan realisasi penerimaan daerah yang hanya tercapai Rp31,89 triliun dari target Rp32,48 triliun pada 2020.

“Fraksi Partai Demokrat menyadari bahwa dalam masa sulit pandemi akan sulit mengejar target penerimaan pajak daerah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus lebih banyak membuat berbagai program relaksasi dan insentif pajak daerah, terutama bagi pelaku UMKM dan rakyat dari kalangan ekonomi lemah,” tandas Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD DKI Neneng Hasanah.

Kemudian Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta dalam salah satu butir pandangannya berharap Pemprov DKI terus fokus pada program pengendalian banjir pada evaluasi kapasitas tampung saluran drainase utama. Seperti Banjir Kanal Barat (BKB) dan Banjir Kanal Timur (BKT), Sungai Cisadane dan lain sebagainya.

“Selain itu, dirasa perlu merekomendasikan untuk menysun perencanaan kegiatan operasional pemeliharaan sistem drainase secara terarah dan terukur,” kata Sekretaris Fraksi PAN DPRD DKI Oman Rohman Rakinda.

Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta dalam salah satu pandangannya mendorong Pemprov DKI agar mengoptimalkan penggunaan SiLPA untuk penanganan pandemi pemulihan ekonomi atau pengembalian Dana Cadangan Daerah. “Keberadaan SiLPA sebesar Rp5,17 triliun membuktikan bahwa Pemprov DKI tidak membutuhkan Dana Cadangan Daerah,” ujar Sekretaris Fraks PSI DPRD DKI Anthony Winza Prabowo.

Lalu Fraksi Partai NasDem DPRD DKI Jakarta dalam salah satu pandangannya berharap agar Pemprov DKI menyelaraskan data terhadap dasar perencanaan penyediaan unit hunian pada tahun 2017-2022 dengan menggunakan data berdasarkan jumlah keluarga yang membutuhkan rumah hunian layak dengan jumlah ketersediaan hunian yang terbaru.

“Selain itu penyediaan unit hunian MBR juga dapat menggunakan alternatif pendanaan pembangunan dengan melakukan optimalisasi pendanaan yang berasal dari kompensasi SIPPT/IPPT/IPPR dan pelampauan KLB,” terang Sekretaris Fraksi NasDem DPRD DKI Abdul Azis Muslim.

Selanjutnya, Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta dalam salah satu butir pandangannya meminta Pemprov DKI agar alokasi anggaran BTT dipergunakan dengan masimal untuk penyediaan fasilitas kesehatan hingga jaringan pengaman sosial.

“Fraksi Partai Golkar berpandangan bahwa penanganan kesehatan dan jaringan pengaman sosial merupakan tahapan krusial yang dibutuhkan untuk bertahan dan pulih. Karenanya harus dikelola dengan cermat tetapi juga tetap proaktif,” ujarnya Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jamaludin.

Terakhir, fraksi PKB-PPP DPRD DKI Jakarta dalam pandangan menilai bahwa langkah refocusing APBD yang dilakukan Pemprov DKI untuk mendukung penanganan Pandemi Covid-19 tepat dilakukan. Sehingga penurunan postur-postur anggaran merupakan hal yang wajar.

“Kami menyadari bawha pelaksanaan APBD 2020 berada dalam kondisi yang serba tidak menguntungkan karena dalam kondisi Pandemi Covid-19,” ucap Bendahara Fraksi PKB-PPP DPRD DKI Sutikno.

Pandangan umum diberikan masing-masing fraksi Partai Politik DPRD DKI setelah mendengarkan penjelasan Gubernur terhadap Raperda P2APBD Tahun Anggaran 2020 yang disampaikan Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria, pekan lalu.

Riza sapaan karibnya menuturkan, akibat pandemi COVID-19 hampir seluruh postur APBD DKI 2020 mengalami kontraksi yang signifikan. Di antaranya, Pendapatan Daerah yang ditargetkan Rp57,23 triliun hanya mampu teralisasi Rp55,89 triliun atau 97,65 persen, Belanja Daerah yang terdiri atas Belanja Langsung (BL) terealisasi Rp23,06 triliun dari proyeksi anggaran Rp25,29 triliun (86,23 persen) dan Belanja Tidak Langsung (BTL) terealisasi Rp29,01 triliun dari proyeksi anggaran Rp33,65 triliun (91,19 persen).

Selanjutnya, pembiayaan daerah yang terdiri atas postur penerimaan pembiayaan terealisasi Rp5,58 triliun, pengeluaran pembiayaan sebesar Rp4,21 triliun, serta Sisa Lebih Penghitungan APBD (SiLPA) 2020 tercatat Rp5,16 triliun. (aro)

Tags: coronacoviddkiDPRDjakarta

Berita Terkait.

jan
Megapolitan

Waspadai Potensi Hujan di Jakarta Hari Ini, Cek Prakiraan Cuaca di BMKG

Selasa, 28 April 2026 - 08:12
Warga Pam Baru Benhil Tolak Penggusuran, Desak Pemprov DKI Beri Ganti Untung
Megapolitan

Warga Pam Baru Benhil Tolak Penggusuran, Desak Pemprov DKI Beri Ganti Untung

Senin, 27 April 2026 - 23:58
Tabrakan Kereta Jarak Jauh vs KRL di Bekasi Timur, Perjalanan Kereta Lumpuh Total
Megapolitan

Tabrakan Kereta Jarak Jauh vs KRL di Bekasi Timur, Perjalanan Kereta Lumpuh Total

Senin, 27 April 2026 - 22:51
Pastikan Keselamatan Jadi Utama, KAI: Sejumlah Rute Kereta Terdampak Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo
Megapolitan

Pastikan Keselamatan Jadi Utama, KAI: Sejumlah Rute Kereta Terdampak Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo

Senin, 27 April 2026 - 22:41
Begini Penampakan Gerbong Perempuan KRL Usai Ditabrak KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur
Megapolitan

Kereta Api Jarak Jauh dan KRL Tabrakan di Bekasi, KAI: Fokus Evakuasi Penumpang

Senin, 27 April 2026 - 22:31
LCC
Megapolitan

SMAN 8 Jakarta Juara Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 Tingkat Provinsi

Senin, 27 April 2026 - 11:21

BERITA POPULER

  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2504 shares
    Share 1002 Tweet 626
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    955 shares
    Share 382 Tweet 239
  • Gempa Bumi Dangkal Guncang Semarang Pagi Ini, Begini Catatan BMKG

    888 shares
    Share 355 Tweet 222
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    934 shares
    Share 374 Tweet 234
  • Begini Penampakan Gerbong Perempuan KRL Usai Ditabrak KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur

    778 shares
    Share 311 Tweet 195
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.