• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Kasih Sayang Negatif Berpotensi Sebabkan Anak Telat Bicara

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Minggu, 1 Agustus 2021 - 16:41
in Gaya Hidup
indoposco

Ilustrasi anak balita (Pexel)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) cabang Jawa Tengah, Fitri Hartanto berpesan kepada orang tua agar menghindari bentuk kasih sayang negatif, misalnya berlebihan dalam melayani anak.

“Pada saat dia harusnya belajar, dia tidak diberi kesempatan belajar. Misalnya, dia harusnya belajar berbicara, kalau mau mau minum dia harus bilang, “minum”. Namun pada saat anak ini sudah sering sekali dilayani, dia ingin sesuatu tinggal tunjuk, atau menarik tangan orang tua, orang tua sudah tahu anak ini minta minum,” kata dia dalam sebuah webinar tentang anak, dikutip Ahad (1/8).

BacaJuga:

ADOR Klaim Danielle Sembunyikan Kontrak dengan AAO, Jadi Dasar Gugatan Rp31 Miliar

Jawaban Daniela KATSEYE soal “Gabriela” Jadi Perdebatan, Warganet Bandingkan dengan Lara

Jay B GOT7 Ungkap Perasaan Jujur Setelah Keluar dari JYP Entertainment: “Aku Ingin Merasakan Hujan”

Walau ada kesan kebiasaan langsung memberikan apa yang anak tunjuk dapat memudahkannya, namun akhirnya malah bisa berujung dia terlambat bicara.

“Bagi orang tua, dikasih minum langsung. Namun hal ini tidak memberikan kesempatan anak untuk belajar bicara. Yang terjadi nanti, keterlambatan bicara,” tutur Fitri yang berpraktik di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Kariadi Semarang itu, dikutip dari Antara.

Menurut Fitri, pola asuh yang permisif ini juga dapat menyebabkan gangguan perilaku anak. Anak terbiasa mendapatkan semua yang dia inginkan. Tetapi karena dia tidak diberikan pembelajaran, saat dia tak mendapatkan apa yang dia inginkan, maka cukup menangis.

“Kalau kita tidak berikan pembelajaran yang benar maka gangguan perilaku tantrum akan terjadi pada anak, sehingga berikan kasih sayang positif,” ujar dia.

Fitri mengingatkan, selain kasih sayang, agar anak bisa tumbuh, berkembang dan potensi genetiknya optimal, maka dia juga membutuhkan asupan nutrisi yang cukup seperti makanan, cairan serta lingkungan sehat termasuk kondisi rumah dengan ventilasi dan pencahayaan yang baik. Selain itu, jangan lupa memberi mereka stimulasi sesuai usianya dan memantau kesehatannya.

“Bagaimana mungkin anak dipenuhi nutrisinya saja. Diberikan asupan makanan saja, tetapi tidak distimulasi, maka tak akan optimal potensi genetiknya,” kata dia.

Menurut IDAI, ada beberapa tahapan perkembangan bicara anak normalnya. Anak usia 0-6 bulan misalnya, baru dapat membuat suara-suara seperti aah atau uuh yang dikenal sebagai cooing lalu berkembang menjadi babbling atau mengoceh dengan satu kata tunggal misalnya papapapa.

Pada usia 6- 12 bulan, anak mulai memahami nama- nama orang dan benda. Dia sudah bisa mengucapkan satu kata misalnya mama dan papa. Saat usianya berada pada rentang 12- 18 bulan, dia sudah bisa mengucapkan 3- 6 kata dengan kosakata 5- 50 kata.

Untuk mengoptimalkan perkembangan bicara dan bahasa anak, Amanda Soebadi dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM menyarankan Anda rajin berbicara dan berkomunikasi dengan anak, dimulai pada masa bayi. Kapanpun, di manapun Anda berada bersama anak Anda, katakanlah apa yang sedang terjadi, apa yang sedang Anda lakukan, dan sebutkan nama benda-benda yang ditemui.

Menurut Amanda, seperti dikutip dari laman resmi IDAI, walau bayi yang sangat muda belum bisa berbicara, kata-kata yang didengarnya akan menjadi bekal dalam perkembangan bicara dan bahasanya.

Selanjutnya, Anda juga bisa membacakan cerita. Kegiatan ini bisa menjadi cara yang baik untuk meningkatkan kosakata anak. Bayi dan anak kecil biasanya tertarik pada cerita yang bersajak. Sembari membaca, cobalah ajak anak menunjuk gambar dan menyebut nama benda yang ditunjuk. (mg3)

Tags: anak telat bicaradokter anakIDAIikatan dokter anak indonesia

Berita Terkait.

ADOR Klaim Danielle Sembunyikan Kontrak dengan AAO, Jadi Dasar Gugatan Rp31 Miliar
Gaya Hidup

ADOR Klaim Danielle Sembunyikan Kontrak dengan AAO, Jadi Dasar Gugatan Rp31 Miliar

Jumat, 3 Juli 2026 - 15:05
KATSEYE
Gaya Hidup

Jawaban Daniela KATSEYE soal “Gabriela” Jadi Perdebatan, Warganet Bandingkan dengan Lara

Jumat, 3 Juli 2026 - 03:42
Jay-B
Gaya Hidup

Jay B GOT7 Ungkap Perasaan Jujur Setelah Keluar dari JYP Entertainment: “Aku Ingin Merasakan Hujan”

Jumat, 3 Juli 2026 - 02:01
Lee-Min-Ho
Gaya Hidup

Lee Min Ho Berpeluang Bintangi Drama Romantis Baru “But Your Love”

Jumat, 3 Juli 2026 - 01:30
Lee-Yong-Soo
Gaya Hidup

Mantan Member OnlyOneOf Lee Yong Soo Debut sebagai Aktor Musikal Lewat “Sunny Ten”

Jumat, 3 Juli 2026 - 00:19
Winter
Gaya Hidup

Winter aespa Kembali Jadi Sorotan, Sikap di Bandara Picu Reaksi Warganet

Kamis, 2 Juli 2026 - 23:08

BERITA POPULER

  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2216 shares
    Share 886 Tweet 554
  • Portugal vs Kroasia: Martinez Sebut Ronaldo dan Modric Berada di Atas Keraguan Publik

    852 shares
    Share 341 Tweet 213
  • Gempa Bumi Dangkal M 4,0 Guncang Palu, BMKG: Kedalaman Hiposenter 2 Km

    779 shares
    Share 312 Tweet 195
  • Hasil Piala Dunia: Cukur Swedia 3-0, Prancis Tantang Paraguay di 16 Besar

    722 shares
    Share 289 Tweet 181
  • Hasil Piala Dunia: Brace Harry Kane Antar Inggris Comeback Spektakuler

    717 shares
    Share 287 Tweet 179
Lolos Perempat Final Piala Dunia, Brahim Diaz Ungkap Pertanda Baik untuk Maroko
Olahraga

Lolos Perempat Final Piala Dunia, Brahim Diaz Ungkap Pertanda Baik untuk Maroko

Editor Dilianto
Minggu, 5 Juli 2026 - 19:13

INDOPOSCO.ID – Maroko kembali mengirim pesan keras kepada dunia sepak bola: pencapaian mereka di Qatar 2022 bukan kebetulan. Di Houston...

SelengkapnyaDetails
Pemain-Argentina

Messi Ungkap Kunci Sukses Argentina Singkirkan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026

Sabtu, 4 Juli 2026 - 15:27
Messi

Atasi Perlawanan Sengit Tanjung Verde 3-2, Argentina Melaju ke Babak 16 Besar

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:31
Salah

Bawa Mesir Lolos ke 16 Besar, Salah Ungkap Alasan Pakai Trik Panenka di Babak Tos-tosan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:30
Ramos

Kroasia Gugur di 32 Besar, Zlatko Dalic Ngamuk Sebut Wasit Sangat Buruk

Jumat, 3 Juli 2026 - 19:08
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.