• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Dituding Hilangkan Kasus Kematian Covid-19, Ini Kata Kemenkes

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Kamis, 22 Juli 2021 - 16:41
in Nasional
Ilustrasi - Perawat mengenakan pakaian APD membawa pasien Covid-19 menuju kamar isolasi khusus RSUD dr Iskak, Tulungagung, Jawa Timur. Foto: Antara/Destyan Sujarwoko

Ilustrasi - Perawat mengenakan pakaian APD membawa pasien Covid-19 menuju kamar isolasi khusus RSUD dr Iskak, Tulungagung, Jawa Timur. Foto: Antara/Destyan Sujarwoko

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi membantah tudingan platform LaporCovid19, telah menghilangkan data kasus kematian pasien Covid-19 di tingkat kabupaten dan kota.

Melalui akun Twitter @LaporCovid pada 18 Juli 2021, disebutkan Kemenkes menghilangkan data korban Covid-19 sebanyak 18.747 orang atau 26 persen dari data yang dilaporkan kabupaten/kota pada 16 Juli 2021.

BacaJuga:

Darurat Tramadol! DPR Soroti Peredaran hingga Sekolah dan Desa, Minta BNN Diperkuat

SMK dengan Masa Studi 4 Tahun, Mendikdasmen: Matangkan Ketrampilan Lulusan Sesuai Kebutuhan Kerja

Survei Ungkap Pemudik Lebih Percaya Google Maps Ketimbang Mudikpedia

“Terkait pernyataan Laporcovid-19, kami dapat sampaikan bahwa diksi tentang Kemenkes “menghilangkan” tersebut tidak benar, tidak ada data yang dibuang atau tidak disampaikan,” kata Nadia melalui gawai di Jakarta, Kamis (22/9/2021).

Mengenai data Covid-19, menurutnya laporan yang disampaikan pemerintah daerah kabupaten/kota saat dilakukan verifikasi sering tidak diserta data pendukung yang memadai.

Seperti halnya kasus probable, orang yang masih dalam kategori suspek dan memiliki gejala ISPA berat, gagal napas, atau meninggal dunia. Namun belum ada hasil pemeriksaan positif Covid-19.

“Contohnya kalau ada data kasus kematian yang probable setelah hasil lab keluar, maka harus dilaporkan segera ke Kemenkes,” tutur Nadia.

Pihaknya mengakui menemukan kendala pada pelaporan hasil pemeriksaan Covid-19 melalui laboratorium. Sengkarut data Covid-19 dianggap tak kunjung selesai.

“Kami akui memang masih terjadi kendala dalam pelaporan data dari daerah ke pusat, salah satunya misalnya ketika melaporkan data,” ujar Nadia.

“Maka kasus yang dilaporkan terjadi beberapa hari sebelumnya, misnya karena kemampuan laboratorium yang terbatas untuk melakukan pemeriksaan satu hari,” tambahnya.

Ia berjanji bakal berbenah untuk memperbaiki sistem pencatatan Covid-19. Kementerian Kesehatan menggunakan laboratorium yang telah dimasukkan ke dalam national all record (NAR) secara real time.

“Ke depannya, kami terus memperbaiki sistem agar pelaporan daerah dapat dilakukan lebih baik. Kami menggunakan platform National All Record, pemerintah daerah dapat menginformasikan kasus secara real-time langsung ke pusat,” imbuhnya.

LaporCovid19 menyebut data kabupaten/kota, jumlah kasus kematian akibat Covid-19 sebanyak 90.144 orang, tapi versi Kemenkes/BNPB sebanyak 71.397 orang.

“Sedihnya, 18 ribu nyawa tidak diakui @KemenkesRI #IndonesiaDaruratCovid19 #RSKolaps,” cuit @LaporCovid. (dan)

Tags: covid-19Kemenkes

Berita Terkait.

tramadol
Nasional

Darurat Tramadol! DPR Soroti Peredaran hingga Sekolah dan Desa, Minta BNN Diperkuat

Selasa, 7 April 2026 - 21:11
siswa smk
Nasional

SMK dengan Masa Studi 4 Tahun, Mendikdasmen: Matangkan Ketrampilan Lulusan Sesuai Kebutuhan Kerja

Selasa, 7 April 2026 - 19:19
mudikpedia
Nasional

Survei Ungkap Pemudik Lebih Percaya Google Maps Ketimbang Mudikpedia

Selasa, 7 April 2026 - 19:09
zabadi
Nasional

Kemenkop Teken MoU Bersama BPJS Kesehatan untuk Akselerasi Layanan Kesehatan di Desa

Selasa, 7 April 2026 - 18:08
rini
Nasional

Pemerintah Percepat Transformasi Digital untuk Tingkatkan Layanan Publik

Selasa, 7 April 2026 - 17:07
Miftahul-Huda
Nasional

KKP Perkuat Kolaborasi Global Lindungi Laut lewat Living High Seas Partnership

Selasa, 7 April 2026 - 12:43

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1130 shares
    Share 452 Tweet 283
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    744 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    741 shares
    Share 296 Tweet 185
  • 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, BKSAP DPR Dorong Pengadilan Internasional

    703 shares
    Share 281 Tweet 176
  • Harga Avtur Melonjak hingga 80 Persen, DPR Minta Pemerintah Cegah Tiket Pesawat Ikut Terbang Tinggi

    664 shares
    Share 266 Tweet 166
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.