• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Ini Sejarah Minggu Jadi Hari Libur

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Sabtu, 17 Juli 2021 - 16:47
in Gaya Hidup
indoposco

Ilustrasi - Warga beraktivitas Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Jalan Raya Thamrin, Jakarta Pusat saat hari libur, Minggu (1/3/2020). Foto: Antara/Laily Rahmawaty

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Hampir di seluruh belahan dunia, Sabtu malam atau yang akronim disebut malam Minggu, diidentikkan dengan rutinitas pacaran bagi pasangan kaula muda. Bahkan ada anggapan, seolah yang tidak memiliki pasangan atau jomblo tidak boleh keluar rumah.

Terlebih khusus di Indonesia, banyak sindiran untuk yang jomblo di hari minggu. Seperti orang yang tidak memiliki kekasih terasing pada malam itu. Meskipun tidak ada fatwa, malam minggu kerap dinarasikan haram bagi yang jomblo.

BacaJuga:

Siap Sapa Penggemar, Yves Eks LOONA Gelar Tur Solo Asia dan Australia November Mendatang

Direktur Kreatif ILLIT Kalah Gugatan Hukum Melawan Min Hee Jin

Momen Nostalgia Masa Lalu, G-Dragon Ungkap Kelakuan Idol Pria yang Pernah Sambangi Asrama Dara 2NE1

Tapi pada faktanya, hal itu tidak dibenarkan atau hanya mitos. Sebab dalam sejarah penyebutan malam minggu, hari itu diartikan untuk istirahat, menghilangkan penat usai bekerja para buruh sepekan di pabrik.

Dikutip dari Quora. Konon, dahulu berbagai negara menetapkan hari libur yang berbeda-beda setiap minggunya. Hingga pertengahan abad 20, negara-negara di Timur Tengah menetapkan Jumat dan Sabtu sebagai hari libur. Kemudian, sejumlah negara Afrika Utara yang menetapkan hari libur pada Kamis dan Jumat. Tapi seiring berkembangnya globalisasi, peraturan di bidang ekonomi dan ketenagakerjaan pun mengalami penyamarataan.

Kesepakatan hari libur kerja itu mngalir sesuai berkembangnya kemajuan ekonomi di negara. Misalnya pada tahun 1938, pemerintah Amerika mengeluarkan Undang-Undang (UU) Standar jam kerja buruh beserta liburnya. Dalam UU itu, mengamanatkan maksimal 40 jam kerja setiap minggu, serta menetapkan Sabtu dan Minggu sebagai hari libur bersama yang diterapkan secara nasional.

Seiring penetapan UU tersebut, perlahan saat Sabtu malam atau malam minggu, digunakan para buruh pabrik untuk melepas penat mereka dengan bersenang-senang bersama keluarga atau teman. Dampaknya industri hiburan seperti bar, bioskop, diskotik, dan lain-lain mulai berkembang.

Dampaknya, produktivitas para karyawan di Amerika berakibat pada meningkatnya kinerja karyawan. Pabrik-pabrik disana serta bagi perindustrian di Amerika mengalami peningkatan.

Melihat kemajuan industri di Amerika dengan penerapan jam kerja seperti itu, mulai dari 1940 – 1960, makin banyak negara mengadopsi akhir pekan Sabtu dan Minggu sebagai hari libur.

Termasuk di Indonesia, lepas dari penjajahan perusahaan VOC karena bangkrut pada 1799, Indonesia jatuh ke tangan Kerajaan Belanda pada 1800. Dikarenakan di Belanda hari libur adalah hari minggu, maka sistem itu diterapkan pula kepada wilayah Indonesia.

Indonesia mengadopsi sistem Belanda, yaitu libur di hari Minggu untuk pekerja & pelajar. Sementara untuk BUMN dan Swasta, diserahkan kepada kebijakan masing-masing lembaga dan perusahaan

Untuk tradisi malam mingguan di Indonesia sendiri, mulai menyebar luas dari kota sampai ke desa-desa tahun 1973.

Tidak dipungkiri, baik dari zaman kolonial maupun zaman orde lama, tradisi malam mingguan memang sudah ada. Tapi sifatnya tidak merata akibat pemerataan ekonomi belum optimal. Biasanya tradisi malam minggu hanya dilakukan di wilayah perkotaan oleh kalangan menengah ke atas.

Seiring waktu, malam Minggu bukan cuma dianggap sebagai momen yang tepat untuk melepas penat. Tapi juga untuk memadu kasih. Rutinitas padat di hari biasa, terkadang bisa menghindari bertatap muka dengan orang tercinta. Jadi, wajar saja jika malam Minggu adalah waktu yang pas untuk melepas kerinduan. Sehingga tidak heran, malam hari adalah waktu yang paling romantis buat pacaran. (son)

Tags: Hari LiburMinggu

Berita Terkait.

Karhutla Kalsel Makin Membara, 595 Hektare Hangus: Helikopter Turun Tangan
Gaya Hidup

Siap Sapa Penggemar, Yves Eks LOONA Gelar Tur Solo Asia dan Australia November Mendatang

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:06
Karhutla Kalsel Makin Membara, 595 Hektare Hangus: Helikopter Turun Tangan
Gaya Hidup

Direktur Kreatif ILLIT Kalah Gugatan Hukum Melawan Min Hee Jin

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:05
net
Gaya Hidup

Momen Nostalgia Masa Lalu, G-Dragon Ungkap Kelakuan Idol Pria yang Pernah Sambangi Asrama Dara 2NE1

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:02
Rapat-Pleno
Gaya Hidup

9 IKU Lampaui Target, UT Perkuat Jejak sebagai Kampus Digital

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:21
day
Gaya Hidup

Karya Sutradara Kim Jong Kwan, “The Table: Day and Night” Terpilih Jadi Film Pembuka BIFF 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:01
min
Gaya Hidup

Tudingan Kekerasan dan Dugaan Penguntitan, Perseteruan Aktor Hong Min Gi dan Mantan Kekasih Memanas

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:06

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.