• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Arya: WHO Salah Informasi soal Vaksin Berbayar Indonesia

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Sabtu, 17 Juli 2021 - 00:13
in Headline
indoposco

Ilustrasi vaksin. Foto: Antara/HO 

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Indonesia mendapat kritik dari Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) perihal rencana kebijakan vaksinasi Covid-19 berbayar. Padahal, vaksin tersebut merupakan bantuan WHO.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, bahwa kritik tersebut bermula karena kesalahan informasi yang diterima WHO. Kenyataannya tak sesuai dengan fakta di lapangan.

BacaJuga:

Trump Ingin Akhiri Perang dengan Iran dalam Beberapa Pekan Mendatang 

MAKI Minta Komisi III DPR Bentuk Panja Usut Pengalihan Penahanan Yaqut

KAI Klaim Program Motis Lebaran Dukung Kelancaran Mudik 2026

“Saya meluruskan ada sebuah berita bahwa WHO menentang itu, ternyata salah informasi,” kata Arya Sinulingga dalam zoominari Kebijakan Publik BUMN, Vaksinasi dan Penyertaan Modal Negara, Jumat (16/7/2021).

Ia menuturkan, kesalahan informasi itu lantaran WHO hanya menjawab pertanyaan wartawan salah satu media di Amerika Serikat (AS) yang tidak mengetahui fakta sebenernya di Indonesia.

“Wartawan Amerika bertanya kepada WHO, bagaimana dengan vaksin yang ada di Indonesia (berbayar-red), padahal sudah diberikan oleh WHO ke sana? orang WHO terkejut, hah, berbayar,” tutur Arya.

Arya mengklaim mengantongi bukti video mengenai proses wawancara wartawan itu dengan perwakilan WHO. Bahkan, dinilainya pertanyaan itu seolah menafsirkan sesuatu yang tak sesuai fakta.

“Mereka terkejut, jadi WHO kira vaksin yang diberikan kepada Indonesia yang dibayar dari logistik dan transportasinya itu dijual pemerintah,” ucap Arya membela.

“Makanya tidak etis, karena pertanyaanya salah. Akibatnya jawabannya salah. Karena dia pun tidak paham masalah WHO ini,” tambahnya.

Pemerintah seluruh proses vaksinasi akan dilakukan secara gratis kepada semua masyarakat. Meski pemerintah memprioritaskan beberapa golongan, seperti tenaga kesehatan, kelompok lansia dan pelayanan publik.

“Kalau anda lihat videonya (wawancara) jelas clear permasalahannya, saat ini pemerintah sudah mengamankan 480 juta dosis vaksin dan akan diberikan secara gratis,” ujar Arya.

Kepala Unit Program Imunisasi WHO, Dr Ann Lindstrand mengatakan, setiap warga negara harus memiliki akses yang setara untuk vaksin Covid-19.

Terlebih, varian delta yang tengah membludak di Indonesia membutuhkan cakupan vaksin yang perlu menjangkau semua warga yang paling rentan. Hal itu membuat kebijakan memberikan vaksin berbayar dinilai tidak tepat.

“Penting bahwa setiap warga negara memiliki kemungkinan yang sama untuk mendapatkan akses, dan pembayaran apapun dapat menimbulkan masalah etika dan akses (vaksin tersebut),” kata Ann dalam konferensi pers WHO, Jumat (16/7/2021). (dan)

Tags: kementerian bumnvaksin berbayarWHO

Berita Terkait.

Trump Ingin Akhiri Perang dengan Iran dalam Beberapa Pekan Mendatang 
Headline

Trump Ingin Akhiri Perang dengan Iran dalam Beberapa Pekan Mendatang 

Kamis, 26 Maret 2026 - 21:16
Headline

MAKI Minta Komisi III DPR Bentuk Panja Usut Pengalihan Penahanan Yaqut

Kamis, 26 Maret 2026 - 20:33
Sepeda-Motor
Headline

KAI Klaim Program Motis Lebaran Dukung Kelancaran Mudik 2026

Kamis, 26 Maret 2026 - 11:42
Belajar
Headline

Pemerintah Siapkan SE Menteri Terapkan Pembelajaran Tatap Muka Pascalebaran

Kamis, 26 Maret 2026 - 09:00
1,9 Juta Pemudik Tiba di Jakarta, Sisa 1,4 Juta Orang Masih di Perjalanan
Headline

1,9 Juta Pemudik Tiba di Jakarta, Sisa 1,4 Juta Orang Masih di Perjalanan

Rabu, 25 Maret 2026 - 23:57
Menlu Jerman Dukung Inisiatif Diplomasi Trump untuk Akhiri Konflik dengan Iran
Headline

Menlu Jerman Dukung Inisiatif Diplomasi Trump untuk Akhiri Konflik dengan Iran

Rabu, 25 Maret 2026 - 23:45

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1134 shares
    Share 454 Tweet 284
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    978 shares
    Share 391 Tweet 245
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    852 shares
    Share 341 Tweet 213
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2676 shares
    Share 1070 Tweet 669
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.