• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Mengatasi Konflik Papua Harus dengan Pendekatan Budaya

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 1 Juli 2021 - 03:41
in Nasional
indoposco

Sastro Al Ngatawi (ANTARA)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Budayawan yang juga mantan Ketua Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Labumi) PBNU Sastro Al Ngatawi menyarankan pemerintah mengatasi konflik di Papua dengan pendekatan budaya. Sebab Papua sejak dahulu telah menjadi bagian dari Indonesia dan talenta-talentanya memiliki nilai yang sama dengan warga Indonesia lainnya.

“Pendekatan kebudayaan dapat digunakan dalam konflik yang ada di Papua karena yang disentuh kebudayaan adalah perasaan. Ini berbeda dengan pendekatan politik maupun militer karena mengabaikan perasaan itu sendiri,” kata Sastro dalam talkshow bertajuk Papua and Civilizations: an Insider perspective yang diselenggarakan Channel INC TV dan NU Channel seperti dikutip Antara, Rabu (30/6/2021).

BacaJuga:

Pascalibur Lebaran, 50 Persen ASN Pemprov DKI Jakarta Diizinkan WFA

BMKG Prakirakan Cuaca Sebagian Besar Indonesia Berawan Pada Selasa

Analis Militer Desak Transparansi Penuh Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Selain itu, kata dia, melihat Papua juga harus melalui bahasa kebudayaan yang dapat mempererat silaturahmi karena yang tersentuh adalah hati (perasaan) untuk berbagi kebersamaan. “Tugas kita sekarang adalah mengasah dan mengolah butiran emas, mutiara-mutiara peradaban, mutiara kebudayaan yang ada di Papua dan di mana-mana. Banggalah menjadi bangsa Papua sebagai bagian dari Indonesia untuk masa depan peradaban,” kata mantan Juru Bicara Presiden RI K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini.

Gus Dur pun, lanjut dia, secara gamblang melakukan pendekatan secara budaya dalam merangkul warga Papua sebagai bagian dari Indonesia.

Penyelenggara talkshow dari Channel INC TV Ali A.H. mengatakan bahwa polemik tentang ikon PON XX Papua telah menyadarkan bahwa orang Papua sangat bangga menjadi salah satu bagian peradaban Indonesia yang memiliki kekhasan seperti daerah lainnya.

“Bahwa Papua itu sangat bernilai dan mampu memberikan nilai bagi kebangsaan Indonesia. Forum ini membincang Papua sebagai kekayaan budaya yang memiliki kekhasan tersendiri sebagai bagian dari peradaban Indonesia,” ujarnya.

Sejak era pra kemerdekaan, kata Ali, Papua telah menyatu dengan daerah lainnya bagian timur Indonesia, seperti Sulawesi, Maluku, dan Nusa Tenggara, dalam ikatan ras melanesia. “Artinya, Indonesia itu terdiri atas berbagai ras termasuk ras melanesia, jadi sejak dahulu kala, Indonesia telah menghilangkan sekat-sekat rasis,” ujarnya.

Menurut dia, sejatinya warga Papua bangga menjadi bagian dari Indonesia. Peradaban Papua adalah bagian dari peradaban Indonesia. “Oleh karena itu, wajar jika dalam PON XX di Papua, para anak muda ingin menampilkan representasi dari identitas budaya asli Papua dalam pagelaran nasional tersebut,” katanya.

Hal itu juga menjadi bukti atas pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD bahwa warga Papua puas dengan kebijakan Indonesia di provinsi paling timur tersebut. “Bahkan, 82 persen sangat setuju dengan adanya otonomi khusus dan hanya 8 persen yang menolaknya,” ucapnya. (wib)

Tags: Konflik PapuaPapuaPendekatan Budaya

Berita Terkait.

ASN
Nasional

Pascalibur Lebaran, 50 Persen ASN Pemprov DKI Jakarta Diizinkan WFA

Selasa, 24 Maret 2026 - 13:25
Berawan
Nasional

BMKG Prakirakan Cuaca Sebagian Besar Indonesia Berawan Pada Selasa

Selasa, 24 Maret 2026 - 09:01
Aktivis
Nasional

Analis Militer Desak Transparansi Penuh Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Senin, 23 Maret 2026 - 21:37
Layanan-Pengaduan
Nasional

Temukan Kendala Tanah di Kampung Halaman? Laporkan Lewat Kanal Pengaduan Terintegrasi Kementerian ATR/BPN

Senin, 23 Maret 2026 - 17:03
KAI Catat Lonjakan 242.773 Penumpang pada H+1 LebaranĀ 
Nasional

KAI Catat Lonjakan 242.773 Penumpang pada H+1 LebaranĀ 

Senin, 23 Maret 2026 - 15:47
BMKG Prakirakan Mayoritas Kota Besar di Indonesia Berawan-Hujan Ringan.
Nasional

Dirut Jasa Marga: Hingga hari “H” Lebaran Lalin ke Arah Timur Masih Tinggi

Senin, 23 Maret 2026 - 15:03

BERITA POPULER

  • Yuniar

    BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2671 shares
    Share 1068 Tweet 668
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    975 shares
    Share 390 Tweet 244
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • Dukung Kenyamanan Ibadah, Alfamidi-Unilever Kembali Bersihkan Ratusan Masjid di Indonesia

    831 shares
    Share 332 Tweet 208
  • 5 HP Gaming Terbaik 2026 untuk Mabar dan Push Rank, Performa Gahar Tanpa Lag

    701 shares
    Share 280 Tweet 175
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.