• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Ingat! Isolasi Mandiri Harus Kontak Layanan Kesehatan Terdekat

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Selasa, 29 Juni 2021 - 19:51
in Nasional
indoposco

Ilustrasi. Penanganan pasien Covid-19. Foto: Antara

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Lonjakan kasus Covid-19 karena ketidakpatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan (Prokes) dan adanya varian baru Covid-19.

Pernyataan tersebut diungkapkan Kepala Bidang Penanganan Kesehatan, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Alexander Ginting dalam acara daring, Selasa (29/6/2021)

BacaJuga:

1.251 Dapur MBG Disanksi, DPR: Sertifikasi Jangan Jadi Formalitas

Polisi Selidiki Dugaan TPPO, Ibu Tega Jual Anak di Makassar

Bea Cukai Beri Izin Kawasan Berikat PT Dwi Prima Sentosa IV, Perusahaan Sepatu Asal Madiun

Menurut dia, selain dua hal tersebut lonjakan juga terjadi karena adanya mobilitas masyarakat di dalam dan luar negeri. Sementara, pemerintah sendiri telah mempersiapkan penanganan di sektor hulu dan hilir.

“Ini lonjakan,angka pesakitan di hulu tinggi dan mereka berbondong-bondong ke rumah sakit (RS),” katanya.

Untuk sektor hilir, masih ujar Ginting, pemerintah telah menyiapkan peningkatan ruang isolasi dan ruang ICU. Sebab, tidak semua rumah sakit memiliki ruang ICU yang memadai.

“Misalnya tempat tidur ICU ada 5 kita tingkatkan menjadi 10,” bebernya.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan protokol penanganan Covid-19 di RS. Sehingga RS tidak menjadi klaster penularan Covid-19.

“RS juga kita latih bagaimana tata laksana terapi. Salah satunya membedakan pasien yang ringan, sedang dan berat,” terangnya.

Ia mengatakan, untuk mengantisipasi jumlah kapasitas di RS, maka pemerintah melakukan scraning. Pada tahap ini, seseorang yang terkonfirmasi positif dengan gejala sedang hingga berat akan dirujuk ke RS. Sementara gejala ringan diisolasi mandiri atau karantina mandiri.

“Di tingkat RT/ RW atau posko desa harus mengetahui proses scraning, sehingga penanganan berjalan optimal,” ujarnya.

Masalah yang muncul pada proses isolasi mandiri, dikatakan dia, banyak warga yang terkonfirmasi positif tidak melakukan komunikasi dengan layanan kesehatan terdekat. Sehingga, muncul gejala buruk pada penderita.

“Kalau dibiarkan akan terjadi pnemoni, kemudian terjadi gangguan oksigenasi dan ventilasi. Dan ini menyumbang antrean di RS, karena mereka yang datang ke RS karena membutuhkan oksigen,” katanya. (nas)

Tags: coronacovid-19isolasi mandiri

Berita Terkait.

1.251 Dapur MBG Disanksi, DPR: Sertifikasi Jangan Jadi Formalitas
Nasional

1.251 Dapur MBG Disanksi, DPR: Sertifikasi Jangan Jadi Formalitas

Kamis, 26 Maret 2026 - 23:59
Polisi Selidiki Dugaan TPPO, Ibu Tega Jual Anak di Makassar
Nasional

Polisi Selidiki Dugaan TPPO, Ibu Tega Jual Anak di Makassar

Kamis, 26 Maret 2026 - 23:31
Perangi Narkotika, Bea Cukai Jalin Sinergi di Daerah
Nasional

Bea Cukai Beri Izin Kawasan Berikat PT Dwi Prima Sentosa IV, Perusahaan Sepatu Asal Madiun

Kamis, 26 Maret 2026 - 23:02
Wacana PJJ Dibatalkan, DPR Tegaskan Sekolah Tatap Muka Tetap Jadi Pilihan Utama
Nasional

Wacana PJJ Dibatalkan, DPR Tegaskan Sekolah Tatap Muka Tetap Jadi Pilihan Utama

Kamis, 26 Maret 2026 - 22:35
Bea Cukai Fasilitasi Kawasan Berikat Industri Alas Kaki di Semarang, PT Mingbao Lianchuang International
Nasional

Bea Cukai Fasilitasi Kawasan Berikat Industri Alas Kaki di Semarang, PT Mingbao Lianchuang International

Kamis, 26 Maret 2026 - 22:04
DPR Panggil Korban dan Polisi, Dalami Kasus Dugaan Pelecehan oleh “Syekh AM”
Nasional

DPR Panggil Korban dan Polisi, Dalami Kasus Dugaan Pelecehan oleh “Syekh AM”

Kamis, 26 Maret 2026 - 21:45

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    978 shares
    Share 391 Tweet 245
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    862 shares
    Share 345 Tweet 216
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • 5 HP Gaming Terbaik 2026 untuk Mabar dan Push Rank, Performa Gahar Tanpa Lag

    729 shares
    Share 292 Tweet 182
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.