• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Olahraga

Preview Euro 2020: Swiss vs Turki

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 20 Juni 2021 - 17:17
in Olahraga
Pelatih Swiss Vladimir Petkovic dan para pemainnya saat sesi latiha di Olympic Stadium di Baku, Azerbaijan, pada 19 Junji 2021, menjelang pertemuan dengan Turki dalam pertandingan Grup A Euro 2020. Foto: Antara/AFP/Naomi Baker

Pelatih Swiss Vladimir Petkovic dan para pemainnya saat sesi latiha di Olympic Stadium di Baku, Azerbaijan, pada 19 Junji 2021, menjelang pertemuan dengan Turki dalam pertandingan Grup A Euro 2020. Foto: Antara/AFP/Naomi Baker

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Swiss dan Turki memanggul misi sama dari pertandingan terakhir mereka dalam Grup A Euro 2020, yakni harus menang, apa pun caranya, karena hanya dengan cara ini mereka memelihara asa ke fase knockout.

Swiss baru mengumpulkan satu poin dari seri melawan Wales dan kalah 0-3 dari Italia. Turki malah belum mendapatkan satu pun poin karena kalah pada dua pertandingan terdahulu.

BacaJuga:

ITTF Dukung Penuh Indonesia, Bali Kebagian Dua Turnamen WTT Youth 2027

Calvin Verdonk Diganjar MOTM di Liga Champions, UEFA Ungkap Alasan Logis

Pangsuma FC Bongkar Carut-marut Liga Futsal Nasional, FFI dan KFI Didesak Berbenah

Swiss masih berpeluang finis runner-up grup, seandainya Wales dikalahkan Italia. Dan kalau selisih golnya lebih baik dari Wales.

Itu kalau Italia dan Swiss bermain sengotot sebelumnya. Tapi kalau mereka merasa aman dengan menyimpan energi masing-masing demi 16 besar sehingga laga ketiga di antara mereka cukup mereka akhiri dengan hasil seri, maka kalau pun mengalahkan Turki, Swiss hanya bisa berharap menjadi salah satu dari empat peringkat terbaik.

Turki sendiri hanya punya pilihan menjadi salah satu dari empat peringkat ketiga terbaik jika mereka mengalahkan Swiss, apa pun hasil pertandingan Italia melawan Wales.

Ini ironis karena sebelum turnamen ini digelar, kapten Swiss Granit Xhaka yakin timnya melaju ke final bulan depan karena memiliki bekal bagus dari pengalaman dan waktu yang mereka habiskan bersama dalam turnamen-turnamen besar sebelum ini. Mereka tersingkir pada babak 16 besar dua Piala Dunia terakhir dan Euro 2016 di Prancis.

Namun, optimisme Xhaha meredup seketika oleh hasil dua pertandingan pertama Euro yang dijalaninya yang jauh dari harapan karena mereka tampil lesu dan tidak meyakinkan. Setelah dihabisi 0-3 oleh Italia, mereka dikecam oleh publiknya sendiri.

Untuk itu, agar optimisme Xhaka terpelihara, kendati nasib mereka nanti sangat ditentukan oleh level bermain Italia dan Wales dalam pertandingan lain, Swiss harus melupakan kekalahan pahit nan memalukan dari Italia itu.

Pelatih Swiss Vladimir Petkovic juga harus berani mengubah pendekatannya yang disebut banyak kalangan tidak kreatif. Dan Petkovic mungkin melakukannya.

Petkovic menangani Swiss sejak 2014 sehingga menjadi salah satu tiga pelatih paling lama menjabat dibantingkan pelatih-pelatih Euro 2020 lainnya.

Selama dilatih dia, Swiss tak pernah kalah dalam pertandingan fase grup turnamen besar, kecuali ditekuk Italia 0-3 dalam Euro 2020. Sayang, dalam tiga fase grup turnamen besar terakhir yang diikutnya Swiss tak kunjung berhasil melewatinya. Petkovic sudah pasti tak ingin Swiss terus-terusan terhenti sampai fase grup.

Turki juga dipaksa mengoreksi diri, apalagi setelah kekalahan dari Wales dan Italia itu. Turki, kata pelatih mereka Senol Gunes, terlalu banyak melakukan kesalahan dalam mengumpan. “Saya lihat ada beban besar di pundak tim,” kata Gunes seperti dikutip Reuters.

Tapi satu tempat 16 besar masih mungkin bagi Turki, sekalipun itu membutuhkan kemenangan sangat besar karena Turki harus berselisih minimal lima gol agar lolos ke fase knockout. Itu pun kalau potensi posisi ketiga Turki lebih baik dari tim-tim lain yang finis posisi ketiga nanti.

Selanjutnya: Prediksi susunan sebelas pemain pertama

Prediksi susunan sebelas pemain pertama

Swiss (3-4-1-2): Yann Sommer; Nico Elvedi, Fabian Schar, Manuel Akankji; Kevin Mbabu, Remo Freuler, Granit Xhaka, Ricardo Rodriguez; Xherdan Shaqiri; Breel Embolo, Mario Gavranovic

Turki (4-5-1): Ugurcan Cakir; Zeki Celik, Merih Demiral, Caglar Soyuncu, Mert Muldur; Cengis Under, Ozan Tufan, Okay Yokuslu, Hakan Calhanoglu, Keman Karaman; Yilmaz

Selanjutnya: Skenario pertandingan

Skenario pertandingan

Swiss tidak sedang dipusingkan oleh masalah cedera dalam laga yang hanya memiliki misi menang ini. Dan pelatih Vladimir Petkovic diperkirakan masih memakai formasi 3-4-1-2, mungkin disertai dengan beberapa polesan kecil saja.

Yann Sommer tetap menjadi penjaga terakhir pertahanan Swiss yang akan diproteksi oleh trio bek Nico Elvedi, Fabian Schar dan Manuel Akanji, dari gangguan Burak Yilmaz.

Mereka akan diapit oleh Kevin Mbabu dan Ricardo Rodriguez yang menjadi dua bek sayap yang rajin membantu serangan dari sayap.

Remo Freuler dan Granit Xhaka juga tetap menjadi poros ganda Swiss untuk menutup ruang bergerak pemain-pemain Turki seperti Hakan Calhanoglu yang kerap ingin mendikte sektor ini.

Agak ke depan dari duo gelandang ini, Xherdan Shaqiri menempati titik kreatif untuk inisiasi serangan dari tengah lapangan dan mengalirkan pasokan bola kepada pemain-pemain yang bertanggung jawab di sepertiga terakhir lapangan.

Akhirnya, Breel Embolo dan Mario Gavranovic atau Haris Seferovic, menjadi duet pada ujung serangan Swiss.

Sementara manajer Turki Senol Gunes bakal setia kepada formasi 4-5-1 di mana kiper Ugurcan Cakir dan duo bek tengah Merih Demiral dan Caglar Soyuncu menjadi para penjaga utama jantung pertahanan.

Tetapi Umur Meras diragukan bisa tampil sehingga Mert Muldur yang dipasang sebagai bek kiri, sedangkan bek kanan LOSC Lille Zeki Celik tetap pada posisinya. Celik juga akan lebih sering membantu serangan dari sayap.

Untuk menandingi superioritas Xherdan Shaqiri di tengah lapangan, Okay Yokuslu yang didukung Ozan Tufan, akan berusaha memastikan tengah lapangan dikuasai Turki. Sedangkan Hakan Calhanoglu akan mengisi posisi gelandang ketiga yang berfungsi mengatur tim pencipta peluang Turki.

Cengiz Under akan mengisi sayap kanan yang berseberangan dengan Kenan Karaman di sayap satunya lagi. Under dan Karaman menjadi faktor yang memungkinkan Burak Yilmaz mencari ruang dan kesempatan menciptakan peluang dengan pasokan bola dan manuver mereka di kedua sisi badan Yilmaz.

Selanjutnya: Statistik penting kedua tim

​​​​​​​Statistik penting kedua tim

Swiss seri melawan Wales dan kalah 0-3 dalam dua pertandingan pertamanya, sedangkan Turki kalah 0-3 dari Italia dan kalah 0-2 melawan Wales

Turki memenangkan delapan dari 15 pertemuan sebelumnya dengan Swiss, sedangkan Swiss pernah menang empat kali.

Ini putaran final Euro kelima bagi Swiss. Tersisih pada fase grup 1996, 2004 dan 2008, mereka finis urutan kedua dalam Euro 2016 di belakang tuan rumah Prancis namun tersandung pada 16 besar setelah kalah adu penali melawan Polandia.

Catatan Swiss dalam 15 pertandingan putaran final Euro terdahulunya adalah menang 2 kali, seri 6 kali, kalah 7 kali.

Ini juga keikutsertaan keempat berturut-turut Swiss dalam sebuah turnamen besar setelah juga lolos ke putaran final 2014 dan 2018 dengan finis 16 besar dalam kedua yang terakhir.

Ini putaran final Euro kelima bagi Turki yang dimulai pada Euro 1996. Mereka mencapai perempatfinal Euro 2000 dan empat besar Euro 2008, namun tidak lolos pada 2004 dan 2012.

Catatan Turki dalam 17 pertandingan putaran final sampai sebelum laga melawan Swiss ini adalah 4 menang, 2 seri, 11 kalah.

Mencapai semifinal Euro 2008 untuk kemudian dikalahkan Jerman 3-2 adalah pencapaian terbesar Turki dalam turnamen besar. Turki juga mendapatkan perunggu Piala Dunia 2002 setelah mengalahkan Korea Selatan dalam perebutan tempat ketiga.(arm)

Tags: Euro 2020sepak bolaTimnas SwissTimnas Turki

Berita Terkait.

noc
Olahraga

ITTF Dukung Penuh Indonesia, Bali Kebagian Dua Turnamen WTT Youth 2027

Kamis, 5 November 2026 - 19:19
verdong
Olahraga

Calvin Verdonk Diganjar MOTM di Liga Champions, UEFA Ungkap Alasan Logis

Kamis, 5 November 2026 - 16:26
Menag Tantang PTKIN Lahirkan Ilmuwan Muslim Hebat, Hilirisasi Jadi Kunci
Olahraga

Pangsuma FC Bongkar Carut-marut Liga Futsal Nasional, FFI dan KFI Didesak Berbenah

Rabu, 4 November 2026 - 22:31
Comeback Dramatis, Persib Bungkam Victory Melbourne untuk Kunci Tiket 16 Besar
Olahraga

Comeback Dramatis, Persib Bungkam Victory Melbourne untuk Kunci Tiket 16 Besar

Rabu, 4 November 2026 - 18:41
Raja Sapta Oktohari
Olahraga

Cabor Bulutangkis dan Panjat Tebing Dicoret, NOC Indonesia Soroti SEA Games 2027

Rabu, 4 November 2026 - 17:31
noc
Olahraga

Diplomasi Olahraga Okto, Indonesia Incar World Skate Championships di Bali

Rabu, 4 November 2026 - 13:13

OLAHRAGA

noc
Olahraga

ITTF Dukung Penuh Indonesia, Bali Kebagian Dua Turnamen WTT Youth 2027

Editor Dilianto
Kamis, 5 November 2026 - 19:19

INDOPOSCO.ID - Diplomasi olahraga Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) mulai membuka peluang lebih besar bagi tenis meja nasional. Tak sekadar...

SelengkapnyaDetails
verdong

Calvin Verdonk Diganjar MOTM di Liga Champions, UEFA Ungkap Alasan Logis

Kamis, 5 November 2026 - 16:26
Menag Tantang PTKIN Lahirkan Ilmuwan Muslim Hebat, Hilirisasi Jadi Kunci

Pangsuma FC Bongkar Carut-marut Liga Futsal Nasional, FFI dan KFI Didesak Berbenah

Rabu, 4 November 2026 - 22:31
Comeback Dramatis, Persib Bungkam Victory Melbourne untuk Kunci Tiket 16 Besar

Comeback Dramatis, Persib Bungkam Victory Melbourne untuk Kunci Tiket 16 Besar

Rabu, 4 November 2026 - 18:41
Raja Sapta Oktohari

Cabor Bulutangkis dan Panjat Tebing Dicoret, NOC Indonesia Soroti SEA Games 2027

Rabu, 4 November 2026 - 17:31

BERITA POPULER

  • Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    3336 shares
    Share 1334 Tweet 834
  • Heboh Isu Jenderal Polisi Ditangkap terkait Penyadapan Prabowo, Polri Bilang Begini

    2306 shares
    Share 922 Tweet 577
  • Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an Berbuntut Panjang, MUI Layangkan 5 Tuntutan ke Polri

    1877 shares
    Share 751 Tweet 469
  • Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

    1157 shares
    Share 463 Tweet 289
  • Cabor Bulutangkis dan Panjat Tebing Dicoret, NOC Indonesia Soroti SEA Games 2027

    1139 shares
    Share 456 Tweet 285
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.