• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Harga Minyak Naik Tipis ke Level Tertinggi Dalam Dua Tahun, ini Pemicunya

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 11 Juni 2021 - 09:55
in Ekonomi
Ilustrasi - Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus terkerek 30 sen atau 0,4 persen, menjadi menetap di 72,52 dolar AS per barel, penutupan tertinggi sejak Mei 2019. Foto: Antara/Ho-SKK Migas

Ilustrasi - Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus terkerek 30 sen atau 0,4 persen, menjadi menetap di 72,52 dolar AS per barel, penutupan tertinggi sejak Mei 2019. Foto: Antara/Ho-SKK Migas

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Harga minyak naik tipis ke level tertinggi dalam lebih dari dua tahun dalam perdagangan yang bergejolak pada akhir transaksi Kamis (Jumat pagi WIB), di tengah optimisme permintaan ekonomi yang kuat setelah klaim pengangguran baru AS turun ke level terendah sejak gelombang pertama Covid-19 di negara itu tahun lalu.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus terkerek 30 sen atau 0,4 persen, menjadi menetap di 72,52 dolar AS per barel, penutupan tertinggi sejak Mei 2019, demikian dikutip dari Antara.

BacaJuga:

Bea Cukai Perkuat Asistensi UMKM, Dorong Pelaku Usaha Siap Tembus Pasar Ekspor

GDPS Kembali Kirim Tenaga Profesional untuk Proyek MRO di Korea Selatan

Ambisi Hijau vs Realitas Lapangan: Jalan Terjal Transisi Energi Indonesia

Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juli bertambah 33 sen atau 0,5 persen, menjadi berakhir di 70,29 dolar AS, penutupan tertinggi sejak Oktober 2018.

Pasar terguncang, sempat jatuh setelah laporan media menyatakan Amerika Serikat (AS) mencabut sanksi terhadap pejabat minyak Iran. Departemen Keuangan AS kemudian mengatakan telah menghapus sanksi terhadap tiga mantan pejabat Iran dan dua perusahaan yang sebelumnya terlibat dalam perdagangan produk petrokimia Iran.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa kegiatan itu “rutin” dan tidak terkait dengan pembicaraan dengan Iran mengenai menghidupkan kembali kesepakatan 2015 untuk membatasi pengembangan senjata nuklirnya.

Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun pekan lalu ke level terendah dalam hampir 15 bulan, sementara harga-harga konsumen meningkat kuat pada Mei karena cengkeraman pandemi pada ekonomi terus mereda.

“Data pengangguran dan tenaga kerja baru-baru ini yang diterbitkan di (Amerika Serikat) adalah tanda positif yang pasti bahwa pemulihan di negara itu semakin cepat,” Louise Dickson, analis di Rystad Energy, mengatakan.

“Lebih banyak aktivitas bisnis berarti lebih banyak konsumsi energi, dan ekonomi yang lebih baik merupakan prasyarat yang dibutuhkan untuk meningkatkan lalu lintas jalan dan udara.”

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) menyatakan permintaan minyak akan naik 6,6 persen atau 5,95 juta barel per hari (bph), tahun ini. Perkiraan bulanan itu tidak berubah untuk bulan kedua berturut-turut.

“Harga minyak masih perlahan naik. Prospek permintaan terus menguat dan pasokan tidak selalu mengikuti,” kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC di New York.

Namun, Kilduff mencatat bahwa pasar “memperkirakan dengan sempurna dalam kondisi relatif ketat,” dan mengatakan penurunan harga singkat pada tengah hari Kamis menunjukkan apa yang dapat terjadi jika Iran atau OPEC+ menambahkan lebih banyak barel ke pasokan global.

OPEC+ adalah aliansi antara OPEC dan produsen lain termasuk Rusia.

Analis mengatakan Iran dapat menyediakan sekitar 1 juta hingga 2 juta barel per hari (bph) dalam pasokan minyak tambahan jika kesepakatan tercapai dan sanksi dicabut. (arm)

Tags: Harga Minyakharga minyak duniaminyak

Berita Terkait.

Edukasi
Ekonomi

Bea Cukai Perkuat Asistensi UMKM, Dorong Pelaku Usaha Siap Tembus Pasar Ekspor

Jumat, 10 April 2026 - 18:30
MRO
Ekonomi

GDPS Kembali Kirim Tenaga Profesional untuk Proyek MRO di Korea Selatan

Jumat, 10 April 2026 - 18:00
Kapal-Nelayan
Ekonomi

Ambisi Hijau vs Realitas Lapangan: Jalan Terjal Transisi Energi Indonesia

Jumat, 10 April 2026 - 16:38
btn
Ekonomi

BTN Perkuat Peran, 6 Juta KPR Jadi Fondasi Ekonomi dan Sosial

Jumat, 10 April 2026 - 14:58
arkora
Ekonomi

Kinerja Melonjak, ARKO Perkuat Fondasi lewat Proyek dan Restrukturisasi

Jumat, 10 April 2026 - 12:12
sinarmas
Ekonomi

Menkes Sambut Positif Kerjasama Sinar Mas Land dan Bundamedik Kembangkan RS Standar Internasional

Jumat, 10 April 2026 - 12:02

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Jajan Sembarangan Berujung Operasi, Abew Alami Pembesaran Amandel Parah

    682 shares
    Share 273 Tweet 171
  • Jakarta Mati Lampu Massal, Operasional MRT Sempat Lumpuh Total

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.