• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Pengguna Rokok Elektrik Juga Lebih Berisiko Kena Covid-19

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 6 Juni 2021 - 07:31
in Gaya Hidup
indoposco

Dokumentasi - Seorang pria mengebulkan asap dari rokok elektronik sambil berjalan. (ANTARA/REUTERS/Andrew Kelly/File Photo)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Bukan cuma penghisap rokok konvensional, pengguna rokok elektronik juga punya risiko terkena COVID-19 lebih tinggi, kata dr. Feni Fitriani Taufik, SpP(K), M. Pd.Ked dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia.

Dalam webinar kesehatan, Sabtu, Feni mengemukakan survei daring pada Mei 2020 terhadap 4.351 orang usia 13-24 tahun menemukan bahwa diagnosis COVID-19 lima kali lebih mungkin pada pengguna rokok elektronik.

BacaJuga:

Oakwood Hotel & Apartments Taman Mini Jakarta Hadirkan Tipe Kamar Premier dan Studio Terbaru

Rayakan Hari Batik Nasional, Hotel GranDhika Iskandarsyah Jakarta Hadirkan Batik Week dan Promo Oktober

Teknologi MRI 3 Tesla Jadi Andalan Baru untuk Diagnosis Kasus Kompleks

“Tujuh kali lebih mungkin pada dual user (rokok konvensional dan elektronik) dan 6,8 lebih mungkin pada pengguna dual user selama 30 hari terakhir, serta gejala terlihat hampir lima kali lebih banyak pada pengguna dual user selama 30 hari terakhir,” jelas dia seperti dikutip Antara, Sabtu (5/6/2021).

Dia pun memaparkan alasan mengapa rokok elektronik bisa meningkatkan risiko terkena COVID-19. Pertama, rokok elektronik dapat merusak paru dan mengganggu sistem imunitas. Ketika paru rusak dan imunitas turun, individu bakal lebih rentan dan lebih mudah terserang virus. Selain itu, aerosol dari rokok elektronik bisa berupa doplet yang mengandung virus.

Perilaku seorang pengguna rokok elektronik juga berisiko, di mana ada kontak dari tangan ke mulut berulang-ulang untuk menghisap rokok elektronik. COVID-19 bisa tersebar lewat percikan, seseorang bisa tertular jika menyentuh permukaan benda yang terkena percikan, kemudian memegang mata, hidung atau mulut. Ketika merokok, individu harus membuka masker agar bisa menghembuskan asap, sehingga risiko tertular juga lebih besar.

Dalam webinar tersebut, dia mengemukakan mitos dan fakta dari rokok elektronik yang biasanya dikonsumsi oleh anak muda. Dia membantah anggapan bahwa rokok elektronik merupakan alat bantu untuk berhenti merokok.

Ada rokok elektronik yang mengandung nikotin, yang dipakai adalah garam nikotin yang memungkinkan penghirupan dosis nikotin lebih tinggi. Satu mini pod nikotin pada rokok elektronik sama dengan 20 rokok konvensional.

Nikotin pada rokok elektronik juga bisa menyebabkan ketergantungan. Dia mengingatkan, Organisasi Kesehatan Dunia menegaskan rokok elektronik berpotensi jadi pintu gerbang remaja menggunakan rokok konvensional dan narkoba. Kehadiran rokok elektronik menyebabkan perilaku merokok di masyarakat jadi sesuatu yang normal.

Dia memaparkan, rokok elektronik memang menarik hati generasi muda karena tampilan, alat hingga rasanya. Namun, pengguna rokok elektronik justru cenderung bisa menggunakan rokok konvensional kelak.

“Dari penelitian, pengguna rokok elektronik selama sebulan, kemungkinan 7 kali lebih besar merokok konvensional di masa depan. Ujung-ujungnya jadi perokok juga,” katanya.

Zat yang terkandung dalam larutan rokok elektronik antara lain nikotin, propilen glikol, dietilen glikol, gliserol dan perisa. Inilah yang membuat rokok elektronik menarik bagi anak muda karena punya varian rasa beragam, dan mereka pula yang disasar oleh produsen rokok elektronik. Menurut WHO, ada sekitar 8000 jenis perisa.

“Aslinya bahan-bahan ini yang biasa dimasukkan untuk makanan, tapi begitu dimasukkan sebagai perisa pada rokok elektronik itu juga berbahaya bagi saluran napas kita.”

Kandungan-kandungan dalam cairan rokok elektronik berdampak buruk terhadap kesehatan, seperti nikotin yang menimbulkan kecanduan, juga zat-zat lain yang bisa mengiritasi saluran napas dan paru, peradangan pada paru, jantung, sistemik, kerusakan sel, dan karsinogen.

Dia menyimpulkan, rokok elektronik juga berbahaya untuk kesehatan.

“Jangan mulai merokok karena Anda tidak tahu kapan bisa berhenti. Berhenti merokok apa pun jenisnya merupakan pilihan terbaik demi kesehatan jangka panjang,” tutup dia. (bro)

Tags: covid-19kesehatanRokok Elektrik

Berita Terkait.

hotel
Gaya Hidup

Oakwood Hotel & Apartments Taman Mini Jakarta Hadirkan Tipe Kamar Premier dan Studio Terbaru

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:05
batik
Gaya Hidup

Rayakan Hari Batik Nasional, Hotel GranDhika Iskandarsyah Jakarta Hadirkan Batik Week dan Promo Oktober

Jumat, 9 Oktober 2026 - 00:30
mri
Gaya Hidup

Teknologi MRI 3 Tesla Jadi Andalan Baru untuk Diagnosis Kasus Kompleks

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:42
diy
Gaya Hidup

2 Seniman Lokal Sabet Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:13
Dorong Fleksibilitas Produksi, Epson Perkenalkan Printer UV Flatbed SureColor V4000
Gaya Hidup

Dorong Fleksibilitas Produksi, Epson Perkenalkan Printer UV Flatbed SureColor V4000

Kamis, 8 Oktober 2026 - 04:44
shopee
Gaya Hidup

Momen 10.10, ShopeePay Siapkan Beragam Promo untuk Kebutuhan Sehari-hari

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:26

OLAHRAGA

forki
Olahraga

Bekal Juara di Vietnam, Hadi Tjahjanto Optimistis Timnas Karate Bidik 6 Emas di Polandia

Editor Ali Rachman
Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:09

INDOPOSCO.ID - Ketua Umum Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Hadi Tjahjanto optimistis kontingen karate Indonesia meraih hasil positif dalam Kejuaraan...

SelengkapnyaDetails
PB FORKI Berangkatkan 11 Atlet Karate Indonesia ke Kejuaraan Dunia di Polandia

PB FORKI Berangkatkan 11 Atlet Karate Indonesia ke Kejuaraan Dunia di Polandia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07
bri

Jelang MotoGP Mandalika, BRI Latih 500 Volunteer Kelola Sampah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:19
Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid

Sentuhan Magis Pertamina di Bandara Lombok: Antarkan Semarak MotoGP Langsung Saat Mendarat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:23
novendra

Novendra Priasmoro Berjaya, Percasi DKI Siapkan Skuad Terbaik untuk Kejurnas 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:13

BERITA POPULER

  • Todotua

    Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2715 shares
    Share 1086 Tweet 679
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    1212 shares
    Share 485 Tweet 303
  • Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    1035 shares
    Share 414 Tweet 259
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    981 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Firli Bahuri Raih Doktor, Tawarkan Model Baru Penyelesaian Konflik Sosial

    976 shares
    Share 390 Tweet 244
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.