• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Laporkan Dugaan Korupsi, Koordinator JPMI Dilaporkan ke Polisi

Redaksi Editor Redaksi
Sabtu, 1 Mei 2021 - 20:41
in Nusantara
indoposco

Ormas GNPK-RI laporkan koordinator JPMI ke Bareskrim

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pelaporan Gubernur Banten ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan keterlibatan dalam kasus pemotongan dana hibah Pondok Pesantren (Ponpes), dilaporkan balik kepada pihak Kepolisian.

Jaringan Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (JPMI) dinilai telah menebar fitnah kepada Gubernur Banten Wahidin Halim yang dituding turut andil dalam kasus dugaan penyunatan bantuan hibah oleh Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI) Provinsi Banten dan Banten Law Society (BLS).

BacaJuga:

Korban Meninggal Gempa M 7,7 NTT Bertambah Jadi 78 Orang

CGK Tembus Separoh Penduduk Banten, Wamenkes Apresiasi Andra Soni

KITE Pembebasan Dorong Investasi Produsen Sarung Tangan Semarang Meningkat Pesat

Ketua Perwakilan Wilayah (PW) GNPK- RI Banten Sudarmanto mengaku telah melaporkan JPMI kepada Bareskrim Mabes Polri. Laporan itu atas dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan JPMI dengan menuding Gubernur Banten Wahidin Halim terlibat aktif dalam kasus korupsi hibah Ponpes.

“Kami melaporkan saudara DI dari pihak JPMI karena diduga telah mengundang kegaduhan di lingkungan masyarakat Banten atas dugaan fitnah terhadap Gubernur Banten Wahidin Halim,” katanya kepada media, Sabtu (1/5/2021).

Ia menuturkan, laporan itu murni sebagai rakyat Banten tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun termasuk dari Gubernur Banten Wahidin Halim.

Terpisah, Ketua Banten Law Society (BLS) Humaedi mengatakan, bahwa laporan JPMI ke KPK sangatlah keliru. Mengingat, Gubernur Banten mendukung penuh pemberantasan korupsi di Banten.

“Saya menilai laporan JPMI ke KPK itu sangat keliru dan salah kaprah, padahal Gubernur Banten adalah pihak pelapor dalam kasus hibah Ponpes, bagaimana bisa ia dilaporkan,” ujarnya.

Pihaknya mendorong agar Polda Banten menindak tegas dugaan ujaran kebencian yang dilakukan oleh JPMI.

“Atas tindakan yang dilakukan oleh pihak JPMI sudah mencemarkan nama baik Gubernur Banten, pihak BLC mendorong Polda Banten menindak tegas pihak JPMI yang telah mencoreng nama baik Gubernur Banten,” ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator JPMI Deni Iskandar mengaku aneh dengan laporan terhadap dirinya. Menurutnya, tindakannya yang ingin mengungkap kasus korupsi di Banten, malah diserang dengan dilaporkan ke Kepolisian.

“Saya juga aneh kenapa dilaporin ke polisi. Padahal saya laporin gubernur dengan bukti yang ada, kajian sudah dilakukan. Saya belum paham banyak yang menyerang saya secara pribadi, sampai yang terbaru ke Bareskrim atas tuduhan pencemaran nama baik, itu aneh. Saya nggak ngerti maksudnya,” katanya.

Atas kondisi itu, pihaknya menilai Gubernur Banten seolah tidak boleh dikritik. Menurutnya, pelaporan kasus hibah Ponpes dilaporkannya kepada KPK semata-mata rasa prihatin dana untuk pembangunan Ponpes masih dikorupsi oleh sejumlah oknum.

Berdasarkan kajiannya, Deni yakin ada aktor besar yang menjadi dalang dari kasus pemotongan dana hibah Ponpes. Maka, rasanya perlu KPK turun tangan untuk menginvestigasi dan mengusut tuntas kasus tersebut.

“Saya yakin yang ditangkap itu yang kecil-kecilnya. Saya yakin 100 persen dengan keyakinan saya, ini ada dalangnya. Itu yang harus ditangkap. Kenapa saya laporin Wahidin, Sekda, Kepala BPKAD karena dasar saya kuat. Gubernur penanggung jawab anggaran, Sekda juga punya wewenang asesment dan TAPD serta Kepala BPKAD. Artinya di sinilah keterlibatannya, ini yang harus dikaji KPK, bukan pencemaran nama baik,” jelasnya. (son)

Tags: BLSGNPK-RI Provinsi BantenJPMI

Berita Terkait.

gempa
Nusantara

Korban Meninggal Gempa M 7,7 NTT Bertambah Jadi 78 Orang

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:19
soni
Nusantara

CGK Tembus Separoh Penduduk Banten, Wamenkes Apresiasi Andra Soni

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:23
Fasilitas-KITE
Nusantara

KITE Pembebasan Dorong Investasi Produsen Sarung Tangan Semarang Meningkat Pesat

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:26
Warga
Nusantara

Waspada Gempa Susulan 3 Minggu, Warga NTT Diminta Tak Panik Berlebihan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:44
Gempa-Manggarai
Nusantara

Gempa Susulan Dangkal M 4,5 Kembali Hantam Manggarai di NTT Pagi Ini

Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:57
Rokok-Ilegal
Nusantara

Bea Cukai Palangkaraya Gagalkan Pengangkutan 1,87 Juta Batang Rokok Ilegal di Pelabuhan Bahaur

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:00

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.