• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Senator AS Minta Biden Beri Sanksi Lebih untuk Junta Myanmar

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 28 April 2021 - 13:53
in Internasional
Seorang pendemo membuat salam tiga jari pada aksi protes mengecam kudeta militer di Myanmar, di Monumen Washington, di Washington, Amerika Serikat, Sabtu (10/4/2021). Foto: Antara/REUTERS/Tom Brenner/RWA/djo

Seorang pendemo membuat salam tiga jari pada aksi protes mengecam kudeta militer di Myanmar, di Monumen Washington, di Washington, Amerika Serikat, Sabtu (10/4/2021). Foto: Antara/REUTERS/Tom Brenner/RWA/djo

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sekelompok senator bipartisan Amerika Serikat pada Selasa (27/4/2021) mendesak pemerintahan Presiden Joe Biden untuk menjatuhkan lebih banyak sanksi terhadap junta militer di Myanmar.

Sanksi yang diminta senator AS ditujukan kepada junta Myanmar termasuk menekan pendapatan untuk sebuah perusahaan energi negara itu, sebagai tanggapan atas kudeta dan tindakan keras terhadap pengunjuk rasa.

BacaJuga:

Iran Tegaskan Selat Hormuz Terbuka bagi Navigasi Internasional, Ini Ketentuannya

Hampir 90.000 Botol Ibuprofen Anak Ditarik dari Peredaran di AS

Anggota  DPR Dukung Penundaan Pengiriman Pasukan ke Gaza: PBB Jadi Jalur Paling Tepat

Seperti dilansir Antara, seoran senator dari partai Demokrat Jeff Merkley dan dari partai Republik Marco Rubio serta empat senator lainnya dalam sebuah surat mendesak Menteri Luar Negeri Antony Blinken dan Menteri Keuangan Janet Yellen untuk “mencari cara baru untuk mendukung rakyat Myanmar dalam perjuangan berkelanjutan mereka untuk demokrasi saat menghadapi meningkatnya aksi kejahatan terhadap kemanusiaan”.

Mereka ingin pemerintahan Biden menghentikan royalti yang mengalir dari bisnis termasuk dari perusahaan energi utama AS Chevron Corp ke Perusahaan Minyak dan Gas Myanmar (MOGE), yakni sebuah badan di dalam kementerian energi negara itu.

MOGE memberikan dukungan keuangan kepada para pemimpin militer, termasuk Jenderal Min Aung Hlaing, yang sudah berada di bawah sanksi AS.

MOGE adalah mitra di Yadana, yakni ladang gas alam di mana Chevron memiliki 28,3 persen saham.

Kelompok hak asasi manusia telah mendesak perusahaan energi termasuk Chevron dan Total untuk memutuskan hubungan dengan Myanmar setelah militer menggulingkan pemerintah Aung San Suu Kyi yang terpilih secara demokratis pada 1 Februari. Militer Myanmar juga menahan Suu Kyi dan menindak para pengunjuk rasa. Lebih dari 750 orang telah terbunuh.

Pendapatan gas dari usaha patungan yang melibatkan perusahaan seperti Total dan Chevron adalah sumber pendapatan devisa tunggal paling signifikan bagi pemerintah Myanmar, yakni menghasilkan pembayaran tunai sekitar 1,1 miliar dolar AS (sekitar Rp15,96 triliun) per tahun, kata para senator AS itu.

Mereka juga mengusulkan agar bisnis-bisnis yang membayar pendapatan untuk MOGE membentuk suatu perwalian dana yang akan diadakan sampai Myanmar memiliki pemerintah yang dipilih secara demokratis atau pendapatan itu digunakan untuk tujuan kemanusiaan, menurut surat dari para senator AS yang salinannya dilihat oleh Reuters.

Seorang perwakilan Chevron mengatakan setiap pengalihan pendapatan atau pajak yang terutang kepada MOGE ke sebuah rekening escrow “dapat dianggap sebagai pelanggaran kontrak dan berpotensi menempatkan karyawan dari mitra usaha patungan pada risiko tuntutan pidana yang tidak semestinya.”

Escrow adalah pengaturan kontrak di mana pihak ketiga menerima dan mencairkan uang atau properti untuk pihak utama yang bertransaksi, dengan pencairan bergantung pada kondisi yang disepakati oleh pihak yang bertransaksi.

Perusahaan minyak Total tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters. Departemen Luar Negeri dan Departemen Keuangan AS juga tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Chevron membayar sekitar 50 juta dolar AS ke Myanmar antara 2014 dan 2018, menurut Extractive Industries Transparency Initiative, yang berupaya meningkatkan transparansi dalam bisnis internasional. (bro)

Tags: Junta MyanmarSenator AS

Berita Terkait.

Iran Tegaskan Selat Hormuz Terbuka bagi Navigasi Internasional, Ini Ketentuannya
Internasional

Iran Tegaskan Selat Hormuz Terbuka bagi Navigasi Internasional, Ini Ketentuannya

Sabtu, 21 Maret 2026 - 19:35
Hampir 90.000 Botol Ibuprofen Anak Ditarik dari Peredaran di AS
Internasional

Hampir 90.000 Botol Ibuprofen Anak Ditarik dari Peredaran di AS

Sabtu, 21 Maret 2026 - 19:01
Anggota  DPR Dukung Penundaan Pengiriman Pasukan ke Gaza: PBB Jadi Jalur Paling Tepat
Internasional

Anggota  DPR Dukung Penundaan Pengiriman Pasukan ke Gaza: PBB Jadi Jalur Paling Tepat

Sabtu, 21 Maret 2026 - 17:33
Ketua Parlemen Iran: Rontoknya F-35 Adalah Runtuhnya Simbol Kesombongan Militer AS
Internasional

Ketua Parlemen Iran: Rontoknya F-35 Adalah Runtuhnya Simbol Kesombongan Militer AS

Jumat, 20 Maret 2026 - 23:05
Ketegangan Memuncak, UE Minta Israel Hentikan Serangan ke Lebanon
Internasional

Ketegangan Memuncak, UE Minta Israel Hentikan Serangan ke Lebanon

Jumat, 20 Maret 2026 - 22:06
Kompak, Putin dan Trump Sampaikan Selamat Idulfitri 2026 untuk Umat Muslim
Internasional

Kompak, Putin dan Trump Sampaikan Selamat Idulfitri 2026 untuk Umat Muslim

Jumat, 20 Maret 2026 - 20:08

BERITA POPULER

  • Yuniar

    BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2654 shares
    Share 1062 Tweet 664
  • Dukung Kenyamanan Ibadah, Alfamidi-Unilever Kembali Bersihkan Ratusan Masjid di Indonesia

    828 shares
    Share 331 Tweet 207
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    785 shares
    Share 314 Tweet 196
  • Dinilai Sakit Jiwa Fans ENHYPEN Dikecam karena Rencana Aksi Gangguan Terkait Hengkangnya Heeseung

    807 shares
    Share 323 Tweet 202
  • Oknum TNI Ditangkap Usai Diduga Jual Senjata Organik ke Papua Nugini

    712 shares
    Share 285 Tweet 178
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.