• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Koalisi Partai Islam Harus Tanggalkan Ego

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 22 April 2021 - 13:51
in Nasional
indoposco Koalisi Partai Islam

Ilustrasi Partai Islam

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pengamat Komunikasi Politik M. Jamiluddin Ritonga mengatakan, munculnya gagasan koalisi partai Islam mendapat respon baik dari masyarakat. Namun terwujudnya gagasan tersebut, menurutnya, tidak mudah.

“Sejarah sudah membuktikan, partai Islam di Indonesia sulit bersatu. Partai Masyumi di era Orde Baru mengindikasikan hal itu,” ujar Jamiluddin Ritonga melalui gawai, Kamis (22/4/2021).

BacaJuga:

Wamenkop Tekankan Pentingnya Koordinasi dan Komunikasi Bersama dengan Agrinas di Ruang Publik

Dianugerahi Doktor Honoris Causa KMOU, Ini Pesan Ketua DPD RI 

ASN WFH Setiap Jumat, Pemerintah Terapkan Penyesuaian Budaya Kerja Nasional

Ia mengatakan, untuk kondisi saat ini, koalisi PPP dan PKS tampaknya tak ada masalah. Selama hubungan kedua partai tersebut pada umumnya berjalan baik.

PBB memang antusias mendukung koalisi partai Islam. Namun, kemungkinan padunya Yusril Izha Mahendra dengan Muhaimin juga masih tanda tanya.

“Hubungan PKB dan PKS selama ini tampak tidak baik. Bahkan hubungan kedua partai ini ibarat air dan minyak yang sulit dipersatukan,” katanya.

Partai Islam PAN, dikatakan dia sudah menyatakan tidak tertarik ikut dalam koalisi tersebut. Padahal selama ini hubungan PAN dengan PKS dan PPP relatif baik. Sementara Partai Ummat yang dimotori Amien Rais juga menyambut dingin gagasan koalisi partai Islam.

“Petanya hubungan antar partai Islam tampak demikian. Kecenderungan ini memang membuat pesimis terbentuk koalisi partai Islam pada Pilpres 2024 nanti,” ungkapnya.

Namun demikian, menurutnya, peluang terbentuknya koalisi partai Islam masih terbuka. Selama PKB, PKS, dan PPP solid. Tentu soliditas tiga partai tersebut dapat terjaga, apabila PKB tidak terlalu dominan, khususnya dalam menentukan calon presiden (Capres).

“Kalau Muhaimin tidak memaksakan diri mengajukan capres, maka PKS kemungkinan akan rela berkoalisi. Sebab, PKS kelihatan lebih memilih mengusung Anies Baswedan pada Pilpres 2024,” ucapnya.

Ia menegaskan, ada kemungkinan PKS dapat menerima Muhaimin menjadi cawapres. Kalau pilihan ini diterima PKB, maka peluang koalisi Partai Islam masih terbuka.

“Kalau koalisi partai Islam hanya PKB, PKS, PPP, dan PBB, maka peluang Anies-Muhaimin untuk menang pada Pilpres 2024 tampaknya masih berat,” ungkapnya.

Kalkulasi itu, masih ujar Jamiluddin, didasari dari kemungkinan munculnya pasangan capres dan cawapres dari partai nasionalis yang elektabilitasnya lebih baik. Katakan muncul koalisi PDIP dan Gerindra, yang mengusung Prabowo – Ganjar atau Prabowo – Puan.

“Semua itu sebaiknya harus diperhitungkan sebelum memastikan pasangan Anies – Muhaimin sebagai kandidat pada Pilpres 2024. Koalisi partai Islam sebaiknya menanggalkan ego partai dengan mencari pasangan Anies yang tangguh sehingga dapat bersaing dengan kompetitor dari partai nasionalis,” ujarnya. (nas)

Tags: koalisi partaiKoalisi Partai IslamPartai Islam

Berita Terkait.

Kementerian ATR/BPN Dukung Swasembada Pangan Lewat Penguatan Kebijakan LBS, LP2B, dan LSD
Nasional

Wamenkop Tekankan Pentingnya Koordinasi dan Komunikasi Bersama dengan Agrinas di Ruang Publik

Rabu, 1 April 2026 - 18:02
Kementerian ATR/BPN Dukung Swasembada Pangan Lewat Penguatan Kebijakan LBS, LP2B, dan LSD
Nasional

Dianugerahi Doktor Honoris Causa KMOU, Ini Pesan Ketua DPD RI 

Rabu, 1 April 2026 - 17:41
Kementerian ATR/BPN Dukung Swasembada Pangan Lewat Penguatan Kebijakan LBS, LP2B, dan LSD
Nasional

ASN WFH Setiap Jumat, Pemerintah Terapkan Penyesuaian Budaya Kerja Nasional

Rabu, 1 April 2026 - 17:01
Kementerian ATR/BPN Dukung Swasembada Pangan Lewat Penguatan Kebijakan LBS, LP2B, dan LSD
Nasional

Kementerian ATR/BPN Dukung Swasembada Pangan Lewat Penguatan Kebijakan LBS, LP2B, dan LSD

Rabu, 1 April 2026 - 16:31
bc4
Nasional

Ekspor Perdana MMEA, dari Bali Tembus Pasar Internasional

Rabu, 1 April 2026 - 16:16
untar
Nasional

Menjelajahi Ide Baru Mahasiswa DKV Untar dalam Pameran “Novus”

Rabu, 1 April 2026 - 15:15

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1240 shares
    Share 496 Tweet 310
  • Warga Aceh Dikeroyok di Polda Metro Jaya, DPD RI: Ini Tamparan Keras bagi Penegakan Hukum

    1078 shares
    Share 431 Tweet 270
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    953 shares
    Share 381 Tweet 238
  • Kemnaker: Ratusan Aduan Pelanggaran THR, 173 Kasus Sudah Selesai dan 1.400-an Berproses

    898 shares
    Share 359 Tweet 225
  • DPR Minta OJK yang Baru Segera Tangani Kasus Dana Syariah Rp2,47 Triliun

    792 shares
    Share 317 Tweet 198
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.