• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Pembunuh di FedEx Indianapolis Pernah Sakit Jiwa

Redaksi Editor Redaksi
Sabtu, 17 April 2021 - 09:27
in Headline
indoposco

Polisi terlihat di jalan setelah insiden penembakan di fasilitas FedEx di Indianapolis, Indiana, AS 16 April 2021, dalam gambar diam yang diambil dari sebuah video. ANTARA/Kevin Powell / Indy First Alert / via REUTERS/pri. (via REUTERS/KEVIN POWELL/INDY FIRST ALERT)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pria bersenjata yang melepaskan tembakan di lokasi FedEx di Indianapolis, yang menewaskan delapan pekerja, kemudian diri sendiri, adalah mantan karyawan berusia 19 tahun dengan riwayat penyakit mental yang menyebabkan penahanannya oleh penegak hukum tahun lalu, kata pejabat polisi dan FBI pada Jumat (16/4).

Empat anggota agama Sikh – tiga wanita dan seorang pria – termasuk di antara yang tewas dalam amukan senjata pada Kamis (15/4) malam, menurut seorang pemimpin lokal komunitas Sikh yang mengatakan bahwa dia telah diberi pengarahan oleh keluarga para korban.

BacaJuga:

Film The Longest Wait Pukau Erick Thohir, Ungkap Kesan di Balik Kisah Pengorbanan Skuad Garuda

Bahlil Pastikan Kontrak Ekspor Gas 2026 Aman, Siapkan Pengamanan untuk 2027

Tanda Tangan Massal, Peserta Aksi Desak Pemerintah Tetapkan Karhutla Bencana Nasional

Petugas penegak hukum mengatakan mereka belum segera menentukan apakah kebencian rasial atau etnis berada di balik pembunuhan itu.

Insiden – yang terbaru dalam serentetan setidaknya tujuh penembakan masal yang mematikan di Amerika Serikat selama sebulan terakhir – terjadi di pusat operasi FedEx dekat Bandara Internasional Indianapolis setelah pukul 11 malam waktu setempat, kata polisi.

Itu hanya berlangsung beberapa menit dan berakhir pada saat polisi mendatangi tempat kejadian, Craig McCartt, wakil kepala departemen kepolisian Indianapolis, mengatakan pada jumpa pers pada Jumat.

Para saksi menggambarkan serangan yang membabi buta, ketika pria bersenjata itu melepaskan tembakan dengan senapan di tempat parkir sebelum memasuki fasilitas dan terus menembak, meninggalkan korban baik di dalam maupun di luar gedung. Petugas menemukan tersangka tewas karena luka tembak yang diduga dilakukan sendiri.

Seorang juru bicara dan polisi FedEx mengidentifikasi pria bersenjata itu sebagai Brandon Hole, mantan karyawan di fasilitas tersebut. McCartt mengatakan kepada wartawan bahwa tersangka diyakini terakhir bekerja di pabrik itu pada musim gugur 2020.

Ditanya apa yang membawanya kembali ke fasilitas itu pada Kamis malam, McCartt menjawab: “Saya harap saya bisa menjawabnya.”

‘Bunuh Diri oleh Polisi’

FBI mengatakan tersangka telah ditempatkan di bawah penahanan kesehatan mental sementara oleh polisi Indianapolis pada Maret 2020 setelah ibunya menghubungi penegak hukum untuk melaporkan dia mungkin mencoba melakukan “bunuh diri oleh polisi” (bunuh diri dengan metode melakukan hal-hal yang mengancam agar dibunuh polisi).

Sebuah senapan disita dari kediamannya saat itu, dan berdasarkan “barang yang diamati di kamar tersangka pada saat itu,” dia diwawancarai oleh FBI pada April 2020, Agen Khusus FBI Indianapolis yang Bertanggung Jawab Paul Keenan mengatakan dalam sebuah pernyataan.

“Tidak ada ideologi ekstremisme kekerasan bermotif rasial” yang diidentifikasi selama penilaian itu, dan tidak ada pelanggaran kriminal yang ditemukan, tetapi senapan itu tidak dikembalikan kepada tersangka, kata Keenan.

Pembantaian itu adalah yang terbaru dari serangkaian penembakan massal di AS yang kembali mendorong masalah kekerasan senjata ke panggung politik.

Indianapolis – ibu kota negara bagian Indiana Midwestern – sendiri telah menyaksikan dua penembakan massal tahun ini. Pada Januari, polisi mengatakan seorang remaja menembak dan membunuh empat anggota keluarga dan seorang wanita hamil.

Kekerasan senjata Kamis di pusat FedEx adalah penembakan massal kedua dalam beberapa pekan terakhir yang menargetkan tempat kerja yang mempekerjakan banyak orang keturunan Asia.

Tidak ada korban di Indianapolis yang diidentifikasi secara resmi. Tetapi orang Sikh, yang agamanya berasal dari wilayah Punjab di anak benua India, menyumbang empat dari mereka yang terbunuh dan setidaknya satu terluka, menurut Gurinder Singh Khalsa, seorang pengusaha dan pemimpin komunitas Sikh setempat.

Singh Khalsa mengatakan mayoritas karyawan di situs FedEx adalah Sikh.

Koalisi Sikh yang berbasis di New York, yang menggambarkan dirinya sebagai organisasi hak-hak sipil Sikh terbesar di Amerika Serikat, mengatakan pihaknya mengharapkan pihak berwenang untuk “melakukan penyelidikan penuh termasuk kemungkinan bias sebagai faktor. ”

Direktur eksekutif koalisi, Satjeet Kaur, mengatakan lebih dari 8.000 Sikh-Amerika tinggal di Indiana.

Lonjakan penembakan massal baru-baru ini di AS dimulai pada 16 Maret ketika seorang pria bersenjata menembak mati delapan orang, termasuk enam wanita Asia, di tiga salon spa di area Atlanta sebelum dia ditangkap.

Penembakan itu meningkatkan ketegangan yang sudah timbul karena meningkatnya kejahatan rasial dan diskriminasi yang ditujukan pada orang Asia-Amerika dalam beberapa tahun terakhir, sebagian dipicu oleh retorika rasial tentang asal mula pandemi virus corona di China.

‘Noda watak kamiI’

Bereaksi terhadap tragedi terbaru, Presiden AS Joe Biden memerintahkan staf menurunkan bendera setengah tiang dan mengulangi seruannya kepada Kongres untuk memberlakukan pembatasan senjata yang lebih ketat.

“Terlalu banyak orang Amerika yang meninggal setiap hari karena kekerasan senjata,” katanya. “Itu menodai karakter kami dan menusuk jiwa bangsa kami.”

Awal bulan ini, Biden mengumumkan langkah-langkah terbatas untuk mengatasi kekerasan senjata yang mencakup tindakan keras terhadap “senjata siluman” yang dirakit sendiri. Tetapi tindakan yang lebih ketat menghadapi perjuangan berat di Kongres yang terpecah, di mana anggota parlemen Republik telah lama menentang batasan senjata baru.

Ada 147 penembakan massal pada tahun 2021, yang didefinisikan sebagai insiden di mana setidaknya empat orang ditembak, menurut Arsip Kekerasan Senjata, sebuah situs web nirlaba yang melacak insiden terkait senjata api. (bro)

Tags: IndianapolisPenembakanPenembakan di Fedex

Berita Terkait.

tohir
Headline

Film The Longest Wait Pukau Erick Thohir, Ungkap Kesan di Balik Kisah Pengorbanan Skuad Garuda

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:43
bahlil
Headline

Bahlil Pastikan Kontrak Ekspor Gas 2026 Aman, Siapkan Pengamanan untuk 2027

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:07
ttd
Headline

Tanda Tangan Massal, Peserta Aksi Desak Pemerintah Tetapkan Karhutla Bencana Nasional

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:18
Jakarta Kucurkan Rp4,67 Miliar Bantuan Tebus Ijazah untuk 2.810 Warga
Headline

Pengamanan Demo Sumpah Pemuda, Kapolri Dorong Penggunaan Body Cam

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:25
BNPB dan Malaysia Kaji Tawaran Bantuan Operasional dan Teknologi Penanganan Karhutla
Headline

BNPB dan Malaysia Kaji Tawaran Bantuan Operasional dan Teknologi Penanganan Karhutla

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:18
Oakwood Premier Cozmo Jakarta Hadirkan Pasar Keliling Signature Bazaar, Angkat Karya Pengrajin Lokal
Headline

Komdigi Akui Takedown Konten Demo Agustus 2026, Serahkan Penjelasan ke Meta

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:40

OLAHRAGA

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting
Olahraga

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:13

INDOPOSCO.ID – Persaingan Super League 2026/2027 semakin memanas. Memasuki pekan kedelapan, sejumlah duel menarik siap tersaji pada 30 Oktober hingga...

SelengkapnyaDetails
Wamendagri Tegaskan Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama Kepemimpinan Kepala Daerah

Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:57
catur

Borong 17 Medali, Percasi DKI Jakarta Kembali Rajai Kejurnas Catur 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:43
timnas

Laga Indonesia Vs Yordania Terancam Batal, Erick Thohir Beber Kekhawatiran PSSI

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:22
liverpool

Liverpool vs Chelsea: Iraola Isyaratkan Rotasi, The Reds Siap Tempur

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:27

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5154 shares
    Share 2062 Tweet 1289
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1266 shares
    Share 506 Tweet 317
  • Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

    1114 shares
    Share 446 Tweet 279
  • Lahan Perhutanan Sosial Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani

    988 shares
    Share 395 Tweet 247
  • Gempa Bumi Dangkal Getarkan Aceh Tenggara, BMKG: Kedalaman Hiposenter 3 Km

    942 shares
    Share 377 Tweet 236
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.