• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

PPK Akui Penanganan Jalan Nasional Ibarat Tambal Baju Robek

Redaksi Editor Redaksi
Senin, 5 April 2021 - 22:21
in Nusantara
Kondisi jalan nasional di Kabupaten Lebak, Banten.

Kondisi jalan nasional di Kabupaten Lebak, Banten.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kerusakan jalan nasional yang baru saja diperbaiki di Kabupaten Lebak sepanjang jalan Cikande-Rangkasbitung (Cirabit) dan sepanjang jalan Pandeglang-Rangkasbitung-Cigelung menjadi tanggungjawab Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) 1 Banten Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Hal ini mendapat sorotan dari berbagai kalangan karena menganggap perbaikan atau preservasi jalan yang dilakukan terkesan mubazir dan menghamburkan keuangan negara.

BacaJuga:

Bea Cukai dan Kejari Semarang Musnahkan Barang Ilegal Hasil 100 Perkara

KAMI Idea Indonesia bersama Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan Dapur Umum Paket Alat Ibadah untuk Penyintas Banjir Aceh

Penindakan 160 Ribu Batang Rokok Ilegal dalam Minibus di Malang

“Pekerjaan rutin dan long segmen yang dilakukan oleh Satker PJN 1 jalan Nasional di Banten, jelas penghamburan uang negara,karena pekerjaan yang dilakukan terkesan asal asal dan tidak berkualitas,” ujar Ketua Umum DPP Badak Banten Perjuangan, Eli Sahroni kepada INDOPOSCO, Senin (5/4/2021).

Padahal, menurut Eli, pada Anggaran 2020 Kementerian PUPR melalui PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) PJN 1 Banten mengalokasikan anggaran Rp49 miliar untuk kegiatan Preservasi Jalan Pandeglang-Rangkasbitung-Cigelung, dilaksanakan oleh Kontraktor PT. KISS.

Di Tahun Anggaran 2021, kegiatan preservasi jalan itu kembali dianggarkan dengan pagu sebesar Rp18 miliar lebih dan dilaksanakan oleh Kontraktor PT LPR. “Jika dihitung dari umur jalan sangat tidak realistis, baru setahun dibangun, kondisinya sudah rusak, dan malah dianggarkan kembali,” ungkapnya.

Tidak berkualitasnya penananganan jalan nasional di wilayah Kabupaten Lebak dan Serang juga diakui oleh Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provindi Banten Mulyadi Jayabaya. “Pihak terkait,seperti kepala balai harus turun ke lapangan mengecek hasil pekerjaan.Jangan hanya menerima laporan dari PPK dan kepala Satker,” ujar mantan Bupati Lebak dua periode yang akrab disapa JB ini.

Menurut JB, ada dugaan pelaksanaan pengerjaan jalan bukan dilaksanakan oleh kontraktor yang memenangkan tender namun dikerjakan oleh PPK. JB mengibaratkan sebagai pemain sekaligus menjadi wasit patut diduga yang melaksankan pekerjaan adalah PPK,” cetusnya.

Sementara PPK 1 ruas Cikande-Rangkasbitung, Donald mengakui, perbaikan yang dilakukan saat ini hanya bersifat pekerjaan rutin bukan penanganan total atau perbaikan permenan. Sehingga, lanjutnya, wajar umur jalan tidak bisa bertahan lama.

Bahkan, dia menganalogikan perbaikan jalan yang dilaksankan saat ini ibarat menambal baju yang robek agar robeknya tidak melebar,tidak mengganti dengan baju yang baru. ”Pekerjaan sekarang ini hanya ibarat menambal baju yang robek agar robeknya tidak melebar ukan penanganan permenen,” ujar Donald menganalogikan perbaikan jalan nasional di Banten kepada wartawan, di kantornya di kawasan Cikokol, Tangerang, Banten, Senin (5/4/2021).

Ia mengatakan, tahun depan rencananya perbaikan jalan Serang-Cikande-Rangkasbitung dilakukan secara permamen melalui program SBSN (Surat Berharga Syariah Negara). ”Jadi 2022 baru dilakukan penanganan permanen dalam program SBSN melalui multi year selama tiga tahun dari 2022 hingga 2025,” tuturnya. (yas)

Tags: Bantenjalan nasionaljalan rusak

Berita Terkait.

bc
Nusantara

Bea Cukai dan Kejari Semarang Musnahkan Barang Ilegal Hasil 100 Perkara

Rabu, 8 April 2026 - 11:32
dd
Nusantara

KAMI Idea Indonesia bersama Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan Dapur Umum Paket Alat Ibadah untuk Penyintas Banjir Aceh

Rabu, 8 April 2026 - 09:09
Rokok
Nusantara

Penindakan 160 Ribu Batang Rokok Ilegal dalam Minibus di Malang

Selasa, 7 April 2026 - 12:23
Andre-Fernando
Nusantara

Polri Ungkap Peran “The Doctor”: Pemasok Utama Narkoba Jaringan Jakarta dan NTB

Selasa, 7 April 2026 - 09:40
BC-Entikong
Nusantara

Bea Cukai Entikong Temukan Ratusan Ribu Batang Rokok Tanpa Pita Cukai di Gubuk Tak Berpenghuni

Selasa, 7 April 2026 - 09:30
KAI
Nusantara

Evakuasi Rampung, 2 Jalur KA di Lintas Bumiayu Dapat Dilalui dengan Pembatasan Kecepatan

Selasa, 7 April 2026 - 09:20

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1141 shares
    Share 456 Tweet 285
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    748 shares
    Share 299 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    743 shares
    Share 297 Tweet 186
  • Harga Avtur Melonjak hingga 80 Persen, DPR Minta Pemerintah Cegah Tiket Pesawat Ikut Terbang Tinggi

    665 shares
    Share 266 Tweet 166
  • Prabowo Direncanakan Hadiri Perayaan Paskah Nasional 2026 di Manado

    663 shares
    Share 265 Tweet 166
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.